Diduga Sakit Hati Karena Cinta Ditolak, Mahasiswa UIN Suska Riau Bacok Rekan Kampus di Ruang Sidang

Babe News - Riau, 27/02/2026. Insiden kekerasan terjadi di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Seorang mahasiswa berinisial Reyhan Mufazar (22) diduga menyerang mahasiswi Fakultas Hukum, Farradila Ayu Pramesti (23), menggunakan kapak saat korban tengah menjalani seminar proposal (sempro).
Peristiwa tersebut berlangsung di ruang sidang kampus dan mengejutkan civitas akademika yang berada di lokasi. Saat kejadian, korban diketahui sedang mempresentasikan proposal penelitiannya. Situasi mendadak berubah mencekam ketika pelaku datang dan melakukan penyerangan.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra, menyampaikan bahwa dugaan sementara motif tindakan tersebut dipicu rasa sakit hati karena pelaku tidak terima cintanya ditolak oleh korban. Meski demikian, penyidik masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan latar belakang kejadian secara menyeluruh.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bacok di bagian tangan dan kepala. Ia segera dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Pihak kepolisian menyebut kondisi korban saat ini mulai membaik setelah mendapatkan perawatan.
Sementara itu, aparat telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan. Pelaku sendiri sudah diamankan dan kini berada di Polsek Binawidya, Pekanbaru, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Cegah Longsor dan Percantik Kawasan, Pemkot Bekasi Bangun Tanggul di Jalan Alinda

Babe News - Bekasi, 27/02/2026. Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) tengah mempercepat pembangunan tanggul di sepanjang Jalan Alinda, Bekasi Utara. Proyek ini ditargetkan selesai sebelum Idul Fitri 1447 H agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya saat momen Lebaran.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (26/2/2026), aktivitas pengerjaan terlihat cukup intens. Alat berat dikerahkan untuk mengeruk aliran kali, sementara para pekerja tampak menyusun dan memasang batu kali di sepanjang bantaran sebagai struktur penahan.
Salah satu pekerja di lokasi, Paimin (23), menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan kelanjutan dari proyek sebelumnya. Untuk tahap saat ini, pemasangan batu kali sudah berjalan selama dua hari dengan panjang pengerjaan sekitar 200 meter.
Menurutnya, tanggul tersebut dibangun untuk memperkuat sisi jalan yang sebelumnya belum memiliki penahan yang memadai. Kondisi itu dikhawatirkan bisa memicu longsor, terutama saat debit air meningkat. Selain sebagai pengaman, proyek ini juga menjadi bagian dari rencana pelebaran jalan dan penataan kawasan, termasuk pembangunan trotoar bagi pejalan kaki.
Setelah pengerjaan tanggul rampung, tahapan berikutnya adalah memperbaiki badan jalan yang mengalami kerusakan. Rencananya, ruas jalan yang berlubang akan diperbaiki dengan pengecoran atau pengaspalan hingga ke pertigaan depan.
Pihak pelaksana menargetkan seluruh pekerjaan, baik tanggul maupun perbaikan jalan, bisa diselesaikan sebelum Lebaran. Namun, progres pekerjaan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca. Jika hujan turun terus-menerus, penyelesaian proyek bisa sedikit tertunda.
Respons warga sekitar terhadap pembangunan ini terbilang positif. Rudi (39), salah satu warga, mengaku senang karena kawasan terlihat lebih tertata dan tidak lagi terkesan kumuh. Sementara Putra (32) menilai keberadaan tanggul akan membantu memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir di lingkungan tersebut.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Pemkot Bekasi Tertibkan Bangunan, Proyek Flyover Bulak Kapal Mulai Digarap

Babe News - Bekasi, 27/02/2026. Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Tata Ruang (Distaru) mulai melakukan pembongkaran sejumlah bangunan di kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kamis (26/2/2026). Langkah ini menjadi bagian dari percepatan pembangunan flyover Bulak Kapal yang ditargetkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di wilayah tersebut.
Kepala Seksi Insentif, Disinsentif, dan Pembongkaran Bangunan Distaru Kota Bekasi, Tarmuji, menjelaskan bahwa penertiban dilakukan terhadap bangunan yang lahannya telah dibebaskan oleh pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Setelah proses ganti rugi diselesaikan, bangunan yang berada di atas lahan tersebut mulai dibongkar secara bertahap.
Di titik ini, terdapat sembilan bangunan yang terdampak. Rinciannya, empat bangunan milik perorangan dan lima bangunan yang berdiri di atas lahan milik Jasa Marga. Pada tahap awal, tiga bangunan milik warga yang kompensasinya telah dibayarkan langsung dibongkar oleh tim. Sementara satu bangunan di atas lahan Jasa Marga sudah lebih dulu dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya sejak pekan lalu. Lima bangunan lainnya dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat.
Total panjang lahan yang masuk dalam tahap pembongkaran kali ini diperkirakan mencapai sekitar 150 meter. Sebagian besar bangunan yang ditertibkan merupakan tempat usaha, mulai dari toko, showroom, hingga warung makan yang kini sudah tidak lagi beroperasi.
Flyover Bulak Kapal nantinya direncanakan membentang hingga Jalan Pahlawan dan melintasi jalur perlintasan kereta api. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan dapat menjadi solusi atas kemacetan yang selama ini kerap terjadi, terutama pada jam sibuk.
Pemerintah Kota Bekasi memastikan proses pembongkaran akan terus dilakukan secara bertahap mengikuti progres pembebasan lahan dari kementerian terkait. Setiap bangunan yang sudah menerima pembayaran ganti rugi akan langsung masuk tahap penertiban agar proyek dapat berjalan sesuai rencana.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer