Pungli Marak Saat Libur Lebaran, DPRD Jabar Desak Penindakan Tegas di Lokasi Wisata

Babe News, Bekasi, 26/03/2026. Lonjakan wisatawan selama libur Lebaran di Jawa Barat menjadi perhatian serius DPRD setempat. Selain soal kepadatan, muncul pula kekhawatiran terkait praktik pungutan liar (pungli) yang berpotensi meresahkan pengunjung di sejumlah destinasi wisata.
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara, meminta seluruh petugas yang berjaga di lokasi wisata untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan. Ia menegaskan, kehadiran petugas bukan hanya untuk mengatur arus pengunjung, tetapi juga memastikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.
Menurutnya, masyarakat yang tengah berlibur juga perlu lebih berhati-hati, terutama saat berkunjung ke lokasi yang rawan bencana. Ia mengimbau agar wisatawan selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum dan selama perjalanan guna menghindari risiko seperti banjir, longsor, atau cuaca ekstrem lainnya.
Selain itu, Iswara menekankan pentingnya kesiapsiagaan petugas di lapangan. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, potensi gangguan keamanan, termasuk praktik pungli, juga ikut meningkat. Karena itu, ia meminta tindakan tegas bagi pelaku pungli agar tidak merusak citra pariwisata Jawa Barat.
“Petugas harus benar-benar siaga. Pastikan wisatawan merasa aman, dan jangan sampai ada pungli yang justru membuat pengalaman liburan jadi tidak nyaman,” tegasnya.
Seperti diketahui, Jawa Barat menjadi salah satu tujuan favorit saat libur Lebaran. Beragam destinasi populer seperti kawasan Puncak, Lembang, Ciwidey, hingga Pantai Pangandaran selalu dipadati wisatawan setiap tahunnya.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, pengelola wisata, hingga masyarakat setempat. Kolaborasi ini dinilai penting agar aktivitas pariwisata tetap tertib dan memberikan pengalaman positif bagi pengunjung.

Sumber : rejabar republika
Editor : Tia
Share:

Dinkes Jabar Siagakan Mobil Layanan Kesehatan untuk Pemudik, Bisa Cek Gratis di Rest Area

Babe News - bekasi, 26/03/2026. Dalam upaya menjaga kondisi kesehatan para pemudik selama arus mudik Lebaran 2026, Dinas Kesehatan Jawa Barat menghadirkan layanan kesehatan keliling yang mudah dijangkau. Salah satunya melalui penyediaan mobil layanan kesehatan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menjelaskan bahwa salah satu unit minibus yang sebelumnya merupakan kendaraan dinas Gubernur Jawa Barat kini difungsikan sebagai fasilitas layanan kesehatan bagi pemudik.
Mobil tersebut ditempatkan di rest area KM 57 wilayah Karawang pada tanggal 16–17 Maret 2026. Selanjutnya, layanan dipindahkan ke rest area KM 62 Karawang pada 26–27 Maret 2026 untuk menjangkau lebih banyak pemudik.
Di dalam mobil layanan ini, berbagai pemeriksaan kesehatan disediakan secara gratis. Mulai dari pengecekan kesehatan umum, rekam jantung, hingga layanan ultrasonografi (USG) bagi ibu hamil. Selain itu, tersedia juga pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) untuk memantau kondisi jantung.
Fasilitas yang disiapkan pun cukup lengkap, termasuk perlengkapan darurat seperti emergency kit, alat kejut jantung, alat pemantau tanda vital, hingga perangkat pemeriksaan umum lainnya. Semua layanan ini didukung oleh tenaga medis dari RSUD Welas Asih.
Tak hanya satu unit, Dinas Kesehatan Jawa Barat juga mengoperasikan total 12 mobil layanan kesehatan selama periode mudik Lebaran. Seluruh unit tersebut disiagakan di dua titik utama, yaitu rest area KM 57 dan KM 62 Karawang.
Para pemudik yang merasa kurang sehat atau ingin memastikan kondisi tubuh tetap prima selama perjalanan dapat langsung memanfaatkan layanan ini tanpa dipungut biaya.

Sumber :jabarprov
Editor : Tia
Share:

Banjir di Harapan Mulya Disorot, Rizki Topananda Usulkan Normalisasi Sungai dan Kolam Retensi

Babe News - Bekasi, 25/03/2026. Permasalahan banjir yang kerap melanda wilayah Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, kembali menjadi perhatian. Kawasan ini memang dikenal rawan tergenang, terutama saat terjadi luapan air dari Sungai Bekasi.
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi, Rizki Topananda, menilai penanganan banjir di wilayah tersebut perlu dilakukan secara lebih serius dan terencana. Ia pun mengajukan sejumlah usulan kepada Pemerintah Kota Bekasi sebagai langkah konkret dalam mengatasi persoalan tersebut.
Salah satu solusi yang diusulkan adalah normalisasi Sungai Bekasi, yakni dengan melakukan pengerukan sedimen agar kapasitas tampung air meningkat. Selain itu, ia juga mendorong pembangunan kolam retensi atau polder di lahan milik Perum Jasa Tirta (PJT) sebagai penampung air sementara.
Menurut Rizki, langkah tersebut penting karena banyak wilayah di Harapan Mulya yang berbatasan langsung dengan aliran sungai. Hal ini membuat kawasan tersebut tetap berisiko banjir, meskipun tidak turun hujan di lokasi, karena adanya kiriman air dari daerah lain.
Ia menjelaskan, dengan adanya kolam retensi, air yang meluap dapat ditampung sementara sehingga tidak langsung menggenangi permukiman warga. Upaya ini dinilai efektif untuk mengurangi dampak banjir kiriman yang sering terjadi.
Tak hanya itu, Rizki juga menyoroti pentingnya pengerukan sungai untuk mencegah potensi longsor di bantaran, yang bisa mengancam rumah warga maupun area pemakaman di sekitar sungai.
Rencananya, usulan pembangunan kolam retensi tersebut akan diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun ini. Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi akan fokus pada penyelarasan program serta kesiapan administrasi.
Di sisi lain, Rizki juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam upaya pencegahan banjir secara mandiri, seperti membuat lubang biopori agar air hujan dapat lebih cepat meresap ke dalam tanah.

Sumber : info bekasi
Editor : Tia
Share:

Berita Populer