Tapa Bisu Malam Satu Suro, Tradisi Hening Sarat Makna di Yogyakarta


 Bekasi, 16 Juni 2026 - Yogyakarta memiliki tradisi unik dalam menyambut Tahun Baru Jawa, yakni Tapa Bisu pada Malam Satu Suro. Berbeda dengan perayaan tahun baru yang identik dengan keramaian, tradisi ini dijalankan dalam suasana hening sebagai bentuk refleksi diri dan pendekatan spiritual kepada Tuhan.


Tapa Bisu merupakan laku berdiam diri tanpa berbicara yang mengajarkan pengendalian diri, ketenangan batin, dan introspeksi. Tradisi ini menjadi bagian penting dari ritual Mubeng Beteng, yaitu berjalan kaki mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Sebelum prosesi dimulai, peserta biasanya mengikuti lantunan tembang macapat yang berisi doa, nasihat, dan pesan moral. Tembang tersebut menjadi persiapan batin sebelum memasuki ritual keheningan.


Dalam prosesi Mubeng Beteng, peserta berjalan dengan khidmat sambil merenungkan perjalanan hidup selama setahun terakhir. Momen ini dimanfaatkan untuk berdoa, memohon ampunan, serta menyusun harapan dan niat baik untuk tahun yang akan datang.


Meski diikuti ribuan orang, suasana tetap tenang dan penuh kekhusyukan. Tradisi yang terus dilestarikan ini menjadi simbol kearifan budaya Jawa yang menempatkan keheningan sebagai sarana refleksi dan pendewasaan diri.


Editor: Rey

Sumber:  Kompas.com⁠

Share:

Realisasi PAD Kabupaten Bekasi Baru 35 Persen, Daya Beli Masyarakat Jadi Tantangan


Bekasi, 15 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Bekasi mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga pertengahan Juni 2026 mencapai sekitar Rp1,313 triliun atau 35 persen dari target tahunan. Rendahnya capaian tersebut salah satunya dipengaruhi melemahnya daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).


Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan, mengatakan kondisi ekonomi yang sedang menghadapi berbagai tantangan membuat sebagian masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan sehari-hari dibandingkan kewajiban perpajakan.


Menurutnya, sumber PAD terbesar masih berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dari sektor makanan dan minuman, hotel, dan listrik.


Untuk meningkatkan penerimaan daerah, Bapenda terus menjalankan berbagai strategi, seperti pelayanan keliling pembayaran PBB hingga ke desa-desa, operasi kepatuhan pajak kendaraan bermotor bersama instansi terkait, serta koordinasi dengan PLN dalam pendataan pelanggan listrik.


Iwan juga menjelaskan bahwa sektor BPHTB masih sangat bergantung pada aktivitas transaksi jual beli tanah dan bangunan yang bersifat fluktuatif. Selain itu, dinamika sektor usaha, khususnya kuliner, turut memengaruhi potensi penerimaan pajak karena banyak usaha yang buka dan tutup dalam waktu relatif singkat.


Meski menghadapi tantangan ekonomi, Bapenda menegaskan akan terus mengoptimalkan pendapatan daerah melalui pemantauan kondisi ekonomi, evaluasi rutin, serta koordinasi dengan berbagai pihak guna mencapai target PAD tahun 2026.


Sumber: TribunBekasi.com

Editor: Rey


 

Share:

Mahasiswa UBK Gelar Aksi di Istana Negara, Soroti Enam Isu Kebijakan Nasional


 Bekasi, 15 Juni 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah fakultas di Universitas Bung Karno (UBK) dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).


Aksi yang diperkirakan diikuti sekitar 200 mahasiswa tersebut melibatkan perwakilan dari Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, FISIP, serta Fakultas Ilmu Komputer UBK. Sejumlah organisasi mahasiswa dari kampus lain juga disebut telah berkoordinasi dan berpotensi bergabung.


Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa enam tuntutan, yakni evaluasi sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, peninjauan kembali Undang-Undang Kepolisian RI, penghentian praktik militerisme dan penguatan supremasi sipil, upaya menjaga stabilitas rupiah dan ekonomi nasional, pemenuhan hak pendidikan yang inklusif dan terjangkau, serta peninjauan kebijakan kenaikan harga BBM.


Massa aksi dijadwalkan berkumpul di Kampus UBK, Cikini, sekitar pukul 10.00 WIB sebelum bergerak menuju Istana Negara dan memulai demonstrasi pada pukul 11.00 WIB.


Penyelenggara menyatakan telah menyampaikan pemberitahuan aksi kepada Polda Metro Jaya. Kepolisian disebut mengimbau agar demonstrasi berlangsung secara tertib, aman, dan tidak mengandung unsur provokasi maupun tindakan anarkis.


Sumber: TribunBekasi.com

Editor: Rey

Share:

Berita Populer