Kenaikan Mendadak BBM Non-Subsidi Tuai Sorotan, Masyarakat Kaget

Babe News - Bekasi, 20/04/2026. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi menuai banyak perhatian. Pasalnya, perubahan harga ini terjadi secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan yang cukup kepada masyarakat, sehingga memicu kebingungan dan keluhan di berbagai kalangan.
Beberapa jenis BBM mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan. Pertamax Turbo kini dijual sekitar Rp19.400 per liter, naik jauh dari sebelumnya Rp13.100. Sementara itu, Dexlite mengalami kenaikan yang lebih tinggi hingga mencapai Rp23.600 per liter dari harga sebelumnya Rp14.200. Hal serupa juga terjadi pada Pertamina Dex yang kini berada di angka Rp23.900 per liter. Di sisi lain, harga Pertamax dan Pertamax Green 95 masih tetap stabil dan tidak mengalami perubahan.
Minimnya sosialisasi terkait kebijakan ini menjadi sorotan utama. Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP, Mufti Anam, menilai kenaikan tersebut cukup memberatkan masyarakat, terutama karena dilakukan tanpa persiapan dan komunikasi yang jelas. Ia juga menyinggung bahwa sebelumnya publik sempat mendapat kesan bahwa harga BBM akan tetap stabil.
Menurutnya, kondisi ini bisa menimbulkan ketidakpercayaan karena adanya perbedaan antara pernyataan sebelumnya dengan kebijakan yang akhirnya diambil. Ia menyebut kebijakan ini sebagai langkah yang kurang tepat di tengah upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, anggota Komisi VI DPR lainnya, Rivqy Abdul Halim, mengingatkan agar kenaikan harga BBM non-subsidi tidak berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok. Ia menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Meski demikian, Rivqy juga memahami bahwa keputusan menaikkan harga BBM bukan hal yang mudah, mengingat adanya tekanan global terhadap sektor energi. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap perlu menyampaikan informasi secara terbuka agar masyarakat memahami alasan di balik kebijakan tersebut.
Menurutnya, transparansi mengenai kondisi energi nasional, termasuk beban subsidi dan distribusi, sangat penting untuk menghindari keresahan di tengah masyarakat.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Jusuf Kalla Ungkap Perannya dalam Karier Politik Jokowi, Singgung Reaksi Pendukung

Babe News - Bekasi, 20/04/2026. Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menyampaikan pandangannya terkait perjalanan politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Dalam pernyataannya, JK menegaskan bahwa dirinya memiliki peran penting dalam membawa Jokowi dari Solo hingga akhirnya meniti karier di tingkat nasional.
Hal tersebut disampaikan JK dalam sebuah jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan. Ia menyebut, dirinya yang pertama kali mendorong Jokowi untuk maju ke Jakarta dan mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Menurut JK, langkah awal itu menjadi titik penting dalam perjalanan politik Jokowi. Ia bahkan mengaku sempat bertemu langsung dengan Megawati Soekarnoputri untuk meyakinkan agar Jokowi mendapatkan dukungan sebagai calon gubernur. Setelah melalui proses tersebut, Jokowi akhirnya maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 dan berhasil memenangkan pemilihan.
JK juga menuturkan bahwa setelah kemenangan tersebut, Jokowi sempat datang untuk menyampaikan rasa terima kasih kepadanya. Ia bahkan menunjukkan dokumentasi momen tersebut sebagai bukti kedekatan mereka di masa lalu.
Lebih lanjut, JK menyatakan bahwa perjalanan Jokowi hingga menjadi presiden juga tidak lepas dari proses panjang yang diawali dari posisinya sebagai gubernur. Ia menilai, tanpa pengalaman tersebut, langkah menuju kursi presiden tidak akan terjadi.
Pernyataan ini juga disampaikan JK sebagai respons atas reaksi sejumlah pendukung Jokowi yang menurutnya keliru memahami sikapnya. Ia mengaku heran karena dianggap berseberangan setelah ikut memberikan komentar terkait polemik ijazah Jokowi yang belakangan ramai diperbincangkan.
Menurut JK, apa yang ia sampaikan bukanlah bentuk serangan, melainkan nasihat sebagai sosok yang lebih senior. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk menyudutkan ataupun melawan Jokowi.

Sumber : sindonews
Editor : Tia
Share:

Bapenda Bekasi Jelaskan Arti “Piutang” di SPPT PBB-P2, Warga Diminta Lebih Teliti

Babe News - Bekasi, 20/04/2026. Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Pendapatan Daerah Kota Bekasi memberikan penjelasan terkait munculnya keterangan “piutang” pada Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang diterima masyarakat.
Istilah “piutang” yang tercantum dalam SPPT tersebut kerap menimbulkan kebingungan. Namun, Bapenda menegaskan bahwa hal itu bukan merupakan tagihan baru. Keterangan tersebut merujuk pada kewajiban pajak di tahun-tahun sebelumnya yang belum diselesaikan atau masih tercatat dalam sistem administrasi pajak daerah.
Artinya, jika ada pajak yang belum dibayarkan pada tahun sebelumnya, maka jumlah tersebut akan tetap muncul dan terbawa pada SPPT tahun berikutnya hingga dilunasi oleh wajib pajak.
Pihak Bapenda juga menekankan bahwa informasi ini penting dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat. Warga diimbau untuk memeriksa kembali rincian SPPT yang diterima, terutama pada bagian tunggakan, dan segera melakukan pembayaran jika masih terdapat kewajiban yang belum dipenuhi.
Selain itu, Pemerintah Kota Bekasi membuka layanan informasi bagi masyarakat yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Warga dapat datang langsung ke kantor Bapenda maupun Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di masing-masing kecamatan untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas terkait PBB-P2.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Pajak yang dibayarkan nantinya akan digunakan untuk mendukung berbagai sektor penting, seperti pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan layanan publik di Kota Bekasi.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer