Bus Terbakar di Tol Jakarta–Cikampek Arah Bekasi, Lalu Lintas Sempat Padat

Babe News - Bekasi, Sebuah bus dilaporkan mengalami kebakaran di ruas Tol Jakarta–Cikampek arah Bekasi pada Senin (5/1/2026). Peristiwa tersebut terjadi di sekitar KM 06 dan sempat menimbulkan kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.
Informasi mengenai insiden ini pertama kali disampaikan melalui akun resmi X milik Transjakarta, @PT_Transjakarta. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa kebakaran bus di dalam area tol berdampak langsung pada kelancaran lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk pagi hingga siang hari.
Akibat kejadian ini, sejumlah rute bus Transjakarta mengalami keterlambatan waktu kedatangan. Rute yang terdampak antara lain B11, B13, B14, B21, serta rute B41. Kepadatan kendaraan di sekitar titik kebakaran membuat pergerakan armada Transjakarta menjadi terhambat.
“Rute B11, B13, B14, B21, dan rute B41 mengalami keterlambatan kedatangan dikarenakan adanya insiden kebakaran yang menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar KM 06 Tol Jakarta–Cikampek arah Bekasi,” tulis pihak Transjakarta dalam keterangannya.
Belum ada informasi lebih lanjut terkait penyebab kebakaran bus tersebut maupun kondisi penumpang dan awak bus saat kejadian. Namun, petugas terkait dilaporkan segera melakukan penanganan di lokasi guna memastikan situasi tetap terkendali dan mencegah kemacetan semakin meluas.
Transjakarta juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat insiden tersebut. Pihak operator mengimbau pengguna jasa untuk menyesuaikan waktu perjalanan dan memantau informasi lalu lintas terkini.

Sumber : Kompascom
Editor : Tia
Share:

Pengisian Delapan Jabatan Strategis di Kabupaten Bekasi Masih Belum Jelas Pasca OTT KPK

Babe News - Bekasi, Pengisian delapan jabatan kosong di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, hingga kini masih belum menemukan kejelasan. Situasi ini terjadi setelah adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret Bupati Bekasi sebelumnya, Ade Kuswara Kunang, sehingga berdampak pada sejumlah agenda pemerintahan, termasuk proses pengisian jabatan struktural.
Sebelum tersandung kasus hukum, Ade Kuswara Kunang diketahui telah memulai tahapan seleksi terbuka atau open bidding untuk mengisi delapan posisi jabatan penting. Proses tersebut bahkan disebut sudah memasuki tahap akhir dan direncanakan akan diumumkan sekaligus dilantik pada akhir 2025. Namun, rencana tersebut hingga kini belum terealisasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengaku belum menerima laporan resmi hasil open bidding yang telah dilaksanakan sebelumnya. Menurutnya, hingga saat ini dirinya belum mendapatkan dokumen apa pun terkait hasil seleksi, termasuk daftar tiga besar peserta terbaik yang seharusnya menjadi dasar pengambilan keputusan.
“Open bidding itu sudah dilakukan di masa Pak Bupati Ade Kunang. Tapi sampai sekarang saya belum menerima laporan apa pun. Siapa saja tiga besar kandidatnya, saya juga belum tahu,” ujar Asep saat ditemui di Cikarang, Senin (5/1/2026).
Asep menambahkan, dirinya telah menanyakan langsung kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bekasi. Namun, hasilnya sama, pihak BKPSDM juga belum menyerahkan laporan resmi terkait proses seleksi tersebut.
“Saya sudah ke BKPSDM, tapi sampai sekarang juga belum ada laporan open bidding yang disampaikan ke saya. Jadi memang belum ada dokumen apa pun yang saya terima,” katanya.
Ia menjelaskan, informasi yang sempat beredar sebelumnya menyebutkan bahwa proses pengisian jabatan tersebut hanya tinggal menunggu persetujuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun hingga kini, belum diketahui secara pasti apakah persetujuan tersebut sudah diterbitkan atau masih tertahan.
“Kabarnya memang tinggal pelantikan. Surat permohonan persetujuan ke Pemprov Jabar katanya sudah diajukan. Tapi sekarang masih terhambat. Saya juga belum tahu persis kendalanya di mana,” ungkap Asep.
Terkait langkah selanjutnya, Asep menegaskan dirinya belum bisa mengambil keputusan apa pun sebelum menerima laporan resmi hasil seleksi. Ia berencana melakukan konsultasi dan koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait setelah dokumen tersebut berada di tangannya.
“Kalau laporannya sudah saya terima, baru bisa kita bahas dan komunikasikan lagi dengan BKPSDM dan pihak-pihak terkait. Sekarang belum bisa melangkah karena memang belum ada dasar,” tegasnya.
Meski delapan jabatan strategis tersebut masih kosong, Asep memastikan roda pemerintahan Kabupaten Bekasi tetap berjalan normal di tahun 2026. Untuk sementara, posisi-posisi tersebut diisi oleh pelaksana tugas (Plt) yang berasal dari pejabat terkait.
“Pemerintahan harus tetap berjalan. Saat ini jabatan-jabatan itu diisi Plt. Kita tunjuk pejabat yang memang memahami bidangnya agar pelayanan tetap berjalan,” jelasnya.
Ia juga meminta para aparatur sipil negara (ASN), khususnya yang telah mengikuti proses open bidding, untuk tetap fokus bekerja dan tidak larut dalam ketidakpastian.
“Sekarang kerja saja dulu, fokus pada tugas masing-masing. Jangan ke mana-mana pikirannya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, turut menyoroti lambatnya pengisian delapan jabatan tersebut. Ia menilai kekosongan jabatan strategis berpotensi memengaruhi kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.
“Sejak awal kami berharap jabatan-jabatan yang kosong ini bisa segera diisi supaya pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih optimal,” kata Ade Sukron.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu segera berkonsultasi dan mengambil langkah tegas terkait kelanjutan tahapan pengisian jabatan yang sebelumnya sudah direncanakan, agar tidak mengganggu jalannya pemerintahan.

Sumber : Tribunnews
Editor : Tia
Share:

Polisi Ungkap Identitas Perempuan yang Ditemukan Meninggal di Saluran Air Rawalumbu Bekasi

Babe News - Bekasi, Kepolisian Sektor Rawalumbu, Kota Bekasi, akhirnya mengungkap identitas perempuan yang ditemukan meninggal dunia di saluran air kawasan Rawalumbu. Korban diketahui berinisial A, seorang perempuan berusia sekitar 60 tahun.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Rawalumbu, Iptu Nuh Suryadi, menjelaskan bahwa korban merupakan warga yang tinggal di rumah kontrakan di wilayah Rawalumbu, Kota Bekasi. Berdasarkan data kependudukan, korban lahir pada tahun 1965.
“Identitas korban berinisial A, usia kurang lebih 60 tahun,” ujar Nuh Suryadi dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Minggu (4/1/2026).
Dari keterangan keluarga dan saksi, diketahui bahwa pada hari kejadian korban berangkat dari tempat tinggalnya di kawasan Rawa Semut menuju wilayah Caringin untuk bekerja. Namun, dalam perjalanan, korban ditemukan meninggal dunia di saluran air yang berada di pinggir jalan.
Pihak keluarga juga mengungkapkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung. Hal ini menjadi salah satu informasi penting dalam proses penelusuran penyebab kematian.
“Menurut keterangan keluarga, almarhumah memiliki riwayat sakit jantung,” jelas Suryadi.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian serta pengecekan kondisi jenazah, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Posisi korban saat ditemukan berada di pinggir jalan, dengan sebagian tubuh terperosok ke dalam saluran air.
“Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan para saksi, tidak ada indikasi kekerasan pada tubuh korban,” tegasnya.
Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah barang pribadi yang diduga milik korban di sekitar lokasi kejadian, di antaranya tas, telepon genggam, serta bekal makanan dan minuman yang dibawanya.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Pihak keluarga, yakni suami dan anak korban, datang ke rumah sakit dan menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Setelah itu, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Sebelumnya, warga dikejutkan dengan penemuan jasad perempuan di saluran air dekat semak-semak di Jalan Caringin, RT 010/RW 002, Bojong Rawalumbu, pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Salah seorang warga setempat, Andi (40), mengatakan korban ditemukan dengan posisi kepala berada di dalam saluran air, sementara bagian kaki terlihat di permukaan.
“Saat dievakuasi tidak terlihat adanya luka di tubuh korban,” ujar Andi.
Ketika ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap berupa baju dan celana berwarna hitam serta sandal. Warga sekitar mengaku tidak mengenal korban sebelum identitasnya dipastikan oleh pihak kepolisian.

Sumber : tribunnews
Editor : Tia
Share:

Berita Populer