Bekasi Turunkan Angka Stunting di Bawah 14 Persen, Raih Penghargaan Nasional

Babe News - Bekasi, Kota Bekasi sukses menekan angka stunting hingga berada di bawah 14 persen, menjadikannya sebagai salah satu daerah dengan capaian terbaik secara nasional. Atas keberhasilan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menerima penghargaan sebagai kabupaten/kota terbaik ketiga dalam upaya penurunan stunting.

Penghargaan tersebut disampaikan pada Senin (24/11/2025), sekaligus menjadi bukti komitmen pelayanan kesehatan anak di Kota Bekasi. Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang serius menjaga kecukupan gizi anak.

“Ini kabar menggembirakan bagi kita semua. Kota Bekasi berhasil menempati posisi ketiga secara nasional dalam penurunan prevalensi stunting. Capaian ini lahir dari kerja keras seluruh pemangku kepentingan yang peduli terhadap tumbuh kembang anak,” kata Harris dalam keterangan persnya.

Harris menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mengupayakan peningkatan layanan kesehatan, edukasi gizi, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala. Program intervensi gizi, pemberdayaan posyandu, hingga dukungan untuk ibu hamil menjadi strategi utama.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari misi menjadikan Bekasi sebagai daerah dengan generasi unggul dan sehat. Menurutnya, memastikan anak tumbuh tanpa stunting adalah langkah penting dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kami ingin anak-anak Kota Bekasi tumbuh normal, sehat, dan menjadi generasi unggul. Penanganan stunting bukan sekadar angka, tetapi masa depan,” tegas Junaedi.

Junaedi menambahkan bahwa Pemkot Bekasi tidak mungkin bekerja sendirian. Program penanganan stunting digerakkan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk perangkat daerah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, kader posyandu, hingga kontribusi masyarakat.

“Pemkot Bekasi tidak bisa bergerak sendiri. Kita harus berjalan bersama. Kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk mencapai Bekasi zero stunting,” ujarnya.

Sumber : RRI.co.id
Editor : Tia
Share:

Delapan Kontainer Berisi Zinc Powder Terdeteksi Terpapar Radiasi Cs-137 di Pelabuhan Tanjung Priok

Babe News - Bekasi, Di tengah upaya pemerintah mengatasi kerawanan radiasi di sektor industri, dugaan paparan zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) kembali terdeteksi. Sebanyak delapan kontainer asal Angola ditemukan mengandung paparan Cs-137 saat pemeriksaan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 14 November 2025. Temuan ini diumumkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kerawanan Bahaya Radionuklida Cs-137.

Delapan kontainer tersebut berisi zinc powder dan dinyatakan terkontaminasi zat radioaktif Cs-137 berdasarkan pemeriksaan otomatis di pelabuhan. Seluruh kontainer saat ini telah ditahan dan tidak diizinkan masuk ke Indonesia.

Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Cs-137, Bara Krishna Hasibuan, menyatakan bahwa kontainer tersebut diimpor oleh PT Luckione Environmental Science Indonesia, sebuah perusahaan peleburan logam yang berlokasi di Kawasan Industri Modern Cikande (MCIE), Banten. Menurut Bara, ini merupakan kejadian keempat yang melibatkan komoditas serupa pada perusahaan yang sama. “Otoritas Tanjung Priok kembali berhasil mencegah masuknya kontainer terkontaminasi Cs-137. Ini kejadian keempat dengan pola yang sama,” ujar Bara dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Senin (24/11/2025).

Atas rekomendasi Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memutuskan menghentikan sementara kegiatan usaha PT Luckione. Penghentian dilakukan untuk memungkinkan audit menyeluruh terhadap proses importasi dan pengelolaan bahan berisiko.

Pemerintah menegaskan bahwa praktik yang mengancam keselamatan publik tidak akan ditoleransi. “Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Pemerintah tidak memberikan toleransi terhadap praktik usaha tidak sehat,” kata Bara.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menemukan paparan Cs-137 pada 24 perusahaan di wilayah MCIE, Serang, Banten. Temuan mencakup sektor logam, limbah B3, makanan, hingga manufaktur, termasuk dua perusahaan besar: PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Nikomas Gemilang.

Namun, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan seluruh area kini dinyatakan aman berdasarkan pemeriksaan Bapeten. “Radioaktif sudah clear. Tidak ada lagi isu,” tegasnya.

Setelah area dinyatakan aman, pemerintah kini mempertimbangkan pelonggaran penghentian impor scrap. Evaluasi final sedang menunggu keputusan resmi, dan pelonggaran ini akan menunjukkan bahwa isu radioaktif sudah terkendali.

Menurut data dari International Atomic Energy Agency (IAEA), Cesium-137 merupakan isotop radioaktif yang hanya dapat diciptakan melalui reaksi nuklir. Zat ini dimanfaatkan secara terbatas di sektor medis, riset, dan industri, namun wajib diawasi ketat.

Bahaya Cs-137 bagi manusia:

Memancarkan radiasi gamma dan beta yang dapat merusak sel, jaringan, dan DNA.

Paparan akut dapat memicu mual, muntah, diare, kerusakan sumsum tulang, hingga kematian.

Paparan kronis dapat menyebabkan kanker, gangguan imunitas, dan kerusakan organ.

Bahaya Cs-137 bagi lingkungan:

Memiliki waktu paruh sekitar 30 tahun, sehingga pencemaran dapat bertahan hingga ratusan tahun.

Mudah larut dalam air sehingga berpotensi mencemari tanah, air tanah, dan rantai makanan.

Sumber : kontan.co.id
Editor : Tia
Share:

Bekasi Turunkan Angka Stunting di Bawah 14 Persen, Raih Penghargaan Nasional

Babe News - Bekasi, Kota Bekasi sukses menekan angka stunting hingga berada di bawah 14 persen, menjadikannya sebagai salah satu daerah dengan capaian terbaik secara nasional. Atas keberhasilan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menerima penghargaan sebagai kabupaten/kota terbaik ketiga dalam upaya penurunan stunting.

Penghargaan tersebut disampaikan pada Senin (24/11/2025), sekaligus menjadi bukti komitmen pelayanan kesehatan anak di Kota Bekasi. Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang serius menjaga kecukupan gizi anak.

“Ini kabar menggembirakan bagi kita semua. Kota Bekasi berhasil menempati posisi ketiga secara nasional dalam penurunan prevalensi stunting. Capaian ini lahir dari kerja keras seluruh pemangku kepentingan yang peduli terhadap tumbuh kembang anak,” kata Harris dalam keterangan persnya.

Harris menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mengupayakan peningkatan layanan kesehatan, edukasi gizi, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala. Program intervensi gizi, pemberdayaan posyandu, hingga dukungan untuk ibu hamil menjadi strategi utama.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari misi menjadikan Bekasi sebagai daerah dengan generasi unggul dan sehat. Menurutnya, memastikan anak tumbuh tanpa stunting adalah langkah penting dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kami ingin anak-anak Kota Bekasi tumbuh normal, sehat, dan menjadi generasi unggul. Penanganan stunting bukan sekadar angka, tetapi masa depan,” tegas Junaedi.

Junaedi menambahkan bahwa Pemkot Bekasi tidak mungkin bekerja sendirian. Program penanganan stunting digerakkan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk perangkat daerah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, kader posyandu, hingga kontribusi masyarakat.

“Pemkot Bekasi tidak bisa bergerak sendiri. Kita harus berjalan bersama. Kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk mencapai Bekasi zero stunting,” ujarnya.

Sumber : RRI.co.id
Editor : Tia
Share:

Berita Populer