Polisi Masih Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Balita di Bekasi Barat

Babe News - Bekasi, 05/03/2026. Aparat kepolisian hingga kini masih melakukan pendalaman terkait kasus dugaan pencabulan terhadap seorang balita perempuan berinisial A yang berusia 1 tahun 9 bulan. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Dalam proses penyelidikan yang masih berlangsung, penyidik dari Polres Metro Bekasi Kota diketahui belum memeriksa terlapor yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Kepala Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Kasat PPA-PPO) Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Rosdiana, menjelaskan bahwa sampai saat ini penyidik baru meminta keterangan dari dua orang saksi. Sementara itu, pihak terlapor masih belum dimintai keterangan karena proses pengumpulan bukti dan informasi masih berjalan.
Menurut Rosdiana, pihak kepolisian juga tengah menelusuri informasi mengenai kabar bahwa terduga pelaku telah berpindah dari rumah kontrakan tempat ia sebelumnya tinggal. Informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik guna memastikan apakah kepindahan tersebut berkaitan dengan kasus yang sedang ditangani.
Ia menegaskan bahwa penanganan perkara yang melibatkan anak memerlukan kehati-hatian yang tinggi. Hal ini dilakukan agar setiap langkah hukum yang diambil benar-benar didasarkan pada bukti yang kuat. Oleh karena itu, sebelum menetapkan seseorang sebagai tersangka, penyidik harus melalui berbagai tahapan pemeriksaan secara teliti.
Dalam proses penanganan kasus dugaan pencabulan terhadap anak, terdapat sejumlah prosedur yang harus dilakukan. Tahapan tersebut dimulai dari menerima laporan dari pihak keluarga korban, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan medis atau visum terhadap korban, serta meminta keterangan dari pelapor maupun para saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
Dalam kasus ini, korban telah menjalani pemeriksaan medis sebagai bagian dari proses penyelidikan. Namun, penyidik juga menghadapi kendala karena usia korban yang masih sangat kecil sehingga belum mampu menjelaskan secara detail kronologi peristiwa yang dialaminya. Padahal, dalam banyak kasus yang melibatkan anak, keterangan korban sering menjadi salah satu poin penting dalam proses penyelidikan.
Rosdiana menambahkan bahwa saat ini perkara tersebut masih berada pada tahap penyelidikan. Pihak kepolisian masih mengumpulkan berbagai bukti dan keterangan untuk menentukan apakah kasus ini nantinya dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Sebelumnya diketahui, balita A diduga menjadi korban pelecehan oleh seorang tetangga yang dikenal dengan inisial R alias G, berusia 48 tahun. Dugaan kejadian tersebut terjadi pada Desember 2025 di sebuah rumah kontrakan di kawasan Bekasi Barat, saat korban dititipkan oleh orang tuanya karena harus bekerja.
Ibu korban, FS (35), mengungkapkan bahwa awalnya ia menyadari adanya kejanggalan ketika anaknya sering mengeluh sakit pada bagian kemaluan. Selain itu, anaknya juga kerap menangis histeris saat dimandikan. Pada awalnya, FS mengira keluhan tersebut disebabkan oleh penggunaan popok yang terlalu kecil. Namun setelah popok diganti, kondisi anaknya tidak menunjukkan perubahan.
Karena khawatir, FS kemudian membawa anaknya ke puskesmas untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan awal, tenaga kesehatan menemukan kondisi yang tidak wajar pada bagian kemaluan korban dan menyarankan agar dilakukan pemeriksaan visum serta melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
FS akhirnya melaporkan dugaan tersebut ke Polsek Bekasi Barat pada 24 Desember 2025. Setelah laporan diterima, ia diarahkan untuk melanjutkan proses pemeriksaan medis di Polres Metro Bekasi Kota guna mendapatkan visum resmi.
Berdasarkan hasil visum yang dilakukan, disebutkan bahwa terdapat indikasi kuat bahwa korban mengalami pelecehan. Pemeriksaan medis menunjukkan adanya benda tumpul yang diduga masuk ke bagian kemaluan korban.
Kasus ini kemudian tercatat secara resmi dalam Laporan Polisi dengan nomor LP/B/3287/XII/2025/SPKT/POLRES METRO BEKASI KOTA/POLDA METRO JAYA tertanggal 24 Desember 2025.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Wanita Pura-Pura Melayat, Uang Takziah di Rumah Duka Kramat Jati Raib

Babe News - Jakarta, 06/03/2026. Aksi pencurian uang takziah terjadi di sebuah rumah duka di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur. Seorang wanita diduga memanfaatkan suasana duka untuk melancarkan aksinya dengan berpura-pura datang melayat. Kasus ini kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Dukuh IV, Kampung Dukuh, Kramat Jati. Kejadian ini pun sempat menjadi perbincangan di media sosial setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan pelaku beredar luas.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kramat Jati, AKP Fadoli, menjelaskan bahwa pelaku datang ke rumah duka dengan mengaku mengenal keluarga almarhum. Dengan cara tersebut, ia dapat dengan mudah berbaur bersama para pelayat lainnya tanpa menimbulkan kecurigaan.
Menurut Fadoli, pelaku memanfaatkan situasi rumah duka yang ramai dan penuh aktivitas. Ketika suasana sedang lengah, wanita tersebut mengambil uang takziah yang telah terkumpul lalu memasukkannya ke dalam tas miliknya sebelum akhirnya melarikan diri.
Polisi telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan awal. Selain meminta keterangan dari keluarga korban serta sejumlah saksi, petugas juga menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengidentifikasi pelaku.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memburu pelaku dan terus mendalami identitasnya. Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati, termasuk ketika berada di rumah duka. Pengelolaan uang takziah disarankan dilakukan oleh orang yang dipercaya dan diawasi secara bergantian agar tidak mudah disalahgunakan.
Diduga Sudah Tiga Kali Beraksi
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa aksi tersebut bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh pelaku. Polisi menduga wanita yang sama telah menjalankan modus serupa di beberapa lokasi lain.
AKP Fadoli mengungkapkan bahwa sebelumnya telah terjadi dua kasus pencurian dengan pola yang sama, yaitu pelaku berpura-pura datang melayat untuk mengambil uang takziah.
Kejadian pertama tercatat terjadi di Jalan Damai, kawasan Lubang Buaya, pada 22 Desember 2025. Sementara aksi berikutnya terjadi di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus, pada 4 Februari 2026. Dengan demikian, total dugaan aksi yang dilakukan pelaku mencapai tiga kali.
Polisi menduga kuat bahwa pelaku dalam ketiga kejadian tersebut adalah orang yang sama karena memiliki modus dan ciri yang serupa.
Mengaku sebagai “Teman Perjuangan”
Korban dalam kejadian di Kramat Jati adalah keluarga Nyai Hasanah (45). Pencurian terjadi pada Senin (2/3) sekitar pukul 12.30 WIB di rumah duka setelah mertua Hasanah meninggal dunia pada pukul 04.00 WIB.
Hasanah menuturkan bahwa pelaku merupakan seorang wanita yang datang sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu kondisi rumah duka masih relatif sepi karena para pelayat belum banyak berdatangan.
Selama berada di rumah tersebut, pelaku tampak duduk bersama pelayat lainnya dan sesekali memperhatikan keadaan sekitar. Ia bahkan bertahan cukup lama hingga menjelang proses pemakaman.
Untuk meyakinkan keluarga korban, wanita itu mengaku sebagai teman dari kakak ipar korban. Ia juga menyebut dirinya sebagai “teman perjuangan” yang pernah bersama-sama mengambil bantuan sosial seperti sembako dan KJP.
Karena merasa pelaku mengenal keluarganya, Hasanah tidak menaruh rasa curiga sedikit pun. Kesempatan itu kemudian dimanfaatkan oleh pelaku untuk menjalankan aksinya.
Saat hendak melakukan pencurian, pelaku beralasan ingin menggunakan toilet. Setelah itu, ia mengambil seluruh uang takziah yang ada dan langsung pergi meninggalkan rumah duka.
Keluarga baru menyadari uang tersebut hilang sekitar pukul 12.30 WIB. Warga sempat mencoba mengejar, namun pelaku sudah lebih dulu melarikan diri.
Rekaman CCTV yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang wanita bergegas keluar dari rumah setelah diduga melakukan pencurian.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Jalan Ahmad Yani Bekasi, Diduga Gagal Menyalip

Babe News - Bekasi, 05/03/2026. Kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa kembali terjadi di Kota Bekasi. Seorang pengendara sepeda motor berinisial MD (24) meninggal dunia setelah terlindas truk di Jalan Ahmad Yani, Bekasi, pada Rabu (4/3/2026).
Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban merupakan seorang laki-laki yang meninggal dunia di lokasi kejadian akibat kecelakaan tersebut.
Menurut penjelasan pihak kepolisian, saat kejadian korban sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax dan melaju dari arah selatan, tepatnya dari lampu lalu lintas Rawapanjang menuju ke arah utara atau menuju kawasan Mall Pakuwon.
Ketika tiba di lokasi kejadian, korban diduga mencoba mendahului sebuah truk jenis Tractor Head Sinotruck dengan nomor polisi B-9689-KEH yang berada di depannya. Namun nahas, saat melakukan manuver tersebut korban diduga kehilangan keseimbangan sehingga terjatuh ke arah kanan.
Pada saat bersamaan, korban berada terlalu dekat dengan kendaraan besar tersebut sehingga akhirnya terlindas ban belakang sebelah kiri truk. Akibat benturan keras tersebut, korban mengalami luka fatal dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Selain menyebabkan korban meninggal dunia, kecelakaan tersebut juga membuat sepeda motor Yamaha Nmax milik korban mengalami kerusakan cukup parah.
Setelah kejadian, jenazah korban kemudian dievakuasi oleh petugas dan dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk penanganan lebih lanjut.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa dua orang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian, masing-masing berinisial S dan SH. Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut.
Barang bukti yang diamankan meliputi satu unit kendaraan Tractor Head Sinotruck bernomor polisi B-9689-KEH beserta dokumen kendaraan seperti STNK dan SIM B umum milik pengemudi bernama Solihin. Selain itu, sepeda motor Yamaha Nmax dengan nomor polisi T-6466-SP milik korban juga turut diamankan untuk keperluan penyelidikan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut serta menelusuri kronologi kejadian secara lebih detail.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer