Serapan APBD Kabupaten Bekasi Baru 21 Persen, Sejumlah Proyek Infrastruktur Terancam Tertunda

 

Bekasi, 22 Juni 2026 – Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi hingga pertengahan tahun 2026 tercatat baru mencapai 21,19 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp7,7 triliun. Rendahnya serapan anggaran tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur.


Berdasarkan data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) Kementerian Keuangan per 16 Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah merealisasikan belanja sebesar Rp1,6 triliun. Dengan demikian, sekitar 78 persen anggaran daerah masih belum terserap.


Kondisi ini menjadi sorotan masyarakat karena sejumlah program pembangunan dan pelayanan publik dinilai belum berjalan optimal. Salah satu yang mendapat perhatian adalah kerusakan ruas Jalan Cikarang Bekasi Laut (CBL) di wilayah Desa Muktiwari dan Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan permanen.


Warga setempat mengaku kondisi jalan yang rusak telah mengganggu mobilitas dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat malam hari maupun ketika hujan. Mereka berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan yang sebelumnya telah dijanjikan setelah dilakukan peninjauan lapangan.


Menanggapi hal tersebut, Saiful Islam menjelaskan bahwa rendahnya serapan anggaran dipengaruhi proses penyesuaian perencanaan proyek akibat perubahan aturan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP). Perangkat daerah disebut perlu melakukan penghitungan ulang terhadap sejumlah paket pekerjaan agar sesuai dengan ketentuan terbaru.


Selain itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut berdampak pada meningkatnya biaya konstruksi. Harga material seperti aspal, beton, dan lapisan pondasi agregat mengalami kenaikan sehingga memengaruhi volume pekerjaan yang dapat dilaksanakan dengan anggaran yang tersedia.


DPRD Kabupaten Bekasi berharap proses penyesuaian tersebut segera rampung sehingga proyek-proyek fisik dapat mulai berjalan pada Juli hingga paling lambat Agustus 2026, guna mengejar target pembangunan yang telah direncanakan dalam APBD tahun berjalan.


Editor: Rey

Sumber: PojokBekasi.com

Share:

Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi Digelar di Monas, Diperkirakan Dihadiri 20 Ribu Jemaah


 Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi Digelar di Monas, Diperkirakan Dihadiri 20 Ribu Jemaah


bekasi, 19 Juni 2026 – Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi digelar di kawasan Monas sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-499 Jakarta. Kegiatan ini mengusung tema “Memperkuat Harmoni Keagamaan di Tengah Keberagaman, Transformasi Jakarta Menuju Kota Global” dan diperkirakan dihadiri sekitar 20 ribu jemaah.


Puncak acara berlangsung di Plaza Selatan Monas mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB dan dijadwalkan dihadiri oleh Pramono Anung. Masyarakat yang hadir diimbau mengenakan pakaian berwarna putih sebagai bentuk penghormatan serta menjaga kekhusyukan acara.


Sejak pagi, rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih ribuan masjid dan musala di Jakarta, dilanjutkan ziarah ke makam para ulama dan habaib Betawi. Gubernur Pramono Anung dijadwalkan berziarah ke makam Guru Marzuqi, sementara Wakil Gubernur Rano Karno berziarah ke makam Guru Mughni.


Pada sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan Khotmul Quran di Masjid Fatahillah sebelum memasuki acara puncak yang akan diisi tausiyah, zikir, tahlil, doa bersama, penampilan religi, serta sambutan Gubernur DKI Jakarta.


Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menyatakan kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para ulama dan habaib Betawi yang berperan dalam membangun nilai kebersamaan dan kerukunan masyarakat Jakarta.


Rekayasa Lalu Lintas


Untuk mendukung kelancaran acara, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Monas. Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di lokasi acara diimbau menghindari ruas jalan sekitar Monas selama kegiatan berlangsung.


Jalur alternatif yang disiapkan antara lain:


  • Dari Harmoni menuju Bundaran HI melalui Jalan Majapahit – Jalan Medan Merdeka Barat – Jalan MH Thamrin.
  • Arah Tugu Tani melalui Jalan Ir H Juanda – Jalan Pos – Jalan Gedung Kesenian – Jalan Lapangan Banteng Utara – Jalan Lapangan Banteng Barat – Jalan Taman Pejambon – Jalan Pejambon – Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan M.I. Ridwan Rais.
  • Menuju Stasiun Gambir dari Harmoni melalui Jalan Majapahit – Jalan Medan Merdeka Barat – Jalan MH Thamrin – Jalan Kebon Sirih – Jalan M.I. Ridwan Rais – Jalan Medan Merdeka Timur.
  • Dari Bundaran HI menuju Harmoni melalui Jalan MH Thamrin – Jalan Medan Merdeka Barat – Jalan Majapahit atau Jalan MH Thamrin – Jalan Budi Kemuliaan – Jalan Abdul Muis – Jalan Majapahit.


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib, aman, dan tetap menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di sekitar pusat kota.


Sumber : tribunjakarta.com

Editor : Rey 

Share:

HRTA Melonjak ke Peringkat 129 Fortune SEA 500 2026, Naik 115 Posisi


 HRTA Melonjak ke Peringkat 129 Fortune SEA 500 2026, Naik 115 Posisi


bekasi, 19 juni 2026 - Perusahaan emas Indonesia, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), mencatat pencapaian signifikan dengan menembus peringkat 129 dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026. Posisi tersebut naik 115 peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di urutan 244.


Daftar Fortune Southeast Asia 500 merupakan pemeringkatan tahunan yang menampilkan 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara berdasarkan pendapatan. Pada 2026, ambang batas untuk masuk dalam daftar tersebut meningkat menjadi 440 juta dolar AS atau sekitar Rp7,9 triliun, mencerminkan persaingan yang semakin ketat di tingkat regional.


Direktur Utama HRTA, Sandra Sunanto, menyatakan bahwa keberhasilan perusahaan bertahan dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 selama tiga tahun berturut-turut menjadi bukti konsistensi strategi pertumbuhan jangka panjang yang dijalankan perseroan.


Peningkatan peringkat ini didorong oleh kinerja keuangan yang kuat sepanjang 2025. HRTA membukukan pendapatan sebesar Rp44,55 triliun atau tumbuh 144,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih tercatat mencapai Rp978,49 miliar, meningkat 121,29 persen secara tahunan.


Selain didukung kenaikan harga emas, Fortune juga menilai pertumbuhan HRTA ditopang oleh pengembangan ekosistem bisnis emas yang terintegrasi. Perseroan terus memperkuat kapasitas operasional, memperluas jaringan distribusi, meningkatkan rantai pasok bahan baku dalam negeri, serta mengembangkan ekosistem bullion nasional.


Memasuki 2026, HRTA menargetkan perolehan sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA) sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar kualitas dan tata kelola yang diakui secara internasional.


Dengan berbagai langkah ekspansi tersebut, HRTA semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pelaku utama industri emas nasional, baik di segmen perhiasan maupun emas batangan.


Sumber : kompas.com

Editor : rey

Share:

Berita Populer