Angin Puting Beliung Terjang Bekasi, Pohon Tumbang dan Akses Jalan Sempat Lumpuh

Babe News - Bekasi, 13/04/2026. Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin puting beliung melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi pada Minggu (12/4/2026) sore. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan di berbagai titik, mulai dari pohon tumbang, rumah warga yang terdampak, hingga terganggunya akses lalu lintas.
Salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah adalah Perumahan Pesona Metropolitan, Rawalumbu. Di lokasi tersebut, kondisi terlihat semrawut dengan banyaknya pohon besar yang tumbang dan menutup jalan. Ranting serta daun berserakan hingga ke halaman rumah warga.
Sekretaris RW setempat, Emil, menyebutkan bahwa jalan utama di kawasan tersebut sempat tidak bisa dilalui. Kemacetan pun terjadi selama kurang lebih tiga jam karena proses evakuasi yang belum bisa dilakukan dengan cepat.
Ia menjelaskan, perubahan cuaca terjadi cukup tiba-tiba. Awalnya hanya hujan ringan sekitar pukul 16.15 WIB, namun dalam waktu singkat berubah menjadi hujan lebat yang disertai angin kencang bertiup secara bertubi-tubi.
Meski sebagian jalan sudah mulai bisa dilalui pada malam harinya, beberapa titik masih tertutup, khususnya di Jalan Raya Jamrud. Proses penanganan pun terkendala keterbatasan alat, karena hanya tersedia satu mesin pemotong kayu yang digunakan secara bergantian.
Warga lainnya, Supratman (43), mengungkapkan bahwa angin datang dari dua arah yang berbeda, yakni dari utara dan selatan. Hal ini membuat dampak kerusakan menjadi lebih parah. Ia juga menyebutkan bahwa kejadian serupa memang pernah terjadi sebelumnya, namun kali ini merupakan yang paling besar.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Bekasi, Dewi Sartika, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini terjadi di lima kecamatan, yakni Rawalumbu, Mustikajaya, Bantargebang, Jatiasih, dan Jatisampurna.
Di beberapa wilayah lain, dampaknya juga cukup signifikan. Di Jatisampurna, baliho roboh hingga menutup jalan. Di Mustikajaya, pohon tumbang menimpa rumah warga dan jaringan kabel. Bahkan, fasilitas umum seperti posyandu dan sekolah juga ikut terdampak.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Bantargebang, di mana sebuah sekolah mengalami kerusakan pada bagian atap akibat tertimpa pohon. Selain itu, gangguan listrik dan jaringan utilitas juga terjadi di sejumlah titik.
Meski menimbulkan kerusakan cukup luas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, pendataan kerugian material masih terus dilakukan.
Tim BPBD bersama instansi terkait telah bergerak melakukan penanganan, mulai dari evakuasi pohon tumbang, pembersihan jalan, hingga berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memperbaiki jaringan listrik yang terdampak.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Warga diminta menghindari area rawan seperti di bawah pohon besar atau baliho, serta segera melapor jika terjadi keadaan darurat.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Pengusaha Tenda Hajatan di Bekasi Ditemukan Tewas, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

Babe News - Bekasi, 11/04/2026. Warga di kawasan Cibitung, Kabupaten Bekasi, dibuat geger dengan penemuan jasad seorang pengusaha tenda hajatan berinisial ES (60) yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tergeletak bersimbah darah dengan sejumlah luka di tubuhnya.
Peristiwa ini pertama kali terungkap pada Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 12.20 WIB di Kampung Utan Salak, Desa Kertamukti. Awalnya, beberapa karyawan korban datang ke rumah untuk mengambil perlengkapan tenda yang biasa digunakan untuk keperluan hajatan. Namun, saat tiba di lokasi, mereka tidak mendapatkan respons dari korban.
Merasa curiga, para karyawan akhirnya berinisiatif membuka pintu rumah. Betapa terkejutnya mereka saat mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dalam rumah.
Pihak kepolisian langsung turun tangan melakukan penyelidikan. Budi Hermanto menyampaikan bahwa hingga saat ini penyidik masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan penyebab kematian korban, termasuk kemungkinan adanya tindak kriminal.
Polisi juga belum dapat memastikan apakah kejadian ini murni pembunuhan atau berkaitan dengan dugaan pencurian. Oleh karena itu, sejumlah bukti dan keterangan saksi terus dikumpulkan guna mengungkap fakta sebenarnya.
Jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan proses autopsi. Langkah ini dilakukan agar penyebab pasti kematian korban bisa diketahui secara jelas.
Kasus ini masih dalam penanganan aparat kepolisian, dan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut.

Sumber : sindo news 
Editor : Tia
Share:

Wali Kota Bekasi Tegaskan Sanksi Tegas bagi ASN yang Langgar Aturan WFH

Babe News - Bekasi, 11/04/206. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan komitmennya dalam menegakkan disiplin aparatur sipil negara (ASN) terkait kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) yang diterapkan setiap hari Jumat. Ia bahkan tidak segan memberikan sanksi berat bagi pegawai yang melanggar aturan tersebut, terutama bagi pejabat struktural.
Tri menyampaikan bahwa pejabat eselon II dan III harus menjadi contoh bagi pegawai lainnya. Jika mereka tidak menjalankan aturan WFH sebagaimana mestinya, apalagi sampai menyalahgunakannya untuk kepentingan pribadi atau memperpanjang libur, maka akan langsung dikenai sanksi berat.
Dari total sekitar 25 ribu ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, sekitar 60 persen menjalankan WFH, sementara sisanya tetap bekerja di lapangan. Hal ini dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan.
Sejumlah instansi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan publik dipastikan tetap beroperasi penuh dari kantor. Di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Dinas Perhubungan. Dengan begitu, layanan penting seperti kesehatan, infrastruktur, hingga keamanan tetap berjalan normal.
Selain itu, penerapan WFH juga dilakukan secara terbatas di tingkat kecamatan dan kelurahan. Sekitar 50 persen pegawai tetap masuk kantor untuk memastikan pelayanan administrasi masyarakat tetap lancar, termasuk di instansi seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta perizinan.
Tri juga menyoroti pentingnya peran Dinas Sosial yang tetap bekerja penuh, terutama dalam menangani berbagai persoalan masyarakat, seperti layanan bantuan sosial dan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu.
Ia menegaskan bahwa meskipun sebagian ASN bekerja dari rumah, tanggung jawab terhadap pekerjaan tetap harus dijalankan sesuai target. Para pimpinan juga diminta untuk melakukan pengawasan agar kinerja pegawai tetap optimal.
Kebijakan WFH ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah Kota Bekasi menekankan bahwa produktivitas dan pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama.

Sumber : Kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer