Kejagung Sindir 12 Tokoh Antikorupsi Pendukung Amicus Curiae untuk Nadiem Makarim

Jakarta, 6 Oktober 2025 — Kejaksaan Agung (Kejagung) menyinggung langkah 12 tokoh antikorupsi yang mengajukan amicus curiae atau “sahabat pengadilan” dalam sidang praperadilan mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam pembacaan duplik, Kejagung menyebut para tokoh seharusnya memahami bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa yang merusak tatanan masyarakat dan harus diberantas tanpa kompromi.

Kejagung menegaskan, praperadilan hanya berwenang memeriksa aspek formal, bukan membuktikan benar atau tidaknya dugaan pidana. “Apakah pemohon bersalah atau tidak akan dibuktikan dalam sidang pokok perkara tindak pidana korupsi,” ujar perwakilan Kejagung.

Sebelumnya, 12 tokoh nasional termasuk mantan Jaksa Agung Marzuki Darusman, mantan pimpinan KPK Amien Sunaryadi, dan pendiri Tempo Goenawan Mohamad, menyerahkan amicus curiae dalam sidang pada 3 Oktober 2025. Mereka menilai, langkah itu penting untuk memperkuat keadilan dan memastikan prosedur penetapan tersangka sesuai hukum.
Share:

Lions Club Jakarta Sofia Family-Sofia Mehar-Sofia Alessia-Sofia Ariesta Gelar Seminar Mental Health Bersamadr. Aisah dahlan, CMHt., CM. NLP. di SMA Negeri 3 Jakarta

Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental di kalangan masyarakat, Lions Club Jakarta Sofia yang terdiri dari LCJK Sofia Arista, LCJK Sofia Alessia, dan LCJK Sofia Mehar, menggelar Seminar Mental Health pada Senin, 6 Oktober 2025.

Kegiatan ini berlangsung di SMA Negeri 3 Jakarta, mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB, dan diikuti oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari para pelajar, tenaga pendidik, dan anggota Lions Club.

Acara menghadirkan narasumber ternama, Ibu Aisyah Dahlan, CH., CHT., CM.NLP., CI, seorang ahli di bidang kesehatan mental dan pengembangan diri, yang membagikan wawasan seputar pentingnya menjaga keseimbangan pikiran, perasaan, dan emosi di tengah kehidupan modern yang serba cepat.
Selain seminar, kegiatan ini juga diawali dengan penanaman pohon sebagai simbol keseimbangan antara kesehatan jiwa dan kelestarian lingkungan — mencerminkan komitmen Lions Club untuk terus menghadirkan program yang tidak hanya bermanfaat bagi manusia, tetapi juga bagi alam.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala SMA Negeri 3 Jakarta, Drs. Mukhlis, M.I.Kom, beserta jajaran wakil kepala sekolah yaitu Moch. Syarif Hidayat, S.Hum selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Humas, Haris Fadhillah, S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik dan Studi Lanjut, serta Achmad, M.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana dan Administrasi.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kasubag Tata Usaha, Ibu Yusriyati, dan Ketua Komite Sekolah, Ibu Merry Meilan.

Dari pihak Lions Club Jakarta turut hadir DG. Hastuty Boediwibowo Kresna, KK Environment Lala Anjani, Hana Fadel selaku Presiden LCJ Sofia Mehar, dan Ranty Purnamasari selaku Presiden LCJ Sofia Alessia.

Presiden LCJK Sofia alessia, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Lions Club terhadap kesehatan mental generasi muda, serta ajakan bagi masyarakat untuk lebih terbuka dalam menjaga kesejahteraan pikiran dan perasaan.
Dengan semangat “We Serve”, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kesehatan mental adalah bagian penting dari kehidupan yang seimbang dan bahagia.
Share:

Menteri Keuangan Purbaya Sidak Bank Mandiri, Temukan Penyaluran Dana Pemerintah Capai 70%

Jakarta, 6 Oktober 2025 — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak ke kantor pusat Bank Mandiri, usai sebelumnya menyidak BNI. Kunjungan ini bertujuan memantau penyaluran dana pemerintah sebesar Rp 55 triliun yang ditempatkan di bank tersebut.

Dalam kunjungan itu, Purbaya mengungkapkan bahwa Bank Mandiri telah menyalurkan 70% dana ke sektor-sektor produktif seperti properti dan otomotif. Ia pun menilai kesiapan Mandiri lebih baik dibanding BNI dan membuka peluang penambahan dana penempatan.

“Dari dana yang kita berikan, 70% sudah terserap. Ini sinyal positif bagi ekonomi,” ujar Purbaya. Ia menambahkan, kebijakan penempatan dana senilai Rp 200 triliun ke bank Himbara sejak 12 September 2025 telah mendorong pertumbuhan kredit dari 8% menjadi hampir 11%.

Sementara itu, Direktur Keuangan Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyebut dana pemerintah difokuskan untuk mendukung industri padat karya, ekspor, dan UMKM, agar perekonomian nasional semakin kuat dan merata.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer