Target H-10 Lebaran Rampung, Tri Adhianto Pantau Langsung Perbaikan Jalan Rusak di Bekasi

Babe News - Bekasi, 19/02/2026. Pemerintah Kota Bekasi terus bergerak cepat memperbaiki kondisi jalan rusak di sejumlah wilayah. Upaya percepatan ini dilakukan demi memastikan aktivitas warga tetap lancar sekaligus mempersiapkan kondisi jalan yang aman dan nyaman menjelang arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Pada Rabu (18/2/2026), Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turun langsung memantau progres perbaikan jalan yang saat ini sedang dikebut di beberapa titik strategis. Pemkot Bekasi sendiri menyiapkan anggaran besar untuk mendukung program tersebut, yakni lebih dari Rp200 miliar.
Tri menyampaikan bahwa anggaran jumbo ini dialokasikan khusus untuk percepatan pemulihan atau recovery jalan, mengingat banyak ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat cuaca ekstrem serta tingginya aktivitas kendaraan.
Fokus Perbaikan Jalan Utama, Dilakukan Bertahap Sesuai Prioritas
Tri menjelaskan, pengerjaan perbaikan jalan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas, menyesuaikan kebutuhan masyarakat serta kemampuan anggaran daerah. Beberapa ruas jalan utama yang kini masuk dalam tahap pengerjaan di antaranya adalah:
Jalan I Gusti Ngurah Rai
Jalan Swatantra
Sejumlah titik di kawasan Bekasi Utara
Sementara itu, Tri menyebut salah satu jalan yang sudah selesai diperbaiki adalah Jalan Nonon Sonthanie, yang sebelumnya menjadi sorotan karena kerusakan cukup mengganggu pengguna jalan.
“Anggaran yang kita siapkan tahun ini di atas Rp200 miliar untuk recovery jalan. Pengerjaannya dilakukan bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran yang kita miliki,” kata Tri saat dikonfirmasi awak media.
Target Pemkot: Jalan Milik Kota Selesai Sebelum H-10 Lebaran
Pemkot Bekasi menargetkan perbaikan sejumlah ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kota dapat rampung sebelum H-10 Lebaran. Target ini dibuat agar kondisi jalan lebih siap digunakan masyarakat saat aktivitas meningkat menjelang Hari Raya.
Tri menegaskan, program percepatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memberikan rasa aman bagi pengendara, baik warga lokal maupun masyarakat luar daerah yang melintas di Kota Bekasi.
Jalan Nasional Jadi Tanggung Jawab Pemerintah Pusat
Dalam keterangannya, Tri juga menyinggung sejumlah jalan protokol yang berstatus jalan nasional, seperti:
Jalan Ahmad Yani
Jalan Sultan Agung
Jalan Sudirman
Menurut Tri, ruas-ruas jalan tersebut tidak berada dalam kewenangan Pemerintah Kota Bekasi karena merupakan tanggung jawab pemerintah pusat.
Meski begitu, Tri memastikan pihaknya tetap melakukan koordinasi aktif dengan pemerintah provinsi dan kementerian terkait. Dari hasil komunikasi tersebut, pemerintah pusat disebut sudah menyatakan komitmen untuk menyelesaikan perbaikan jalan nasional paling lambat H-10 sebelum Lebaran.
Tri menyebut koordinasi tersebut dilakukan bersama Penjabat Gubernur, sehingga diharapkan proses perbaikan bisa berjalan serentak antara jalan kota dan jalan nasional.
Jalan Siliwangi yang Longsor Masih Jadi Perhatian
Selain perbaikan jalan rusak, Pemkot Bekasi juga memberikan perhatian khusus pada kondisi Jalan Siliwangi yang sempat mengalami longsor. Tri menyatakan pihaknya terus mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar segera melakukan penanganan teknis secara maksimal karena ruas tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat.
Tri menilai, perbaikan Jalan Siliwangi tidak bisa ditunda terlalu lama karena berpotensi mengganggu mobilitas warga serta meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak segera ditangani.

Sumber : bekasi terkini
Editor : Tia
Share:

Trans Beken Jadi Favorit Warga Bekasi, Hampir 5 Ribu Penumpang Terangkut di Pekan Pertama

Babe News - Bekasi, 19/02/2026. Layanan bus Trans Bekasi Keren (Trans Beken) mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan sejak resmi beroperasi di Kota Bekasi. Dalam minggu pertama peluncurannya, jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi ini tercatat cukup tinggi dan terus mengalami peningkatan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mencatat, bus Trans Beken pada rute Terminal Induk Bekasi–Harapan Indah telah mengangkut total 4.968 penumpang. Data tersebut dihitung sejak layanan mulai diluncurkan pada Selasa (10/2/2026) hingga Selasa (17/2/2026).
Angka ini sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran Trans Beken mulai menjadi pilihan baru bagi masyarakat Bekasi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Okupansi Naik 43,8 Persen, Dishub: Ini Sinyal Positif
Dishub Kota Bekasi juga menyebut terjadi peningkatan okupansi penumpang hingga 43,8 persen dalam periode tersebut. Lonjakan ini menjadi bukti bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi umum yang nyaman, teratur, dan terintegrasi memang sangat besar.
Sistem pencatatan penumpang yang digunakan pun sudah berbasis pemantauan laporan secara real-time, sehingga Dishub dapat memonitor kondisi penumpang secara langsung setiap harinya.
Dishub Bekasi: Antusias Warga Tinggi, Tapi Tidak Boleh Cepat Puas
Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, mengatakan tren peningkatan jumlah penumpang ini menjadi sinyal baik bagi pengembangan transportasi publik di Kota Bekasi. Namun, ia menegaskan capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri.
Menurutnya, data penumpang justru harus dijadikan acuan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar Trans Beken tetap diminati masyarakat.
“Tren ini sangat baik, tetapi kita tidak boleh berpuas diri. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap Trans Beken, dan kami akan menjadikannya pijakan untuk evaluasi pelayanan lebih lanjut,” ujar Zeno, Rabu (18/2/2026).
Layanan Akan Terus Dioptimalkan, Fokus pada Ketepatan Waktu dan Kebersihan
Zeno menambahkan, Dishub akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan sesuai arahan Wali Kota Bekasi. Upaya ini dilakukan agar Trans Beken bisa menjadi transportasi publik yang benar-benar aman, nyaman, serta dapat diandalkan dalam jangka panjang.
Beberapa aspek yang menjadi fokus evaluasi di antaranya adalah:
Ketepatan waktu kedatangan bus (headway)
Kebersihan armada
Kenyamanan penumpang selama perjalanan
Konsistensi layanan agar penumpang tetap loyal
Dishub berharap dengan evaluasi rutin dan perbaikan bertahap, Trans Beken dapat menjadi salah satu solusi nyata untuk mengurangi ketergantungan warga pada kendaraan pribadi sekaligus mengurangi kemacetan di sejumlah titik Kota Bekasi.

Sumber : bekasiterkini
Editor : Tia
Share:

Polisi Tangkap Dua Pelaku Penipuan Bermodus Jual Beli Online di Bekasi

Babe News - Bekasi, 18/02/2026. Unit Reskrim Polsek Cikarang Barat, Polres Metro Bekasi, berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku penipuan yang menggunakan modus transaksi jual beli secara daring (online). Kasus ini terjadi di wilayah Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, dan sempat ramai diperbincangkan setelah viral di media sosial.
Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat, AKP Engkus Kusnadi, membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan, dua terduga pelaku yang diamankan berinisial UA dan DA.
“Kasus ini sempat viral di Instagram, dan hari ini petugas berhasil menangkap dua terduga pelaku yakni UA dan DA,” ujar Engkus saat dikonfirmasi di Cikarang, Selasa.
Berawal dari Unggahan Korban di Media Sosial
Kasus ini bermula dari laporan korban berinisial DA (22), seorang mahasiswi asal Kabupaten Brebes. Korban mengaku mengalami kerugian setelah melakukan transaksi pembelian Apple Watch Series 7 melalui media sosial.
Awalnya, korban membuat unggahan di media sosial dengan tujuan mencari seseorang yang menjual jam tangan pintar tersebut. Tak lama kemudian, unggahan itu direspons oleh pelaku yang mengaku memiliki barang sesuai yang dicari korban.
Pelaku menawarkan Apple Watch Series 7 dengan harga Rp2,9 juta.
Sepakat Bertemu Langsung di Lokasi yang Ditentukan
Setelah berkomunikasi melalui media sosial, korban dan pelaku melanjutkan pembicaraan lewat aplikasi WhatsApp. Keduanya kemudian sepakat melakukan transaksi secara langsung dengan bertemu di sebuah rumah makan yang berada di depan Klinik Mitra Sehat Jarakosta, Desa Danau Indah, Kecamatan Cikarang Barat.
Saat pertemuan berlangsung, pelaku sempat menunjukkan jam tangan pintar yang ditawarkan. Namun, korban tidak sempat mengecek secara menyeluruh karena pelaku berdalih ada kendala teknis.
Pelaku juga tidak langsung menghubungkan (connect) perangkat tersebut ke ponsel korban, dengan alasan prosesnya membutuhkan waktu.
Korban Transfer Rp2 Juta, Pelaku Langsung Menghilang
Karena merasa yakin, korban akhirnya mentransfer uang sebesar Rp2 juta ke rekening yang diketahui atas nama salah satu terduga pelaku. Namun setelah uang ditransfer, situasi berubah.
Pelaku langsung menghilang dari lokasi. Tak hanya itu, nomor kontak korban juga langsung diblokir. Ketika korban mencoba menggunakan jam tangan yang dibelinya, perangkat tersebut ternyata tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Korban pun merasa ditipu dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Polisi Bergerak Cepat, Pelaku Ditangkap di Rumah Kontrakan
Menerima laporan korban, petugas segera melakukan penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan korban dan melakukan pengecekan lokasi kejadian.
Setelah ditelusuri, polisi akhirnya berhasil menemukan keberadaan para pelaku. Keduanya diamankan di sebuah rumah kontrakan dan langsung dibawa ke Mapolsek Cikarang Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Saat ini, kedua terduga pelaku telah ditahan di rumah tahanan Polsek Cikarang Barat.
Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara
Atas perbuatannya, UA dan DA dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Mereka terancam hukuman pidana penjara maksimal empat tahun.
Polisi Imbau Warga Waspada Saat Belanja Online
AKP Engkus Kusnadi juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli online, terutama melalui media sosial yang rawan dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
Ia menekankan pentingnya memastikan kondisi barang benar-benar aman sebelum melakukan pembayaran.
Selain itu, masyarakat dapat mengakses bantuan dan layanan pengaduan kepolisian melalui berbagai kanal, seperti:
Layanan darurat 110
Layanan Curhat Langsung ke Bunda Kapolres (CLBK) 081383990086
Nomor pengaduan resmi 08111939110
“Polisi siap melayani masyarakat selama 24 jam penuh secara cepat, humanis, dan responsif,” tutupnya.

Sumber : antara news
Editor : Tia
Share:

Berita Populer