Gubernur Jabar Tegaskan Audit Ketat Proyek, Kontraktor Berkualitas Buruk Terancam Tak Dibayar Penuh

Babe News - Bekasi. Senin, 12 Januari 2026. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pembangunan di Jawa Barat. Ia memastikan seluruh proyek pembangunan yang dikerjakan pada tahun anggaran 2025 akan diaudit secara menyeluruh sebelum dilakukan pelunasan pembayaran kepada kontraktor.
Dedi menyebutkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebenarnya telah menyiapkan dana sebesar Rp621 miliar untuk membayar sisa pekerjaan pembangunan. Namun, dana tersebut tidak serta-merta dibayarkan tanpa melalui proses evaluasi di lapangan.
“Pembayaran sisa pekerjaan pembangunan senilai Rp621 miliar itu akan dilakukan setelah audit selesai. Dari situ baru terlihat mana pekerjaan yang hasilnya sangat baik, baik, atau justru kurang layak,” ujar Dedi saat memberikan keterangan di Bandung, Minggu.
Menurutnya, kualitas hasil pekerjaan menjadi faktor utama dalam proses pencairan dana. Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap proyek yang dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
“Kalau kualitas pekerjaannya kurang baik, tentu tidak akan kami bayarkan secara penuh,” tegas mantan Bupati Purwakarta tersebut.
Dedi juga menjelaskan bahwa anggaran pelunasan proyek tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) serta penerimaan pajak kendaraan bermotor yang setiap hari masuk ke kas daerah. Ia mengapresiasi peran masyarakat Jawa Barat yang dinilai cukup disiplin dalam membayar pajak, sehingga membantu menjaga stabilitas keuangan daerah.
“Saya berterima kasih kepada masyarakat, khususnya wajib pajak kendaraan bermotor, karena kesadaran membayar pajak sangat membantu keberlanjutan pembangunan di Jawa Barat,” ujarnya.
Tak hanya mengandalkan pengawasan internal, Dedi juga mengajak masyarakat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas pembangunan. Warga dipersilakan menyampaikan kritik, masukan, maupun laporan terkait proyek-proyek di daerah masing-masing melalui media sosial.
Langkah tersebut, kata Dedi, bertujuan agar kontrol kualitas pembangunan berjalan secara terbuka dan transparan. Dengan begitu, setiap rupiah uang pajak yang dibayarkan masyarakat benar-benar kembali dalam bentuk fasilitas publik yang berkualitas.
“Masyarakat Jawa Barat silakan menyampaikan kritik dan saran melalui media sosial terkait hasil pembangunan. Ini penting agar pemerintah bisa memastikan semua proyek benar-benar bermanfaat dan berkualitas,” ucapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat situasi yang cukup jarang terjadi. Pada akhir tahun anggaran 2025, saldo Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) tercatat hanya tersisa sekitar Rp500 ribu, sementara masih terdapat kewajiban pembayaran kepada kontraktor sebesar Rp621 miliar.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, membenarkan adanya tunda bayar tersebut. Ia menjelaskan kondisi ini terjadi karena pemerintah daerah menetapkan target pendapatan yang sangat progresif, sementara belanja publik juga digenjot secara maksimal.
“APBD 2025 memang disusun secara progresif. Target pendapatan dipasang tinggi dan belanja juga cukup besar. Dari sisi belanja, realisasinya sangat baik, namun target pendapatan yang tinggi itu tidak sepenuhnya tercapai,” ujar Herman. 

Sumber : antaranews
Editor : Tia
Share:

Driver Ojol Dibegal Usai Antar Pesanan di Bekasi, Motor yang Masih Kredit Raib

Babe News - Bekasi, Peristiwa pembegalan kembali terjadi di Kota Bekasi dan kali ini menimpa seorang driver ojek online. Suyatno (56), warga Bekasi, menjadi korban aksi kejahatan jalanan saat hendak pulang ke rumah usai mengantarkan pesanan makanan, Jumat (9/1/2026) dini hari.
Tak hanya kehilangan sepeda motor yang masih dalam masa cicilan, Suyatno juga mengalami luka-luka setelah dihempaskan oleh para pelaku ke jalan aspal.
Kejadian bermula ketika Suyatno melintas di Jalan Kaliabang Rorotan Tanggul, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara. Saat itu, ia baru saja menyelesaikan pesanan terakhir dan memutuskan untuk mematikan aplikasi ojol karena waktu sudah larut malam. Namun, di tengah perjalanan pulang, ia merasa ada kejanggalan.
Menurut pengakuannya, satu sepeda motor yang ditumpangi tiga pria terus membuntutinya dari belakang. Merasa tidak aman, Suyatno sempat berhenti di sebuah warung untuk membeli rokok, berharap orang-orang tersebut pergi dan situasi kembali normal.
“Waktu itu saya sengaja berhenti dulu karena merasa diikuti. Saya pikir kalau berhenti sebentar, mereka bakal pergi,” ujar Suyatno saat ditemui di rumahnya, Jumat sore.
Sayangnya, firasat buruk itu benar-benar terjadi. Ketika melanjutkan perjalanan dan memasuki jalan yang relatif sepi, ketiga pelaku langsung memepet motor korban. Salah satu pelaku menendang kendaraan Suyatno hingga ia terjatuh dan terseret di aspal.
Dalam kondisi terkapar, Suyatno sempat berusaha menyelamatkan motornya. Namun, pelaku mengancamnya menggunakan senjata tajam jenis celurit.
“Saya mau ambil kunci motor, tapi mereka ancam pakai celurit. Saya sempat teriak minta tolong ke orang yang lewat, tapi nggak ada yang berhenti,” tuturnya dengan suara pelan.
Akibat kejadian tersebut, Suyatno mengalami luka robek di bagian kepala serta lecet di tangan. Warga sekitar yang melihat korban terjatuh kemudian memberikan pertolongan dan membawanya ke pelataran masjid terdekat untuk mendapatkan perawatan sementara.
Kini, Suyatno harus menanggung beban berat. Motor yang dirampas para pelaku merupakan satu-satunya sarana untuk mencari nafkah. Ironisnya, kendaraan tersebut masih dalam masa kredit yang harus tetap dibayar setiap bulan.
“Saya benar-benar bingung sekarang. Penghasilan saya cuma dari narik ojek. Motor hilang, cicilan jalan terus, belum lagi biaya sekolah anak dan kontrakan,” ungkapnya dengan wajah penuh kecemasan.
Pasca-kejadian, aparat kepolisian dari Polsek Bekasi Utara telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga meminta keterangan dari korban dan mengarahkan Suyatno untuk segera membuat laporan resmi.
Saat ini, kasus pembegalan tersebut tengah ditangani oleh Polsek Bekasi Utara bersama Polres Metro Bekasi Kota. Polisi masih mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk menelusuri rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi dan jalur yang diduga dilalui para pelaku guna mengungkap identitas serta keberadaan kawanan begal tersebut.

Sumber : iNews jabar
Editor : Tia
Share:

Pemkab Bekasi Siapkan Program Senam Bulanan untuk Pererat Kebersamaan Pegawai

Babe News - Bekasi, Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana meluncurkan program senam bersama yang akan dilaksanakan secara rutin satu kali setiap bulan dan diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Bekasi. Program ini dirancang tidak hanya untuk menjaga kebugaran fisik aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga sebagai sarana mempererat kebersamaan dan membangun suasana kerja yang lebih harmonis.
Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, saat menghadiri kegiatan Senam Karyawan dan Karyawati Pemerintah Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Plaza Pemkab Bekasi, Jumat (9/1/2026), dan dihadiri oleh para pegawai, pengurus KORMI dan INORGA, serta dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada tujuh perusahaan wajib pajak PBJT Tenaga Listrik yang berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2025.
Dalam sambutannya, Asep menyampaikan keinginannya agar senam bersama ini dijadikan agenda rutin bulanan. Ia pun langsung meminta respons dari para pegawai yang hadir.
“Saya ingin senam ini kita laksanakan satu bulan sekali. Gimana, setuju enggak?” ujarnya disambut antusias peserta kegiatan.
Menurut Asep, senam bulanan ini akan menjadi ruang silaturahmi bagi seluruh unsur aparatur pemerintahan daerah, mulai dari kepala dinas, sekretaris dinas, kepala bidang, kepala seksi, hingga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
“Nanti semua kita kumpulkan di sini. Kepala dinas, kabid, kasi, sampai PPPK bisa bertemu. Jangan cuma ketemunya pas upacara saja. Saya ingin ketemunya sambil senyum, ketawa, olahraga bareng, lalu makan bersama,” tuturnya.
Ia juga menilai kegiatan ini penting sebagai ajang pengenalan bagi para PPPK yang baru bergabung agar dapat lebih mengenal pimpinan dan rekan kerja di perangkat daerah masing-masing. Dengan komunikasi yang lebih terbuka dan suasana yang cair, koordinasi kerja diharapkan semakin solid.
“PPPK yang baru harus kenal dengan kepala dinas, kabid, dan kasi. Di sinilah nanti semua bisa bertemu, mulai dari kepala daerah sampai pegawai. Jadi kita bangun kebersamaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Asep menyebutkan bahwa kegiatan senam bulanan ini akan dikemas secara santai, termasuk dengan agenda sarapan bersama di lokasi kegiatan. Menurutnya, kebersamaan sederhana seperti ini dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kekompakan aparatur pemerintah.
“Saya maunya nanti sambil sarapan bareng. Kebersamaan itu penting, supaya pegawai pemerintah makin kompak dan siap bekerja untuk Kabupaten Bekasi yang bangkit, maju, dan sejahtera,” ungkapnya.
Selain program senam, Plt Bupati Bekasi juga menyampaikan rencana untuk tetap menggelar pertemuan rutin bersama para tokoh ulama setiap bulan. Ia menegaskan bahwa kegiatan pengajian tetap berjalan seiring dengan agenda senam bersama.
“Pengajian tetap jalan. Tapi sebulan sekali kita senam. Selama hari kerja kita sering stres dengan pekerjaan, setidaknya di hari Jumat kita bisa ketawa, bahagia, dan melepas penat,” katanya.
Asep berharap, melalui program senam bersama ini, kebugaran fisik, kesehatan mental, serta budaya hidup sehat di kalangan pegawai Pemkab Bekasi dapat terus meningkat. Ia juga menekankan bahwa tidak ada sekat atau perbedaan jabatan dalam kegiatan tersebut.
“Tidak ada perbedaan siapa pun. Semua duduk dan berkumpul bersama. Kita bangun kekompakan, karena bekerja di pemerintahan itu harus dengan kerja sama,” pungkasnya.

Sumber : BekasiKab
Editor : Tia
Share:

Berita Populer