91,26 Persen RW di Kota Bekasi Sudah Bisa Mencairkan Dana Hibah Rp100 Juta

Babe News - Bekasi, Menjelang akhir November 2025, mayoritas Rukun Warga (RW) di Kota Bekasi telah berhasil mencairkan dana operasional sebesar Rp100 juta yang dialokasikan pemerintah kota. Dana ini diberikan untuk mendukung kegiatan administratif, peningkatan fasilitas, hingga pemberdayaan warga di lingkungan masing-masing.

Hingga Kamis (27/11), 91,26 persen dari total 1.020 RW tercatat sudah menerima Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Dengan keluarnya SP2D tersebut, para ketua RW bisa langsung melakukan proses pencairan anggaran.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa penggunaan dana harus sepenuhnya mengikuti proposal yang sebelumnya diajukan tiap RW. Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota bersama DPRD akan melakukan pengawasan ketat agar anggaran benar-benar digunakan untuk kebutuhan lingkungan dan bukan dialihkan untuk hal lain.

Tri juga mengingatkan bahwa dana hibah ini harus dipertanggungjawabkan secara tertib, transparan, dan tepat waktu. Seluruh laporan penggunaan anggaran wajib diserahkan sebelum pergantian tahun.

“Laporan pertanggungjawaban dari para RW paling lambat harus masuk pada 20 Desember 2026,” ujar Tri.

Di tengah perhatian publik yang cukup besar terhadap efektivitas bantuan RW, Pemkot Bekasi kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap rupiah yang digelontorkan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga, mulai dari peningkatan fasilitas umum hingga kelancaran kegiatan sosial kemasyarakatan.

Sumber : radar bekasi
Editor : Tia
Share:

Menkeu Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai dan Rumahkan 16 Ribu Pegawai, Reformasi Besar Dimulai

Babe News - Indonesia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeluarkan pernyataan tegas terkait pembenahan kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Ia menyebut, jika dalam satu tahun ke depan tidak ada perbaikan signifikan, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk membekukan Bea Cukai dan merumahkan sekitar 16 ribu pegawainya.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Jakarta Pusat, Kamis (27/11). Ia menegaskan telah meminta restu langsung kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pembenahan besar-besaran. “Beri saya waktu satu tahun untuk memperbaiki Bea Cukai. Ancaman ini serius. Kalau kinerjanya tidak berubah dan masyarakat masih kecewa, Bea Cukai bisa saja dibekukan,” kata Purbaya.

Sindiran Gaya Lama ala Soeharto

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga menyinggung kemungkinan mengulang kebijakan era Presiden ke-2 RI, Soeharto, yang pernah menyerahkan tugas kepabeanan kepada perusahaan asal Swiss, Suisse Generale Surveillance (SGS), pada 1985. “Bisa saja nanti digantikan SGS lagi, seperti dulu. Pegawai Bea Cukai tahu betul ancaman yang mereka hadapi,” ujarnya.

Kebijakan serupa memang pernah dilakukan Soeharto karena tingginya praktik korupsi di lingkungan Bea Cukai pada masa tersebut. Seluruh pegawai kala itu dirumahkan selama empat tahun, sementara SGS mengambil alih tugas utama pemeriksaan barang.

Dorong Reformasi dengan Teknologi AI

Purbaya juga menambahkan bahwa pihaknya telah mulai menerapkan kecerdasan buatan (AI) di beberapa titik operasional Bea Cukai. Teknologi ini diharapkan dapat menekan praktik-praktik pelanggaran, termasuk underinvoicing, yaitu pelaporan nilai barang ekspor-impor yang lebih rendah dari harga sebenarnya.

Menurutnya, upaya reformasi ini mulai menunjukkan perkembangan positif. “Kemajuannya sudah cukup baik. Saya yakin tahun depan Bea Cukai akan lebih aman, profesional, dan bisa bekerja sesuai harapan,” ujar Purbaya optimis.

Ia menegaskan kembali bahwa para pegawai DJBC kini tengah berupaya meningkatkan integritas dan kinerja. “Kalau kita gagal memperbaiki, 16 ribu pegawai itu bisa dirumahkan. Tapi saya yakin mereka mampu berubah.”

Sumber : CNN Indonesia
Editor : Tia
Share:

Kilat Pajajaran, Kereta Super Cepat Pesaing Whoosh, Siap Dibangun Mulai 2027 — Kapan Beroperasi?

Babe News - Bekasi, Rencana moda transportasi baru di Jawa Barat kembali mencuri perhatian. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengumumkan pembangunan Kilat Pajajaran, kereta cepat regional yang digadang-gadang mampu menempuh perjalanan Jakarta–Bandung hanya dalam 1,5 jam. Proyek ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Kilat Pajajaran adalah layanan kereta cepat yang dirancang untuk menghubungkan Jakarta, Bandung, hingga wilayah Priangan Timur. Moda ini disebut sebagai pesaing alternatif bagi layanan kereta cepat Whoosh karena menawarkan waktu tempuh yang kompetitif dan jangkauan lebih luas.

KDM menyampaikan bahwa:

Kajian awal dimulai tahun 2026. Konstruksi dimulai 2027. Target beroperasi pada 2030

Hal ini ia sampaikan dalam keterangan di Bandung pada Rabu (26/11).Rute dan Waktu Tempuh. Menurut rencana, Kilat Pajajaran akan melayani beberapa wilayah sekaligus:

Jakarta (Gambir) – Bandung: ~1,5 jam

Bandung – Garut/Tasikmalaya/Banjar: ~2 jam

Dengan begitu, masyarakat di selatan Jawa Barat akan memiliki akses transportasi yang jauh lebih cepat dan efisien.

KDM menjelaskan bahwa pembangunan proyek besar ini akan dibiayai melalui APBD Jawa Barat.

Provinsi akan mengalokasikan sekitar Rp 2 triliun setiap tahun selama empat tahun pembangunan.

Selain itu, KDM mengajak pemerintah kabupaten/kota yang dilalui jalur untuk ikut berinvestasi. Ia menyebut, daerah yang ikut menanam modal berpotensi mendapatkan titik pemberhentian (stasiun) khusus di wilayahnya. “Kabupaten yang tidak ikut investasi, keretanya tidak berhenti di situ. Lewat saja, sampai Bandung cukup,” tegas KDM.

Proyek ini digagas untuk:

Meningkatkan akses transportasi cepat di Jawa Barat. Mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Menyediakan moda ramah lingkungan. Menghidupkan kembali budaya dan jaringan perkeretaapian Jawa Barat. Memperkuat konektivitas wilayah secara merata

KDM menegaskan bahwa jalur kereta adalah solusi transportasi modern yang lebih berkelanjutan dan tidak merusak struktur tanah dibandingkan pembangunan jalan raya.

Sumber : CNN INDONESIA
Editor : Tia
Share:

Berita Populer