Pasca Lebaran, Pemkot Bekasi Terapkan WFA untuk ASN hingga 27 Maret 2026

Babe News - Bekasi, 27/03/2026. Pemerintah Kota Bekasi memberlakukan sistem kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah libur panjang Lebaran 1447 Hijriah. Melalui kebijakan ini, sebagian pegawai diperbolehkan bekerja dengan skema work from anywhere (WFA) hingga Jumat, 27 Maret 2026.
Aturan tersebut tertuang dalam surat edaran resmi Wali Kota Bekasi yang mengatur penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan selama masa libur cuti bersama Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi. Kebijakan ini diambil sebagai langkah untuk menjaga keseimbangan antara fleksibilitas kerja dan efektivitas kinerja ASN.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menjelaskan bahwa dari total 19.425 ASN di lingkungan Pemkot Bekasi, sebanyak 12.017 orang atau sekitar 61,9 persen menjalankan tugas dengan sistem WFA. Sementara itu, 7.411 ASN lainnya tetap bekerja dari kantor atau work from office (WFO).
Secara keseluruhan, sekitar 37,4 persen ASN telah menjalani sistem WFA selama tiga hari pasca cuti bersama, yaitu pada 25 hingga 27 Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan mampu membantu ASN beradaptasi kembali ke ritme kerja setelah libur panjang, tanpa mengganggu produktivitas.
Tri menegaskan bahwa meskipun ada penyesuaian sistem kerja, pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan optimal. Ia memastikan seluruh perangkat daerah tetap siaga agar kebutuhan publik tetap terpenuhi seperti biasa.
Selain itu, momen pasca Lebaran dinilai penting untuk kembali meningkatkan fokus kerja dan kualitas pelayanan. Pemkot Bekasi juga berharap kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah tetap terjaga dengan baik.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Pungli Marak Saat Libur Lebaran, DPRD Jabar Desak Penindakan Tegas di Lokasi Wisata

Babe News, Bekasi, 26/03/2026. Lonjakan wisatawan selama libur Lebaran di Jawa Barat menjadi perhatian serius DPRD setempat. Selain soal kepadatan, muncul pula kekhawatiran terkait praktik pungutan liar (pungli) yang berpotensi meresahkan pengunjung di sejumlah destinasi wisata.
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara, meminta seluruh petugas yang berjaga di lokasi wisata untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan. Ia menegaskan, kehadiran petugas bukan hanya untuk mengatur arus pengunjung, tetapi juga memastikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.
Menurutnya, masyarakat yang tengah berlibur juga perlu lebih berhati-hati, terutama saat berkunjung ke lokasi yang rawan bencana. Ia mengimbau agar wisatawan selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum dan selama perjalanan guna menghindari risiko seperti banjir, longsor, atau cuaca ekstrem lainnya.
Selain itu, Iswara menekankan pentingnya kesiapsiagaan petugas di lapangan. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, potensi gangguan keamanan, termasuk praktik pungli, juga ikut meningkat. Karena itu, ia meminta tindakan tegas bagi pelaku pungli agar tidak merusak citra pariwisata Jawa Barat.
“Petugas harus benar-benar siaga. Pastikan wisatawan merasa aman, dan jangan sampai ada pungli yang justru membuat pengalaman liburan jadi tidak nyaman,” tegasnya.
Seperti diketahui, Jawa Barat menjadi salah satu tujuan favorit saat libur Lebaran. Beragam destinasi populer seperti kawasan Puncak, Lembang, Ciwidey, hingga Pantai Pangandaran selalu dipadati wisatawan setiap tahunnya.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, pengelola wisata, hingga masyarakat setempat. Kolaborasi ini dinilai penting agar aktivitas pariwisata tetap tertib dan memberikan pengalaman positif bagi pengunjung.

Sumber : rejabar republika
Editor : Tia
Share:

Dinkes Jabar Siagakan Mobil Layanan Kesehatan untuk Pemudik, Bisa Cek Gratis di Rest Area

Babe News - bekasi, 26/03/2026. Dalam upaya menjaga kondisi kesehatan para pemudik selama arus mudik Lebaran 2026, Dinas Kesehatan Jawa Barat menghadirkan layanan kesehatan keliling yang mudah dijangkau. Salah satunya melalui penyediaan mobil layanan kesehatan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menjelaskan bahwa salah satu unit minibus yang sebelumnya merupakan kendaraan dinas Gubernur Jawa Barat kini difungsikan sebagai fasilitas layanan kesehatan bagi pemudik.
Mobil tersebut ditempatkan di rest area KM 57 wilayah Karawang pada tanggal 16–17 Maret 2026. Selanjutnya, layanan dipindahkan ke rest area KM 62 Karawang pada 26–27 Maret 2026 untuk menjangkau lebih banyak pemudik.
Di dalam mobil layanan ini, berbagai pemeriksaan kesehatan disediakan secara gratis. Mulai dari pengecekan kesehatan umum, rekam jantung, hingga layanan ultrasonografi (USG) bagi ibu hamil. Selain itu, tersedia juga pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) untuk memantau kondisi jantung.
Fasilitas yang disiapkan pun cukup lengkap, termasuk perlengkapan darurat seperti emergency kit, alat kejut jantung, alat pemantau tanda vital, hingga perangkat pemeriksaan umum lainnya. Semua layanan ini didukung oleh tenaga medis dari RSUD Welas Asih.
Tak hanya satu unit, Dinas Kesehatan Jawa Barat juga mengoperasikan total 12 mobil layanan kesehatan selama periode mudik Lebaran. Seluruh unit tersebut disiagakan di dua titik utama, yaitu rest area KM 57 dan KM 62 Karawang.
Para pemudik yang merasa kurang sehat atau ingin memastikan kondisi tubuh tetap prima selama perjalanan dapat langsung memanfaatkan layanan ini tanpa dipungut biaya.

Sumber :jabarprov
Editor : Tia
Share:

Berita Populer