Drama Baru Lee Junho & Kim Min Ha, “Typhoon Family”, Langsung Pecahkan Rekor Rating!

Babe News - Senin (13/10/2025) — Drama terbaru tvN, “Typhoon Family”, sukses menarik perhatian publik hanya dalam dua hari penayangan. Dibintangi oleh Lee Junho (2PM) dan Kim Min Ha, serial ini mencatatkan rating nasional rata-rata 6,8 persen berdasarkan data Nielsen Korea, dan langsung menempati posisi pertama di slot waktunya di seluruh saluran kabel.

Episode perdana drama ini tayang pada 11 Oktober 2025, dan disusul peningkatan signifikan pada episode kedua yang tayang 12 Oktober 2025. Pencapaian tersebut menunjukkan antusiasme besar penonton terhadap alur cerita yang kuat dan penampilan emosional para pemeran utama.

“Typhoon Family” berlatar pada masa krisis ekonomi Asia 1997 (IMF) dan menceritakan perjuangan sebuah keluarga yang berusaha bertahan di tengah kehancuran finansial. Lee Junho berperan sebagai Kang Tae Poong, pewaris muda yang tiba-tiba harus memimpin perusahaan keluarganya, sementara Kim Min Ha memerankan Oh Mi Seon, putri tertua yang bekerja keras menafkahi keluarga di masa sulit.

Kisah keduanya menggambarkan konflik, pengorbanan, dan kekuatan keluarga dalam menghadapi tekanan hidup. Tak hanya itu, chemistry antar pemain dan kehadiran tim “Typhoon Squad” dengan karakter-karakter unik turut memperkaya cerita dan menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.

Dengan alur emosional, naskah kuat, dan akting mendalam, “Typhoon Family” dinilai sebagai salah satu drama Korea paling menjanjikan di akhir tahun 2025. Banyak pengamat memprediksi rating drama ini akan terus meningkat seiring berkembangnya konflik dan hubungan antar tokoh.

Editor : Tia
Share:

Pria di Bekasi Tertangkap Curi Kabel Rel Kereta, KAI Peringatkan Bahaya Kecelakaan

Babe News - Bekasi, Senin (13/10/2025) , Seorang pria berinisial IH (31), warga Cikarang Barat, ditangkap petugas keamanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) setelah kedapatan mencuri kabel grounding (track circuit) di jalur rel antara Stasiun Cikarang dan Stasiun Tambun, Bekasi, Jawa Barat.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (11/10/2025) dini hari sekitar pukul 02.52 WIB, ketika petugas pengamanan perjalanan Stasiun Cikarang menerima laporan adanya “track merah”, tanda gangguan sinyal di jalur hilir. Dua petugas keamanan, M. Royan dan Nanang, langsung menuju lokasi dan mendapati pelaku sedang memotong kabel menggunakan tang.

“Pelaku dan barang bukti berupa satu buah tang serta delapan batang kabel grounding diamankan ke Pos PAM Stasiun Cikarang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko.

Dari hasil pemeriksaan, IH mengaku telah beberapa kali mencuri kabel di lokasi lain, termasuk di jalur antara Stasiun Tambun–Cibitung pada Kamis (9/10) lalu. Setelah penyelidikan awal, pelaku diserahkan ke Polsek Cikarang Barat bersama barang bukti untuk proses hukum.

Ixfan menegaskan bahwa pencurian kabel grounding sangat berbahaya karena dapat menyebabkan gangguan sinyal, bahkan berisiko menimbulkan kecelakaan kereta api. Kabel tersebut berfungsi menjaga kestabilan sistem persinyalan dan menyalurkan arus petir ke tanah.

“Jika kabel grounding hilang, sinyal bisa terganggu dan perjalanan kereta harus dihentikan sementara. Ini bukan hanya kerugian material, tapi juga ancaman serius bagi keselamatan,” jelasnya.

KAI mengimbau masyarakat untuk tidak merusak atau mencuri komponen sarana kereta api dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar rel melalui petugas stasiun terdekat atau saluran resmi KAI.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Bengkel AC dan Warteg di Bekasi Ludes Terbakar, Diduga Akibat Api Rambatan dari Pembakaran Sampah

Babe News - Bekasi, Minggu (12/10/2025), Kebakaran hebat melanda deretan bangunan di Jalan Raya Mustika Sari, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada Minggu sore. Api yang dengan cepat menjalar tersebut menghanguskan beberapa unit bangunan seperti bengkel AC, warung tegal (warteg), lapak rongsok, serta beberapa kontrakan warga di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Pleton B Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Haryanto, menjelaskan bahwa kebakaran diduga kuat dipicu oleh pembakaran sampah yang ditinggalkan dalam keadaan masih menyala. Api yang semula kecil, kemudian merambat ke bangunan di sekitarnya yang sebagian besar terbuat dari bahan mudah terbakar.
 
"Dugaan sementara sumber api berasal dari pembakaran sampah yang ditinggal begitu saja. Karena kondisi angin cukup kencang dan banyak material yang mudah terbakar, api cepat sekali merambat,” jelas Haryanto saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Minggu (12/10/2025).


Menurut Haryanto, api dengan cepat membesar dan menghanguskan area sekitar 600 meter persegi, dengan luas bangunan yang terbakar mencapai sekitar 300 meter persegi. Beberapa bangunan yang terdampak di antaranya lapak barang rongsok, kontrakan warga, bengkel AC, serta warteg yang beroperasi di pinggir jalan utama tersebut.

Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan api. Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih satu jam, namun sempat mengalami kendala karena ramainya warga yang berkerumun di sekitar area kebakaran, sehingga memperlambat pergerakan petugas di lapangan.

“Kami agak kesulitan di awal karena banyak warga yang menonton di sekitar lokasi. Tapi alhamdulillah setelah diberi imbauan, area bisa dikosongkan dan api akhirnya berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam,” terang Haryanto.

Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka akibat kejadian tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta, mencakup bangunan, peralatan bengkel, serta perabotan warteg yang ikut hangus terbakar.

Sementara itu, Agus (38), salah seorang warga sekitar yang menjadi saksi mata, menuturkan bahwa api pertama kali terlihat muncul dari bagian belakang lapak rongsok. Menurutnya, tiupan angin yang cukup kencang membuat api cepat membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya.

“Awalnya api kecil di belakang lapak, tapi karena anginnya kencang banget dan banyak barang mudah kebakar, langsung nyambar ke warteg sama bengkel. Orang-orang panik, banyak pengendara berhenti karena asapnya tebal banget,” ujar Agus.

Kondisi jalan yang cukup padat pada saat kejadian sempat membuat arus lalu lintas tersendat. Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dan bisa dilihat dari kejauhan. Beberapa pengendara bahkan memilih menepi untuk menghindari kobaran api yang sempat mendekati jalur utama.

Pihak Disdamkarmat Kota Bekasi kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Haryanto juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terutama di area padat penduduk, karena hal tersebut berisiko menimbulkan kebakaran serupa.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah di lahan terbuka tanpa pengawasan. Kondisi kering dan angin yang tidak menentu bisa memicu kebakaran besar seperti ini,” pungkas Haryanto.


Sumber : tribunnews
Editor : Tia
Share:

Berita Populer