Quraish Shihab Doakan Presiden Prabowo dalam Peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara

Babe News - Jakarta, 11/03/2025. Tokoh agama sekaligus ahli tafsir Al-Qur’an, Quraish Shihab, menyampaikan doa khusus untuk Presiden Prabowo Subianto dalam acara peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan tersebut berlangsung di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa malam (10/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Quraish Shihab menyampaikan hikmah tentang kepemimpinan dan kekuasaan. Ia menekankan bahwa kekuasaan sejatinya berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, tidak ada seorang pun yang memperoleh kekuasaan tanpa kehendak dari Allah SWT.
Sebelum menyampaikan doa untuk Presiden Prabowo, Quraish Shihab menceritakan pengalaman yang pernah ia dengar dari gurunya, Syeikh Mutawalli Asy-Syarawi. Ia mengisahkan bahwa gurunya pernah memanjatkan doa serupa kepada Presiden Mesir saat itu.
Dalam doa tersebut, sang guru mengingatkan bahwa kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin pada dasarnya adalah amanah yang datang dari Tuhan. Oleh karena itu, seorang pemimpin diharapkan dapat menggunakan kekuasaan tersebut untuk membawa kebaikan bagi rakyatnya.
Mengikuti pesan dari gurunya, Quraish Shihab kemudian memanjatkan doa yang ia tujukan kepada Presiden Prabowo. Ia menyampaikan harapan agar jika kepemimpinan Prabowo merupakan takdir bagi rakyat Indonesia, maka semoga seluruh masyarakat dapat turut membantu dan mendukungnya dalam menjalankan tugas untuk menyejahterakan rakyat.
Namun di sisi lain, ia juga menyampaikan harapan agar jika jabatan yang diemban Presiden merupakan amanah untuk menegakkan keadilan dan menciptakan perdamaian, maka semoga Tuhan memberikan pertolongan dan bimbingan kepada Presiden dalam menjalankan tanggung jawab tersebut.
Selain itu, Quraish Shihab juga mengajak para tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut untuk bersama-sama memanjatkan doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Doa yang dibacakan tersebut merupakan doa yang biasa dipanjatkan Nabi setelah melaksanakan shalat. Dalam doa tersebut, umat memohon kepada Allah SWT agar diberikan kedamaian dalam kehidupan serta dimasukkan ke dalam surga yang penuh dengan ketenangan.
Setelah menyampaikan doa tersebut, Quraish Shihab menutup ceramah hikmah Nuzulul Qur’an yang ia sampaikan di hadapan para tamu undangan.
Usai acara, Presiden Prabowo terlihat membantu Quraish Shihab turun dari podium. Kepala Negara tampak menggandeng tangan kanan Quraish Shihab yang saat itu menggunakan tongkat di tangan kirinya untuk menuruni beberapa anak tangga.
Keduanya sempat berbincang singkat setelah turun dari podium. Dalam momen tersebut, Quraish Shihab terlihat menyampaikan beberapa pesan kepada Presiden, yang kemudian direspons oleh Prabowo dengan anggukan kepala.

Sumber : kompascom

Editor : Tia
Share:

Wali Kota Bekasi Ingatkan Disiplin ASN, Bolos 24 Hari Setahun Terancam Dipecat

Babe News - Bekasi, 11/03/2026. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan pentingnya kedisiplinan bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Ia mengingatkan bahwa kehadiran pegawai merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Tri, setiap ASN memiliki tanggung jawab besar untuk menjalankan tugas dengan baik. Karena itu, kedisiplinan dalam bekerja, termasuk kehadiran di kantor, harus menjadi perhatian utama bagi seluruh pegawai di lingkungan pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki aturan yang jelas mengenai tingkat kehadiran pegawai. Dalam regulasi kepegawaian disebutkan bahwa seorang ASN yang tidak masuk kerja hingga 24 hari dalam satu tahun tanpa alasan yang jelas dapat dikenakan sanksi berat, bahkan hingga pemberhentian dari jabatan.
Tri menegaskan bahwa dirinya tidak ingin ada pegawai di lingkungan Pemkot Bekasi yang harus menerima sanksi tersebut akibat kurangnya kedisiplinan.
“Dalam aturan kepegawaian disebutkan bahwa pegawai yang tidak hadir selama 24 hari dalam setahun bisa diberhentikan. Tentu saya tidak ingin hal seperti itu terjadi,” ujar Tri pada Senin (9/3/2026).
Ia juga meminta para pimpinan perangkat daerah untuk lebih aktif melakukan pengawasan terhadap pegawai di masing-masing instansi. Menurutnya, peran pimpinan sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh pegawai menjalankan kewajibannya dengan baik.
Tri berharap setiap kepala dinas maupun pimpinan unit kerja dapat memantau tingkat kehadiran pegawai secara rutin. Jika ditemukan pegawai yang sering tidak masuk kerja tanpa alasan yang jelas, maka perlu segera dilakukan evaluasi dan pembinaan.
Selain menekankan soal disiplin, Tri juga mengajak seluruh ASN untuk meningkatkan rasa empati dan kepedulian terhadap masyarakat. Ia menyampaikan pesan tersebut bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi.
Dalam kesempatan itu, Tri mengingatkan bahwa para pegawai pemerintah merupakan pihak yang diberi kepercayaan untuk melayani masyarakat. Oleh karena itu, mereka diharapkan memiliki kepedulian yang lebih besar terhadap kondisi warga, khususnya yang membutuhkan bantuan.
Menurutnya, sebagai aparatur negara, para pegawai memiliki tanggung jawab moral untuk membantu menciptakan pelayanan publik yang lebih baik, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Tri berharap semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta empati dapat terus tumbuh di lingkungan Pemkot Bekasi. Hal tersebut dinilai penting untuk membangun pelayanan publik yang lebih berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sumber : wartakota
Editor : Tia
Share:

Terungkap! Mayat Wanita Tinggal Tulang di Depok Diduga Dibunuh Suami Siri, Polisi Tangkap Pelaku

Babe News - Jawa Barat, 10/03/2026. Warga di kawasan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, sempat digegerkan dengan penemuan tulang belulang seorang wanita berinisial DH (56). Setelah dilakukan penyelidikan, polisi mengungkap bahwa korban diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh suami sirinya sendiri berinisial AR (44).
Penemuan jasad korban bermula pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, anak korban datang ke rumah ibunya bersama sang kekasih dengan tujuan membersihkan rumah tersebut. Namun keduanya justru dikejutkan oleh kondisi rumah yang mencurigakan hingga akhirnya menemukan sisa-sisa tulang belulang yang diduga milik DH.
Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengumpulkan sejumlah bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi terduga pelaku. AR, yang diketahui merupakan suami siri korban, ditangkap pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di wilayah Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa motif sementara dari tindakan pelaku diduga dipicu oleh rasa sakit hati. Pelaku diketahui tidak memiliki pekerjaan dan sempat diusir oleh korban dari rumah mereka.
Menurut Budi, perasaan tersinggung dan emosi karena perlakuan tersebut diduga mendorong pelaku untuk melakukan tindakan nekat yang berujung pada pembunuhan terhadap korban.
Selain faktor emosi, polisi juga menduga persoalan ekonomi menjadi salah satu latar belakang konflik yang terjadi antara korban dan pelaku. Masalah keuangan disebut sering memicu pertengkaran di antara keduanya.
Polisi juga menemukan adanya indikasi kekerasan pada jasad korban. Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat menjelaskan secara detail mengenai bentuk kekerasan tersebut karena masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, jasad DH kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, guna dilakukan proses autopsi oleh tim medis.
Dari keterangan sejumlah saksi, termasuk Ketua RT setempat yang berinisial SS, diketahui bahwa hubungan rumah tangga antara korban dan pelaku memang kerap diwarnai pertengkaran. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa konflik pribadi menjadi pemicu utama terjadinya peristiwa tragis tersebut.
Selain itu, polisi juga menemukan fakta yang cukup unik saat melakukan identifikasi awal di lokasi kejadian. Pada tubuh korban ditemukan taburan bubuk kopi yang diduga sengaja ditaburkan oleh pelaku.
Meski demikian, hingga saat ini pihak kepolisian masih mendalami tujuan dari tindakan tersebut dan apakah ada kaitannya dengan upaya pelaku untuk menyamarkan bau atau menghilangkan jejak.
Kasus ini kini masih dalam penanganan aparat kepolisian untuk mengungkap secara lengkap kronologi serta motif sebenarnya di balik pembunuhan tersebut.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer