Jusuf Kalla Ungkap Perannya dalam Karier Politik Jokowi, Singgung Reaksi Pendukung

Babe News - Bekasi, 20/04/2026. Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menyampaikan pandangannya terkait perjalanan politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Dalam pernyataannya, JK menegaskan bahwa dirinya memiliki peran penting dalam membawa Jokowi dari Solo hingga akhirnya meniti karier di tingkat nasional.
Hal tersebut disampaikan JK dalam sebuah jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan. Ia menyebut, dirinya yang pertama kali mendorong Jokowi untuk maju ke Jakarta dan mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Menurut JK, langkah awal itu menjadi titik penting dalam perjalanan politik Jokowi. Ia bahkan mengaku sempat bertemu langsung dengan Megawati Soekarnoputri untuk meyakinkan agar Jokowi mendapatkan dukungan sebagai calon gubernur. Setelah melalui proses tersebut, Jokowi akhirnya maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 dan berhasil memenangkan pemilihan.
JK juga menuturkan bahwa setelah kemenangan tersebut, Jokowi sempat datang untuk menyampaikan rasa terima kasih kepadanya. Ia bahkan menunjukkan dokumentasi momen tersebut sebagai bukti kedekatan mereka di masa lalu.
Lebih lanjut, JK menyatakan bahwa perjalanan Jokowi hingga menjadi presiden juga tidak lepas dari proses panjang yang diawali dari posisinya sebagai gubernur. Ia menilai, tanpa pengalaman tersebut, langkah menuju kursi presiden tidak akan terjadi.
Pernyataan ini juga disampaikan JK sebagai respons atas reaksi sejumlah pendukung Jokowi yang menurutnya keliru memahami sikapnya. Ia mengaku heran karena dianggap berseberangan setelah ikut memberikan komentar terkait polemik ijazah Jokowi yang belakangan ramai diperbincangkan.
Menurut JK, apa yang ia sampaikan bukanlah bentuk serangan, melainkan nasihat sebagai sosok yang lebih senior. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk menyudutkan ataupun melawan Jokowi.

Sumber : sindonews
Editor : Tia
Share:

Bapenda Bekasi Jelaskan Arti “Piutang” di SPPT PBB-P2, Warga Diminta Lebih Teliti

Babe News - Bekasi, 20/04/2026. Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Pendapatan Daerah Kota Bekasi memberikan penjelasan terkait munculnya keterangan “piutang” pada Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang diterima masyarakat.
Istilah “piutang” yang tercantum dalam SPPT tersebut kerap menimbulkan kebingungan. Namun, Bapenda menegaskan bahwa hal itu bukan merupakan tagihan baru. Keterangan tersebut merujuk pada kewajiban pajak di tahun-tahun sebelumnya yang belum diselesaikan atau masih tercatat dalam sistem administrasi pajak daerah.
Artinya, jika ada pajak yang belum dibayarkan pada tahun sebelumnya, maka jumlah tersebut akan tetap muncul dan terbawa pada SPPT tahun berikutnya hingga dilunasi oleh wajib pajak.
Pihak Bapenda juga menekankan bahwa informasi ini penting dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat. Warga diimbau untuk memeriksa kembali rincian SPPT yang diterima, terutama pada bagian tunggakan, dan segera melakukan pembayaran jika masih terdapat kewajiban yang belum dipenuhi.
Selain itu, Pemerintah Kota Bekasi membuka layanan informasi bagi masyarakat yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Warga dapat datang langsung ke kantor Bapenda maupun Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di masing-masing kecamatan untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas terkait PBB-P2.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Pajak yang dibayarkan nantinya akan digunakan untuk mendukung berbagai sektor penting, seperti pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan layanan publik di Kota Bekasi.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Polisi Amankan Satu Pelajar Usai Penyerangan Siswa SMP di Tambun Selatan

Babe News - bekasi, 18/04/2026. Aksi kekerasan antar pelajar kembali terjadi di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Seorang siswa dari SMPN 11 Tambun Selatan menjadi korban penyerangan oleh sekelompok pelajar dari sekolah lain saat hendak berangkat ke sekolah, Jumat (17/4/2026) siang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekelompok pelajar datang dengan mengendarai sepeda motor dan diduga membawa senjata tajam. Mereka kemudian melakukan penyerangan sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian.
Dalam proses pelarian tersebut, salah satu pelaku terjatuh dari kendaraan yang ditumpanginya. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung mengamankan pelajar tersebut. Diketahui, pelajar berinisial I yang duduk di bangku kelas IX itu mengaku hanya berperan sebagai pengendara motor atau “joki”.
Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, menjelaskan bahwa pelajar yang diamankan saat ini masih berstatus sebagai saksi. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap serta mengidentifikasi pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri.
Menurutnya, fokus petugas saat ini adalah mengumpulkan bukti serta keterangan dari saksi-saksi di lapangan. Tidak menutup kemungkinan, pihak kepolisian akan segera melakukan penjemputan terhadap pelaku lain yang terlibat dalam aksi tersebut.
Peristiwa ini menambah daftar kasus kenakalan remaja di wilayah tersebut. Seorang warga setempat, Candra, menyebut bahwa kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa tawuran pelajar di kawasan Puri Cendana sudah terjadi lebih dari satu kali, termasuk insiden yang melibatkan pelajar SMA pada September 2023 lalu.
Warga berharap aparat dapat bertindak tegas agar kejadian serupa tidak terus berulang dan menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer