Jalur Selatan Jabar Padat, Limbangan Jadi Titik Rawan Kemacetan Saat Mudik

Babe News - Jawa Barat, 19/03/2026. Arus mudik di jalur selatan Jawa Barat, khususnya di kawasan Limbangan, Garut, mengalami kepadatan cukup signifikan. Volume kendaraan yang terus meningkat membuat jalur ini menjadi salah satu titik krusial kemacetan bagi para pemudik yang menuju Tasikmalaya hingga Jawa Tengah.
Kepadatan ini dipicu oleh lonjakan kendaraan dari arah Bandung yang melewati Nagreg. Para pemudik kemudian menyebar ke dua jalur utama, yakni Limbangan–Malangbong dan Kadungora–Leles. Aliran kendaraan yang datang secara bersamaan membuat kedua jalur tersebut tidak mampu menampung lonjakan arus secara optimal.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, hingga Rabu malam sekitar pukul 19.00 WIB, tercatat lebih dari 100 ribu kendaraan melintas di kawasan Nagreg menuju arah Garut dan Tasikmalaya. Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.
Sebagian besar kendaraan yang melintasi Limbangan merupakan pemudik dengan tujuan luar kota seperti Tasikmalaya hingga Jawa Tengah. Sementara itu, jalur Kadungora lebih banyak digunakan oleh warga lokal yang hendak pulang ke wilayah Garut kota dan daerah selatan.
Lonjakan volume kendaraan ini berdampak langsung pada kemacetan panjang di jalur Limbangan–Malangbong. Bahkan pada Kamis dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, antrean kendaraan terpantau mengular hingga kurang lebih 15 kilometer, mulai dari kawasan Bandrek hingga Malangbong.
Salah satu pemudik asal Klaten, Dimas (27), mengaku mengalami beberapa titik kemacetan selama perjalanan dari Jakarta menuju Jawa Tengah. Ia menyebut kemacetan terjadi di wilayah Cimahi, Nagreg, dan saat memasuki Garut.
“Macetnya terasa di Cimahi, Nagreg, dan pas masuk Garut,” ujarnya.
Untuk mengurai kepadatan yang semakin parah, petugas sempat melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan dari jalur Limbangan ke jalur alternatif melalui pusat kota Garut. Rute yang digunakan antara lain Kadungora–Leles–Jalan Sudirman–Cilawu–Salawu.
Hal ini juga dirasakan oleh Billy (30), pemudik asal Jakarta yang menuju Ciamis. Ia mengaku diarahkan melewati jalur perkotaan Garut sebelum akhirnya kembali ke jalur utama menuju Tasikmalaya.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Diskon Pajak Kendaraan 10% di Jabar Selama Libur Lebaran, Layanan Tetap Buka

Babe News - Bekasi, 19/03/2026. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadirkan program keringanan pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar 10 persen selama masa libur Lebaran, tepatnya pada 18–24 Maret 2026. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai upaya memberikan kemudahan sekaligus mendorong masyarakat untuk tetap taat membayar pajak di tengah momen hari raya.
Program potongan pajak ini berlaku untuk seluruh jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Menariknya, layanan pembayaran pajak di wilayah Jawa Barat tetap beroperasi meski dalam periode libur Lebaran, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir jika ingin menyelesaikan kewajiban pajaknya.
Tak hanya melalui layanan langsung, pemerintah juga memaksimalkan kanal digital agar lebih praktis. Warga dengan kendaraan berpelat nomor Jawa Barat bisa memanfaatkan layanan e-Samsat melalui aplikasi seperti Sambara dan SIGNAL. Dengan begitu, pembayaran pajak bisa dilakukan kapan saja tanpa harus datang ke kantor Samsat.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga mengajak masyarakat memanfaatkan diskon ini dengan bijak. Ia bahkan menyampaikan pesan ringan agar dana yang ada tidak habis seluruhnya untuk kebutuhan Lebaran, tetapi bisa dialokasikan untuk membayar pajak dengan potongan yang cukup menguntungkan.
Selain itu, ia turut mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar tetap mengutamakan keselamatan. Menurutnya, perjalanan yang aman jauh lebih penting daripada terburu-buru sampai tujuan. Ia menyarankan pengendara untuk beristirahat jika merasa lelah atau mengantuk selama di perjalanan.
Sementara itu, Kepala Bapenda Jawa Barat, Asep Supriatna, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan dukungan penuh selama program berlangsung. Kantor Samsat induk tetap beroperasi selama 24 jam, lengkap dengan petugas yang siap membantu masyarakat, termasuk dalam penggunaan layanan digital.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jawa Barat dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah diakses, modern, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Sumber : bekasigo
Editor : Tia
Share:

Diskon Pajak Kendaraan 10% di Jabar Selama Libur Lebaran, Layanan Tetap Buka

Babe News - Bekasi, 19/03/2026. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadirkan program keringanan pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar 10 persen selama masa libur Lebaran, tepatnya pada 18–24 Maret 2026. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai upaya memberikan kemudahan sekaligus mendorong masyarakat untuk tetap taat membayar pajak di tengah momen hari raya.
Program potongan pajak ini berlaku untuk seluruh jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Menariknya, layanan pembayaran pajak di wilayah Jawa Barat tetap beroperasi meski dalam periode libur Lebaran, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir jika ingin menyelesaikan kewajiban pajaknya.
Tak hanya melalui layanan langsung, pemerintah juga memaksimalkan kanal digital agar lebih praktis. Warga dengan kendaraan berpelat nomor Jawa Barat bisa memanfaatkan layanan e-Samsat melalui aplikasi seperti Sambara dan SIGNAL. Dengan begitu, pembayaran pajak bisa dilakukan kapan saja tanpa harus datang ke kantor Samsat.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga mengajak masyarakat memanfaatkan diskon ini dengan bijak. Ia bahkan menyampaikan pesan ringan agar dana yang ada tidak habis seluruhnya untuk kebutuhan Lebaran, tetapi bisa dialokasikan untuk membayar pajak dengan potongan yang cukup menguntungkan.
Selain itu, ia turut mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar tetap mengutamakan keselamatan. Menurutnya, perjalanan yang aman jauh lebih penting daripada terburu-buru sampai tujuan. Ia menyarankan pengendara untuk beristirahat jika merasa lelah atau mengantuk selama di perjalanan.
Sementara itu, Kepala Bapenda Jawa Barat, Asep Supriatna, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan dukungan penuh selama program berlangsung. Kantor Samsat induk tetap beroperasi selama 24 jam, lengkap dengan petugas yang siap membantu masyarakat, termasuk dalam penggunaan layanan digital.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jawa Barat dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah diakses, modern, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Sumber : bekasigo
Editor : Tia
Share:

Berita Populer