Pemerintah Percepat Pencairan BLT Rp900 Ribu, Purbaya Pastikan Cair Minggu Ini

Babe News – Jakarta. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp900.000 akan dipercepat. Pemerintah kini tengah berkoordinasi dengan PT Pos Indonesia agar proses penyaluran bisa segera dilakukan dalam pekan ini. “Saya sudah perintahkan tim untuk berkoordinasi dengan PT Pos Indonesia supaya penyalurannya lebih cepat. Saya kira minggu ini sudah bisa cair,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (22/10/2025).

BLT senilai Rp900 ribu ini diberikan kepada masyarakat yang memenuhi syarat, dengan rincian Rp300 ribu per bulan, disalurkan sekaligus pada bulan Oktober. Dana bantuan ini bersumber dari realokasi anggaran kementerian/lembaga yang serapannya rendah. “Ada beberapa anggaran yang tidak terserap, jadi bisa kita alihkan untuk bantuan langsung tunai ini,” jelas Purbaya.

Awalnya, BLT hanya direncanakan untuk dua bulan, namun kemudian diperpanjang menjadi tiga bulan dan cakupan penerimanya juga diperluas hingga kelompok desil 3 dan 4.

Bantuan ini menyasar 35 juta lebih keluarga penerima manfaat (KPM) dan mulai disalurkan melalui bank Himbara serta PT Pos Indonesia sejak Senin (20/10/2025). Meski begitu, Purbaya mengakui masih ada sebagian warga yang belum menerima bantuan karena kendala teknis dan logistik di lapangan. “Masalahnya ada di logistik. Tapi untuk penerima desil 1 dan 2, penyalurannya tetap dipercepat seperti biasa,” ujarnya.

Purbaya optimistis seluruh bantuan akan segera tersalurkan dalam waktu dekat. “Kemungkinan besar besok sudah mulai mengalir lagi,” tutupnya penuh keyakinan.

Sumber : Okezone
Editor : Tia
Share:

Hujan Badai Terjang Bekasi, Empat Rumah Warga di Bintara Rusak

Babe News – Bekasi. Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kota Bekasi pada Kamis (23/10/2025) sore. Akibatnya, empat rumah warga di Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, mengalami kerusakan cukup parah.

Berdasarkan laporan BPBD Kota Bekasi, tiga rumah mengalami kerusakan berat, sementara satu rumah lainnya rusak ringan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
“Sebanyak empat unit rumah terdampak, tiga rusak berat dan satu rusak ringan,” tulis BPBD Kota Bekasi melalui akun Instagram resminya, @bpbd.kotabekasi.


Dua kepala keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka tidak bisa lagi ditempati. Tim BPBD pun langsung bergerak cepat melakukan asesmen dan penanganan awal di lokasi kejadian. “BPBD sudah menyalurkan bantuan darurat berupa tiga lembar terpal untuk warga terdampak,” ungkap pihak BPBD.

Hasil pendataan di lapangan selanjutnya akan diteruskan ke Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) untuk tindak lanjut perbaikan rumah yang rusak.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah padat permukiman dan bangunan berkonstruksi ringan. “Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu siaga terhadap hujan lebat disertai angin kencang yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” tutup BPBD Kota Bekasi.

Sumber : okezone
Editor : Tia
Share:

Bantah Data Purbaya, Dedi Mulyadi Datangi Kemendagri dan BI Bahas Dana Rp 4,1 Triliun

Babe News – Bekasi. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan safari ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Bank Indonesia (BI), Rabu (22/10/2025), untuk membantah pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal dana Pemprov Jabar yang disebut mengendap Rp 4,17 triliun di bank.

Di Kemendagri, Dedi datang bersama sejumlah pejabat Pemprov Jabar dan memeriksa data langsung bersama Mendagri Tito Karnavian. Hasil pengecekan menunjukkan dana kas Pemprov Jabar yang tersimpan di bank hanya sekitar Rp 2,6 triliun, bukan Rp 4,1 triliun seperti disebut Purbaya. “Data Kemendagri dan Pemprov sama, jumlahnya sekitar Rp 2,6 triliun. Dan itu bukan uang mengendap, tapi kas daerah yang disimpan di bank,” jelas Dedi.

Ia menegaskan bahwa dana tersebut bersifat kas operasional untuk membayar gaji, proyek pembangunan, dan kebutuhan rutin pemerintah daerah. “Seluruh dana Pemprov Jabar tidak ada yang disimpan dalam bentuk deposito. Semua dalam giro,” tambahnya.

Usai dari Kemendagri, Dedi melanjutkan kunjungan ke Bank Indonesia. Hasilnya pun serupa — BI mencatat kas Pemprov Jabar hanya sekitar Rp 2,4 triliun. “Tidak ada dana mengendap Rp 4,1 triliun. Yang ada sekarang Rp 2,4 triliun, dan itu akan digunakan untuk kegiatan pemerintah,” tegas Dedi.

Dedi berharap klarifikasi ini mengakhiri tudingan soal dana daerah yang sengaja ditahan di bank. Ia menyebut angka kas daerah bisa fluktuatif, tergantung siklus belanja APBD.

Polemik ini bermula dari pernyataan Menkeu Purbaya, yang menyebut ada Rp 234 triliun dana APBD pemerintah daerah mengendap di bank, termasuk Rp 4,1 triliun milik Pemprov Jabar. Purbaya menyebut data itu berasal dari Bank Indonesia dan menduga Dedi “dibohongi anak buahnya.”

Menanggapi safari Dedi ke BI, Purbaya memilih santai. “Silakan saja, bagus kalau ingin memastikan kebenaran data,” ujarnya di Kementerian Keuangan.

Dengan langkah ini, Dedi menegaskan bahwa tidak ada dana mengendap di Jawa Barat, dan semua anggaran daerah tetap digunakan sesuai rencana pembangunan.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer