ART Diduga Kabur Bawa Emas dan Barang Berharga Majikan di Bekasi, Kerugian Capai Rp100 Juta


Bekasi, 16 Juni 2026 -  Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial AD diduga membawa kabur sejumlah barang berharga milik majikannya di kawasan Masurraya Residence, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Akibat kejadian tersebut, korban berinisial D mengaku mengalami kerugian yang ditaksir melebihi Rp100 juta.


Peristiwa itu diketahui pada Sabtu (13/6/2026) saat rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal penghuni. Saat kembali ke rumah, korban mendapati ART yang bekerja di kediamannya sudah tidak berada di lokasi dan tidak dapat dihubungi.


Korban mengaku mulai curiga setelah mengetahui sejumlah barang berharga milik keluarga juga hilang. Barang yang dilaporkan raib antara lain perhiasan, emas, serta sebuah koper milik keluarga.


Menurut keterangan korban, terduga pelaku diduga meninggalkan rumah sambil membawa koper milik majikannya ketika penghuni rumah sedang tidak berada di tempat.


Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota. Laporan telah diterima dan saat ini kasusnya tengah dalam penanganan penyidik untuk proses penyelidikan lebih lanjut.


Hingga kini, keberadaan AD masih belum diketahui dan korban mengaku belum menerima kabar apa pun dari yang bersangkutan sejak peristiwa tersebut terjadi.


Sumber: TribunBekasi.com

Editor: Rey

Share:

Tapa Bisu Malam Satu Suro, Tradisi Hening Sarat Makna di Yogyakarta


 Bekasi, 16 Juni 2026 - Yogyakarta memiliki tradisi unik dalam menyambut Tahun Baru Jawa, yakni Tapa Bisu pada Malam Satu Suro. Berbeda dengan perayaan tahun baru yang identik dengan keramaian, tradisi ini dijalankan dalam suasana hening sebagai bentuk refleksi diri dan pendekatan spiritual kepada Tuhan.


Tapa Bisu merupakan laku berdiam diri tanpa berbicara yang mengajarkan pengendalian diri, ketenangan batin, dan introspeksi. Tradisi ini menjadi bagian penting dari ritual Mubeng Beteng, yaitu berjalan kaki mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Sebelum prosesi dimulai, peserta biasanya mengikuti lantunan tembang macapat yang berisi doa, nasihat, dan pesan moral. Tembang tersebut menjadi persiapan batin sebelum memasuki ritual keheningan.


Dalam prosesi Mubeng Beteng, peserta berjalan dengan khidmat sambil merenungkan perjalanan hidup selama setahun terakhir. Momen ini dimanfaatkan untuk berdoa, memohon ampunan, serta menyusun harapan dan niat baik untuk tahun yang akan datang.


Meski diikuti ribuan orang, suasana tetap tenang dan penuh kekhusyukan. Tradisi yang terus dilestarikan ini menjadi simbol kearifan budaya Jawa yang menempatkan keheningan sebagai sarana refleksi dan pendewasaan diri.


Editor: Rey

Sumber:  Kompas.com⁠

Share:

Realisasi PAD Kabupaten Bekasi Baru 35 Persen, Daya Beli Masyarakat Jadi Tantangan


Bekasi, 15 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Bekasi mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga pertengahan Juni 2026 mencapai sekitar Rp1,313 triliun atau 35 persen dari target tahunan. Rendahnya capaian tersebut salah satunya dipengaruhi melemahnya daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).


Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan, mengatakan kondisi ekonomi yang sedang menghadapi berbagai tantangan membuat sebagian masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan sehari-hari dibandingkan kewajiban perpajakan.


Menurutnya, sumber PAD terbesar masih berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dari sektor makanan dan minuman, hotel, dan listrik.


Untuk meningkatkan penerimaan daerah, Bapenda terus menjalankan berbagai strategi, seperti pelayanan keliling pembayaran PBB hingga ke desa-desa, operasi kepatuhan pajak kendaraan bermotor bersama instansi terkait, serta koordinasi dengan PLN dalam pendataan pelanggan listrik.


Iwan juga menjelaskan bahwa sektor BPHTB masih sangat bergantung pada aktivitas transaksi jual beli tanah dan bangunan yang bersifat fluktuatif. Selain itu, dinamika sektor usaha, khususnya kuliner, turut memengaruhi potensi penerimaan pajak karena banyak usaha yang buka dan tutup dalam waktu relatif singkat.


Meski menghadapi tantangan ekonomi, Bapenda menegaskan akan terus mengoptimalkan pendapatan daerah melalui pemantauan kondisi ekonomi, evaluasi rutin, serta koordinasi dengan berbagai pihak guna mencapai target PAD tahun 2026.


Sumber: TribunBekasi.com

Editor: Rey


 

Share:

Berita Populer