Gelar Baksos Donor Darah, Cek Gula Darah & Penjualan Barang Murah bersama RUMIL × LCJ

Lions Club Jakarta Sofia Alessia bekerja sama dengan Rumil (Rumah Ilmu) Al-Hilya mengadakan kegiatan Bakti Sosial pada Kamis, 25 September 2025 mulai pukul 08.30 hingga 13.00 WIB. Acara ini berlangsung di Rumil Al-Hilya, Jalan Bukit Barisan Blok J No. 222, Limo Cinere Megapolitan (keluar pintu tol Antasari No. 7).

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 250 peserta dari berbagai lapisan masyarakat. Dalam bakti sosial ini, masyarakat dapat:
– Melakukan donor darah untuk membantu sesama.
– Memeriksakan gula darah secara gratis sebagai deteksi dini diabetes.
– Mendapatkan pembagian sembako untuk warga yang membutuhkan.
– Berbelanja barang dan baju bekas layak pakai dengan harga sangat terjangkau Rp5.000 dan Rp10.000 khusus untuk masyarakat dhuafa di sekitar lokasi.
Presiden Lions Club Jakarta Sofia Alessia, Ranty Purnamasari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian nyata terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Selain membantu pemenuhan kebutuhan dasar, kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat.

Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan mampu menghadirkan suasana kebersamaan serta semangat berbagi di tengah masyarakat Limo Cinere dan sekitarnya.

#DonorDarah #RadioBabe954AM #BaktiSosial #PMI #Depok #KebaikanTanpaBatas #LCJSofiaAlessia #RumilAlHilya #berbagiUntukSesama #PemeriksaanGulaDarah #BaksosLCJSofiaAlessia
Share:

Donita Ceritakan Kesembuhan dari Kista Usai Umrah Berkat Doa dan Air Zamzam

Artis Donita membagikan kisahnya sembuh dari kista tanpa operasi setelah menunaikan ibadah umrah. Istri presenter Adi Nugroho ini mengaku semula dijadwalkan menjalani operasi pengangkatan kista, namun kondisi kesehatannya membaik secara signifikan setelah melakukan ikhtiar spiritual di Tanah Suci.

Donita menjelaskan, selama di Makkah ia rutin berdoa, berpikir positif, dan mengonsumsi air zamzam. Ia percaya doa yang tulus dan pikiran yang baik, ditambah kandungan mineral air zamzam, menjadi perantara kesembuhannya.

“Setahu aku air zamzam itu mengandung alkalin yang tinggi. Waktu umrah aku banyak doa, berpikir positif, mudah-mudahan Allah kabulkan,” ungkap Donita di Jakarta Selatan, Selasa (23/9/2025).

Ia meyakini pikiran berpengaruh pada kondisi tubuh. Dengan niat kuat untuk sembuh dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan, ia merasakan perubahan luar biasa. “Aku waktu itu dikasih tahu minum air zamzam sambil berdoa, semoga jadi obat dari Allah. Alhamdulillah pas dicek kistanya hilang,” ujarnya.

Selama sekitar dua minggu di Tanah Suci, Donita rutin mengonsumsi air zamzam dan berdoa. Sepulangnya ke Indonesia, ia kembali melakukan pemeriksaan medis sebelum jadwal operasi. “Alhamdulillah pas dicek ternyata sudah hilang, masyaallah,” katanya lega.

Donita mengaku sebelumnya tidak menyadari keberadaan kista meski sejak usia 18 tahun sering mengalami nyeri hebat saat menstruasi hingga pingsan. Ia baru mengetahui penyakitnya ketika melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan sebelum berangkat umrah untuk mencegah gangguan kesehatan selama ibadah. Saat itu dokter menemukan kista berukuran besar yang harus segera diangkat setelah ia pulang.

Kini setelah dinyatakan sembuh, Donita tetap mendapat saran dari dokter untuk menjaga pola hidup sehat. “Katanya kista itu hormonal, jadi penting menjaga jam tidur, pola makan, dan olahraga,” tutupnya.

Sumber : liputan6
Editor : Tia
Share:

Cak Imin Tegaskan Program MBG Tetap Jalan Meski Banyak Kasus Keracunan

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan dihentikan meski menuai desakan usai maraknya kasus keracunan di berbagai daerah.

“Saya belum mendengar ada rencana penyetopan,” ujar Cak Imin di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025).

Menanggapi usulan agar dana MBG diberikan langsung kepada orang tua siswa untuk mengelola sendiri paket makanan, Cak Imin menyebut keputusan tersebut berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai penyelenggara program. “Itu kewenangan BGN, mereka lebih paham,” jelasnya.

Cak Imin menekankan yang paling penting saat ini adalah evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan MBG. “Semua kejadian, baik soal keracunan maupun kelemahan sistem, harus jadi bahan pembenahan,” tegasnya. Ia juga memastikan pemerintah bersama DPR akan melakukan evaluasi agar kasus serupa tidak terulang.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) dan sejumlah koalisi masyarakat mendesak pemerintah menghentikan sementara MBG dan mengaudit total pelaksanaannya. ICW menilai lemahnya standar operasional dan pendampingan bagi penerima manfaat membuat ribuan siswa terdampak.

Kepala BGN Dadan Hindayana mencatat, sejak Januari hingga 22 September 2025 terdapat 4.711 kasus keracunan terkait MBG. Menurutnya, insiden itu dipicu berbagai faktor, mulai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih baru, belum terbiasa memasak dalam jumlah besar, hingga pergantian pemasok bahan baku.

Sumber : kompas
Editor : Tia
Share:

Berita Populer