Ibu dan Bayi Diturunkan di Rest Area Jatibening, Polisi Sigap Beri Bantuan Hingga Pulang

Babe News - Bekasi, 25/03/2026. Seorang ibu muda bernama Sintia, warga Kranji, Bekasi Barat, mengalami kejadian tak menyenangkan saat perjalanan pulang usai mudik Lebaran. Ia bersama bayinya diturunkan di rest area kawasan Jatibening, Pondok Gede, pada Selasa (24/3/2026).
Peristiwa tersebut diduga terjadi karena sopir travel melewati titik tujuan yang seharusnya menjadi lokasi turun Sintia. Akibatnya, ia diminta untuk turun lebih awal dan diarahkan untuk melanjutkan perjalanan dengan kendaraan lain menuju rumahnya di Kranji.
Namun, situasi tersebut membuat Sintia merasa bingung, cemas, dan tidak aman, terlebih karena ia membawa bayi. Dalam kondisi tersebut, ia kemudian memutuskan mencari bantuan dengan mendatangi pos polisi yang berada di area rest area.
Petugas kepolisian yang menerima laporan tersebut langsung merespons dengan sigap. Setelah mendengar penjelasan Sintia, mereka memberikan bantuan dengan mengantarkannya hingga sampai ke rumahnya di wilayah Kranji, Bekasi Barat.
Sesampainya di rumah, rasa haru tak terbendung. Sintia pun menangis lega setelah akhirnya bisa kembali dengan selamat bersama bayinya.

Sumber : info bekasi
Editor : Tia
Share:

Libur Lebaran, Polisi Awasi 28 Tempat Wisata di Kabupaten Bekasi

Babe News - Bekasi, 25/03/2026. Selama masa libur Lebaran, aparat kepolisian meningkatkan pengawasan di sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Bekasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan para pengunjung dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman di tengah meningkatnya jumlah wisatawan.
Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, menyampaikan bahwa ada sebanyak 28 objek wisata yang menjadi fokus pemantauan. Bersama jajarannya, ia juga turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi di beberapa lokasi favorit, seperti Go! Wet Waterpark dan Transera Waterpark yang dikenal ramai saat musim liburan.
Dalam kunjungannya, Sumarni tak hanya melakukan pengecekan keamanan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pengunjung. Bahkan, ia sempat membagikan makanan ringan sebagai bentuk pendekatan humanis agar suasana tetap hangat dan kondusif.
Ia menjelaskan bahwa pihak pengelola tempat wisata juga telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung. Mulai dari menambah petugas keamanan, meningkatkan kebersihan area, hingga menyediakan tenaga medis lengkap dengan ambulans yang siap siaga jika terjadi kondisi darurat.
Salah satu pengelola wisata menyebutkan bahwa jumlah pengunjung dalam satu hari sudah mencapai sekitar seribu orang. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan, terutama saat memasuki puncak libur Lebaran.

Sumber : Radar Bekasi
Editor : Tia
Share:

Trump Umumkan Penundaan Serangan ke Iran, Sinyal Perang Timur Tengah Segera Mereda?

Babe News - Amerika Serikat, 24/03/2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengejutkan publik dengan pernyataan terbarunya terkait konflik dengan Iran. Ia mengungkapkan bahwa pihak AS dan Iran telah melakukan pembicaraan yang disebutnya “sangat baik” dalam beberapa hari terakhir, sebagai upaya mengakhiri ketegangan yang telah berlangsung selama tiga minggu di kawasan Timur Tengah.
Melalui unggahan di media sosial, Trump menyebut bahwa komunikasi antara Washington dan Teheran berjalan cukup produktif. Bahkan, ia mengklaim kedua pihak sedang menuju kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik secara menyeluruh.
Sebagai bentuk keseriusan dalam proses tersebut, Trump juga menyatakan telah menginstruksikan Pentagon untuk menunda rencana serangan militer terhadap fasilitas energi Iran selama lima hari. Namun, penundaan ini bersifat sementara dan bergantung pada kelanjutan serta hasil dari perundingan yang sedang berlangsung.
Pernyataan ini cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya Trump sempat mengancam akan menyerang infrastruktur energi Iran jika negara tersebut tidak membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting distribusi minyak dunia.
Di sisi lain, pemerintah Iran justru membantah adanya pembicaraan tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran menyebut tidak ada negosiasi seperti yang diklaim Trump, dan menilai pernyataan itu kemungkinan merupakan upaya untuk meredam lonjakan harga energi global akibat konflik.
Sementara itu, situasi di lapangan masih memanas. Iran tetap melakukan pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz, yang menjadi jalur strategis bagi sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia. Selain itu, serangan balasan juga terus dilakukan terhadap sejumlah target yang berkaitan dengan AS dan sekutunya di kawasan Teluk serta Israel.
Kepala Badan Energi Internasional, Fatih Birol, sebelumnya telah memperingatkan bahwa jika konflik ini terus berlanjut, dunia bisa menghadapi krisis energi yang lebih parah dibandingkan krisis minyak pada era 1970-an maupun dampak konflik Rusia-Ukraina.
Dampak dari ketegangan ini langsung terasa di pasar global. Harga minyak sempat melonjak hingga menembus angka 100 dolar AS per barel. Namun, setelah pengumuman Trump terkait penundaan serangan, harga minyak langsung mengalami penurunan tajam. Minyak mentah Brent turun lebih dari 14 persen menjadi sekitar 96 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate juga merosot ke kisaran 84 dolar AS per barel.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer