UBSI dan Pemkot Bekasi Evaluasi Program Beasiswa Mahasiswa Tidak Mampu 2025

Babe News - Bekasi, 29/01/2026. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) bersama Pemerintah Kota Bekasi menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Beasiswa Mahasiswa Tidak Mampu Tahun 2025 pada Senin (26/1). Kegiatan ini berlangsung di UBSI Kampus Cut Mutiah, Kota Bekasi, sebagai bentuk komitmen memastikan bantuan pendidikan tersebut tepat sasaran dan berjalan efektif.
Program monitoring dan evaluasi ini dilakukan untuk meninjau pelaksanaan beasiswa, mulai dari proses penyaluran dana hingga dampaknya terhadap kelangsungan studi mahasiswa penerima. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 104 mahasiswa UBSI menjadi penerima manfaat dari program Beasiswa Mahasiswa Tidak Mampu yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bekasi.
Sebagai kampus yang mengusung konsep digital kreatif, UBSI menegaskan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Melalui evaluasi ini, pihak kampus dan pemerintah daerah ingin memastikan program beasiswa benar-benar membantu mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan mereka.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan UBSI, di antaranya Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Diah Puspitasari dan Wakil Rektor II Bidang Non-Akademik Adi Supriyatna, serta tim dari Bagian Keuangan dan Bagian Beasiswa UBSI. Dari Pemerintah Kota Bekasi, hadir Nasro Dwi Prana, Neneng Sumiardih, dan Herlina Ningsih beserta perwakilan instansi terkait.
Dalam sambutannya, Dr. Diah Puspitasari menekankan pentingnya kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan program beasiswa. Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi menjadi langkah strategis untuk memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.
“Melalui monitoring dan evaluasi ini, kami ingin memastikan bahwa beasiswa benar-benar memberikan manfaat bagi mahasiswa, sekaligus mendukung mereka agar dapat menyelesaikan studi hingga lulus,” ujar Diah.
UBSI juga berharap koordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi dapat terus diperkuat agar program beasiswa ke depan semakin efektif. Selain membantu secara finansial, beasiswa ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan prestasi akademik dan menyelesaikan kuliah tepat waktu.

Sumber : News bsi.ac
Editor : Tia
Share:

174 Kendaraan Terjaring Operasi Pemeriksaan Pajak di Cikarang Utara

Babe News - Bekasi, 29/01/2026. Petugas gabungan menggelar operasi pemeriksaan pajak kendaraan bermotor di Ruas Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 174 kendaraan terjaring pemeriksaan, terdiri dari 110 kendaraan roda dua dan 64 kendaraan roda empat.
Operasi ini melibatkan puluhan personel lintas instansi, di antaranya Satlantas Polres Metro Bekasi, Subdenpom, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan sekaligus mendekatkan layanan kepada wajib pajak.
Kasubid Penagihan Bapenda Kabupaten Bekasi, Bambang Priyanto, menjelaskan bahwa operasi ini lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Menurutnya, petugas tidak fokus pada pemberian sanksi berat, melainkan mendorong masyarakat untuk segera melunasi kewajiban pajaknya.
“Pengendara yang terjaring kami arahkan untuk dicek status pajaknya. Jika belum bayar, kami berikan surat pemberitahuan atau notice untuk diurus di Samsat,” ujar Bambang.
Ia menegaskan, petugas tidak menahan STNK pengendara yang belum membayar pajak. Warga cukup membawa surat pemberitahuan tersebut ke kantor Samsat atau memanfaatkan layanan pembayaran yang tersedia.
“Kami tidak menahan STNK. Kalau tidak bawa uang atau BPKB, tinggal bawa notice itu ke Samsat untuk mengurus pajak,” tambahnya.
Bambang juga menyebutkan bahwa operasi gabungan ini merupakan bentuk layanan jemput bola kepada masyarakat. Selain di jalan raya, pemeriksaan pajak juga dilakukan di perusahaan-perusahaan, khususnya untuk kendaraan angkutan umum dan bus karyawan. Operasi serupa rutin dilakukan setiap bulan untuk mendukung target pendapatan daerah, dengan skema bagi hasil pajak 60 persen untuk kabupaten dan 40 persen untuk provinsi.
Sementara itu, Kanit Turjawali Polres Metro Bekasi, Iptu Kambon, mengatakan pihak kepolisian juga melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Pengendara yang tidak membawa kelengkapan surat atau tidak menggunakan helm diberikan teguran hingga tilang manual.
“Untuk pelanggaran lalu lintas, kami lakukan penindakan. Ada dua tilang manual dan 10 teguran yang diberikan,” kata Kambon.
Salah satu pengendara roda empat, Mansur (55), mengaku terkejut saat diberhentikan petugas. Ia mengakui pajak kendaraannya telah mati selama satu tahun akibat kesibukan sehari-hari.
“Sempat kaget, ternyata STNK saya mati setahun,” ujarnya.
Namun, ia merasa terbantu karena di lokasi razia tersedia layanan Samsat Keliling, sehingga ia bisa langsung melunasi tunggakan pajak sebesar Rp2.493.000.
“Biasanya saya pakai biro jasa, tapi karena bisa bayar langsung di sini, jadi sekalian saya bayar. Kalau tidak ada razia ini, mungkin belum perpanjang pajak,” katanya.

Sumber : metrotvnews
Editor : Tia
Share:

Hindari Jalan Berlubang, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Dump Truk di Bekasi

Babe News - Bekasi, 28/01/2026. Kecelakaan lalu lintas fatal terjadi di Jalan RE Martadinata, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (27/1/2026). Seorang pengendara sepeda motor berinisial SA (38) meninggal dunia setelah tertabrak dump truk saat berusaha menghindari lubang di jalan.
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, Kompol Sugihartono, menjelaskan bahwa peristiwa nahas itu bermula ketika korban mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi B-4973-FBY dari arah timur menuju barat. Korban melaju di lajur kanan saat mendekati lokasi kejadian.
Di waktu yang sama, dari arah belakang, sebuah light dump truk Toyota Dyna bernomor polisi B-9413-JZ yang dikemudikan oleh IM melaju di jalur yang sama. Saat mendekati titik jalan berlubang, korban mengurangi kecepatan untuk menghindari kerusakan jalan tersebut.
“Pengendara sepeda motor memperlambat laju kendaraan karena hendak menghindari lubang di lajur kanan. Namun, dari belakang datang dump truk yang kemudian menabrak bagian belakang sepeda motor,” ujar Sugihartono saat dikonfirmasi.
Benturan keras membuat korban terjatuh dan mengalami luka berat. Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke RSUD Kabupaten Bekasi. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang diderita.
Selain korban jiwa, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga mengalami kerusakan. Sepeda motor korban rusak di bagian belakang, sementara dump truk mengalami kerusakan di bagian depan.
Hingga saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara detail penyebab kecelakaan serta memastikan unsur kelalaian dari pihak-pihak yang terlibat.
“Perkara ini masih kami tangani untuk kepentingan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Sugihartono.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer