Ngaku Aparat saat Lawan Arah, Pemotor di Cakung Diamankan Polisi dan Sampaikan Permintaan Maaf

Babe News - Bekasi, 30/03/2026. Aksi seorang pengendara motor yang melawan arah di Jalan Raya Bekasi KM 21, Cakung Barat, Jakarta Timur, viral di media sosial. Dalam video yang beredar, pengendara tersebut sempat mengaku sebagai aparat saat ditegur oleh pengguna jalan lain.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (26/3/2026). Dalam rekaman video, terlihat seorang pengendara motor yang melaju dari arah berlawanan tanpa mengenakan helm. Aksinya kemudian dihentikan oleh pengendara lain yang merasa tindakan tersebut membahayakan.
Saat ditegur, pengendara yang diketahui bernama Farhan Fujianto justru merespons dengan nada tinggi. Ia berdalih hanya ingin menuju sebuah minimarket yang jaraknya tidak jauh. Meski sudah diingatkan bahwa melawan arah adalah pelanggaran, Farhan tetap bersikeras melanjutkan perjalanan.
Situasi sempat memanas ketika Farhan mengaku sebagai aparat dan meminta perekam membuka helmnya. Namun setelah perdebatan berlangsung, ia akhirnya memilih untuk memutar balik kendaraannya.
Menindaklanjuti video yang viral tersebut, pihak kepolisian dari Polsek Cakung melakukan penyelidikan. Hasilnya, pelaku berhasil diidentifikasi dan diamankan untuk dimintai keterangan.
Kanit Reskrim Polsek Cakung, Zen, memastikan bahwa pelaku bukan merupakan anggota aparat seperti yang diakuinya dalam video. Ia hanya warga sipil biasa yang melakukan pelanggaran lalu lintas.
Setelah diamankan, Farhan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video yang diunggah oleh pihak kepolisian. Ia mengakui kesalahannya karena melawan arus dan memberikan keterangan yang tidak benar dengan mengaku sebagai aparat.
Dalam pernyataannya, Farhan meminta maaf kepada masyarakat, pihak kepolisian, serta semua pihak yang merasa dirugikan atas kejadian tersebut. Ia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya di kemudian hari.

Sumber : Kompascom
Editor : Tia
Share:

Pria di Bekasi Disiram Air Keras Saat Hendak Salat Subuh, Pelaku Masih Diburu

Babe News - Bekasi, 31/03/2026. Seorang pria berinisial T (54) menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Perumahan Bumi Sani, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 04.50 WIB.
Peristiwa itu terjadi saat korban hendak berjalan menuju mushala untuk menunaikan salat subuh. Namun di tengah perjalanan, tiba-tiba korban diserang dan disiram cairan yang diduga air keras oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya.
Kapolsek Tambun Selatan, Wuriyanti, menjelaskan bahwa setelah kejadian tersebut, korban langsung kembali ke rumah dalam kondisi kesakitan. Istri dan warga sekitar kemudian memberikan pertolongan pertama dengan menyiram bagian tubuh korban menggunakan air mengalir untuk mengurangi dampak luka.
Setelah mendapatkan penanganan awal, korban segera dibawa ke rumah sakit di wilayah Bekasi untuk menjalani perawatan medis lebih lanjut.
Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, petugas juga memeriksa sejumlah saksi serta mencari petunjuk yang dapat mengarah pada identitas pelaku.
Proses penyelidikan tidak hanya dilakukan oleh Polsek Tambun Selatan, tetapi juga melibatkan Satreskrim Polres Metro Bekasi. Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku sekaligus mendalami motif di balik aksi penyiraman tersebut.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Kecelakaan Mudik-Balik Lebaran di Jabar Turun Drastis hingga 76 Persen

Babe News - Bekasi, 30/03/2026. Kabar positif datang dari pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Barat. Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar mencatat adanya penurunan signifikan angka kecelakaan selama Operasi Ketupat Lodaya dibandingkan tahun sebelumnya.
Dirlantas Polda Jabar, Raydian Kokrosono, mengungkapkan bahwa angka kecelakaan turun hingga 76 persen. Ia menilai capaian ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang semakin patuh terhadap aturan lalu lintas serta arahan petugas di lapangan.
Berdasarkan data kepolisian, jumlah kecelakaan pada tahun 2026 tercatat sebanyak 93 kejadian. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 383 kejadian.
Penurunan juga terlihat pada jumlah korban jiwa. Tingkat fatalitas mengalami penurunan hingga 89 persen, dari sebelumnya 121 orang menjadi hanya 13 orang. Selain itu, jumlah korban luka berat turun sekitar 46 persen, sementara luka ringan berkurang hingga 73 persen.
Sementara itu, kondisi arus balik Lebaran hingga Minggu malam (29/3) mulai menunjukkan tren yang lebih landai. Volume kendaraan dari arah Jawa Tengah tercatat menurun, dengan intensitas di bawah 2.500 kendaraan per jam.
Di jalur arteri, khususnya di wilayah Cirebon, sempat terjadi perlambatan arus lalu lintas. Hal ini dipengaruhi oleh penerapan sistem one way di jalan tol serta aktivitas masyarakat lokal di sekitar jalur tersebut. Meski demikian, petugas memastikan tidak terjadi kemacetan total berkat pengaturan lalu lintas yang dilakukan di titik-titik rawan seperti Simpang Buntet.
Pihak kepolisian juga terus mengingatkan pemudik untuk memanfaatkan fasilitas rest area yang tersedia. Berdasarkan pemantauan, kapasitas parkir di rest area jalur A dan B masih cukup untuk menampung kendaraan.
Pengendara diimbau untuk tidak memaksakan diri jika merasa lelah saat berkendara. Jika rest area penuh, petugas akan membantu mengatur kendaraan di bahu jalan demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Sumber : antara news
Editor : Tia
Share:

Berita Populer