Hindari Jalan Berlubang, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Dump Truk di Bekasi

Babe News - Bekasi, 28/01/2026. Kecelakaan lalu lintas fatal terjadi di Jalan RE Martadinata, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (27/1/2026). Seorang pengendara sepeda motor berinisial SA (38) meninggal dunia setelah tertabrak dump truk saat berusaha menghindari lubang di jalan.
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, Kompol Sugihartono, menjelaskan bahwa peristiwa nahas itu bermula ketika korban mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi B-4973-FBY dari arah timur menuju barat. Korban melaju di lajur kanan saat mendekati lokasi kejadian.
Di waktu yang sama, dari arah belakang, sebuah light dump truk Toyota Dyna bernomor polisi B-9413-JZ yang dikemudikan oleh IM melaju di jalur yang sama. Saat mendekati titik jalan berlubang, korban mengurangi kecepatan untuk menghindari kerusakan jalan tersebut.
“Pengendara sepeda motor memperlambat laju kendaraan karena hendak menghindari lubang di lajur kanan. Namun, dari belakang datang dump truk yang kemudian menabrak bagian belakang sepeda motor,” ujar Sugihartono saat dikonfirmasi.
Benturan keras membuat korban terjatuh dan mengalami luka berat. Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke RSUD Kabupaten Bekasi. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang diderita.
Selain korban jiwa, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga mengalami kerusakan. Sepeda motor korban rusak di bagian belakang, sementara dump truk mengalami kerusakan di bagian depan.
Hingga saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara detail penyebab kecelakaan serta memastikan unsur kelalaian dari pihak-pihak yang terlibat.
“Perkara ini masih kami tangani untuk kepentingan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Sugihartono.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Hindari Jalan Berlubang, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Dump Truk di Bekasi

Babe News - Bekasi, 28/01/2026. Kecelakaan lalu lintas fatal terjadi di Jalan RE Martadinata, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (27/1/2026). Seorang pengendara sepeda motor berinisial SA (38) meninggal dunia setelah tertabrak dump truk saat berusaha menghindari lubang di jalan.
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, Kompol Sugihartono, menjelaskan bahwa peristiwa nahas itu bermula ketika korban mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi B-4973-FBY dari arah timur menuju barat. Korban melaju di lajur kanan saat mendekati lokasi kejadian.
Di waktu yang sama, dari arah belakang, sebuah light dump truk Toyota Dyna bernomor polisi B-9413-JZ yang dikemudikan oleh IM melaju di jalur yang sama. Saat mendekati titik jalan berlubang, korban mengurangi kecepatan untuk menghindari kerusakan jalan tersebut.
“Pengendara sepeda motor memperlambat laju kendaraan karena hendak menghindari lubang di lajur kanan. Namun, dari belakang datang dump truk yang kemudian menabrak bagian belakang sepeda motor,” ujar Sugihartono saat dikonfirmasi.
Benturan keras membuat korban terjatuh dan mengalami luka berat. Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke RSUD Kabupaten Bekasi. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang diderita.
Selain korban jiwa, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga mengalami kerusakan. Sepeda motor korban rusak di bagian belakang, sementara dump truk mengalami kerusakan di bagian depan.
Hingga saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara detail penyebab kecelakaan serta memastikan unsur kelalaian dari pihak-pihak yang terlibat.
“Perkara ini masih kami tangani untuk kepentingan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Sugihartono.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Polda Metro Jaya Minta Maaf Terkait Kasus Pedagang Es Gabus di Kemayoran

Babs News - Jakarta, 28/01/2026. Kepolisian Daerah Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang melibatkan Suderajat, pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat. Sebelumnya, Suderajat sempat dituding menggunakan bahan berbahaya dalam produknya, namun tuduhan tersebut dipastikan tidak terbukti setelah hasil uji laboratorium menunjukkan es gabus yang dijual aman untuk dikonsumsi.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa kegiatan aparat di lapangan sebenarnya bertujuan memberikan edukasi kepada pelaku usaha terkait keamanan pangan. Namun, cara pelaksanaannya dinilai kurang tepat sehingga memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa ini dan kegaduhan yang timbul di masyarakat,” ujar Budi Hermanto pada Selasa (27/1/2026).
Ia mengakui bahwa pendekatan yang dilakukan petugas di lapangan menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya bagi Suderajat dan keluarganya. Menurutnya, meski tujuan awalnya baik, metode yang digunakan tidak sesuai sehingga berdampak negatif.
“Niat awalnya adalah memberikan edukasi terkait keamanan pangan. Namun kami menyadari cara yang ditempuh di lapangan tidak tepat,” katanya.
Budi juga menegaskan bahwa pihak kepolisian memahami kekecewaan yang dirasakan Suderajat. Ia menekankan komitmen Polri untuk mendukung pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
“Polda Metro Jaya sangat peduli terhadap pelaku UMKM. Mereka adalah tulang punggung ekonomi, sehingga harus dilindungi dan didukung,” ujarnya.
Terkait dugaan tindakan kekerasan oleh oknum aparat dalam kasus ini, Budi memastikan bahwa pihak internal kepolisian telah melakukan pemeriksaan. Proses penyelidikan masih berlangsung, dan jika terbukti ada pelanggaran, akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
“Jika ditemukan pelanggaran, yang bersangkutan akan dikenai sanksi disiplin maupun sanksi kode etik,” tegasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, kepolisian juga membuka ruang komunikasi dengan Suderajat dan memberikan pendampingan agar ia dapat kembali menjalankan usahanya dengan aman dan nyaman. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberi kesempatan kepada aparat untuk menyelesaikan proses yang sedang berjalan.
“Kami berterima kasih atas masukan dan pengawasan publik. Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah dan memperbaiki pelayanan,” tutup Budi.

Sumber : kumparan news
Editor : Tia
Share:

Berita Populer