Ini Alasan SPBU Swasta Batalkan Pembelian BBM dari Pertamina

Jakarta, 1 Oktober 2025 — Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta seperti VIVO dan BP-AKR (APR) membatalkan rencana pembelian bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina. Pembatalan ini dilakukan setelah diketahui bahwa base fuel Pertamina mengandung 3,5% etanol, yang dinilai tidak sesuai dengan standar internal mereka.

Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, menjelaskan bahwa kandungan etanol tersebut masih dalam batas aman secara regulasi, yakni maksimal 20%. Namun, perbedaan spesifikasi membuat kedua SPBU swasta memilih untuk tidak melanjutkan kerja sama.

Selain VIVO dan BP-AKR, negosiasi dengan Shell juga belum mencapai kesepakatan karena kendala birokrasi internal perusahaan. Meski begitu, pihak VIVO menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama kembali dengan Pertamina jika syarat teknis bisa dipenuhi di masa mendatang.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Viral! Anggota Ormas Ribut dengan Sekuriti di Bekasi Gara-gara Parkir

Bekasi, 4 Oktober 2025 — Sebuah video keributan antara sekelompok anggota organisasi masyarakat (ormas) berseragam loreng oranye dengan petugas sekuriti di kawasan Pekayon, Bekasi, viral di media sosial. Insiden yang terjadi pada Sabtu malam (4/10/2025) itu disebut dipicu oleh masalah parkir di area khusus pelanggan.

Menurut keterangan perekam video, keributan bermula ketika anggota ormas memarkir kendaraan di tempat yang dikhususkan bagi pelanggan. Saat ditegur dengan sopan oleh sekuriti, mereka justru tersulut emosi dan melontarkan kata-kata kasar.

Situasi sempat memanas setelah salah satu anggota ormas diduga mendorong petugas keamanan. Warga sekitar pun sempat berkumpul menyaksikan kejadian tersebut. Hingga kini, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait insiden itu.
Share:

India Selidiki Sirup Batuk yang Diduga Sebabkan Kematian 9 Anak

New Delhi, 4 Oktober 2025 — Pemerintah India tengah menyelidiki dugaan kasus kematian sembilan anak yang dikaitkan dengan penggunaan Coldrif Cough Syrup, obat batuk produksi Sresan Pharma asal Tamil Nadu. Hasil uji laboratorium menunjukkan sirup tersebut mengandung diethylene glycol (DEG), zat pelarut beracun yang melebihi batas aman dan dapat menyebabkan keracunan fatal.

Kementerian Kesehatan India menyebut, temuan kontaminasi itu berasal dari sampel yang diambil langsung di pabrik Sresan Pharma di Kanchipuram. Meski pengujian awal di negara bagian Madhya Pradesh sempat menunjukkan hasil negatif, penyelidikan lanjutan menemukan indikasi kuat adanya cemaran.

Hingga kini, pihak Sresan Pharma belum memberikan keterangan resmi. Pemerintah India telah memeriksa 19 produsen obat di enam negara bagian untuk memastikan standar mutu produksi dan mencegah insiden serupa.

Kasus ini menambah daftar panjang sorotan global terhadap kualitas obat asal India, setelah sebelumnya WHO menuding sirup batuk buatan produsen India lain menyebabkan kematian puluhan anak di Gambia pada 2022.

Sumber : CNBC
Editor : Tia
Share:

Berita Populer