Pemkot Bekasi Pantau Pemakaian Mobil Dinas Saat Mudik, Kalau Ketahuan Siap-siap Deh!

Babe News, Bekasi, 23/03/2026. Pemerintah Kota Bekasi kembali menegaskan larangan penggunaan mobil dinas oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk keperluan mudik Lebaran 2026. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa aturan ini bukan hal baru, melainkan sudah lama diberlakukan dan terus disosialisasikan setiap tahunnya.
Menurutnya, kendaraan dinas hanya diperuntukkan bagi kepentingan pekerjaan, sehingga tidak boleh digunakan untuk kebutuhan pribadi, termasuk perjalanan mudik. Meski begitu, masih ditemukan pelanggaran, terutama dari pegawai yang melakukan perjalanan jarak dekat di sekitar wilayah Bekasi.
Tri mengungkapkan, ada anggapan dari sebagian ASN bahwa penggunaan mobil dinas masih bisa dimaklumi jika tujuan mudik tidak terlalu jauh, seperti ke daerah sekitar seperti Tambun. Namun, ia menegaskan bahwa aturan tersebut berlaku untuk semua, tanpa melihat jarak tempuh.
Pemerintah Kota Bekasi juga memastikan akan melakukan pengawasan terhadap penggunaan kendaraan dinas selama periode mudik. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi tegas akan diberikan kepada pegawai yang bersangkutan. Bahkan, pada tahun sebelumnya, sudah ada ASN yang ditindak karena melanggar aturan tersebut.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kedisiplinan serta memastikan aset negara digunakan sesuai fungsinya.

Sumber : kabar bekasi
Editor : Tia
Share:

Pemkot Bekasi Pantau Pemakaian Mobil Dinas Saat Mudik, Kalau Ketahuan Siap-siap Deh!

Babe News, Bekasi, 23/03/2026. Pemerintah Kota Bekasi kembali menegaskan larangan penggunaan mobil dinas oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk keperluan mudik Lebaran 2026. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa aturan ini bukan hal baru, melainkan sudah lama diberlakukan dan terus disosialisasikan setiap tahunnya.
Menurutnya, kendaraan dinas hanya diperuntukkan bagi kepentingan pekerjaan, sehingga tidak boleh digunakan untuk kebutuhan pribadi, termasuk perjalanan mudik. Meski begitu, masih ditemukan pelanggaran, terutama dari pegawai yang melakukan perjalanan jarak dekat di sekitar wilayah Bekasi.
Tri mengungkapkan, ada anggapan dari sebagian ASN bahwa penggunaan mobil dinas masih bisa dimaklumi jika tujuan mudik tidak terlalu jauh, seperti ke daerah sekitar seperti Tambun. Namun, ia menegaskan bahwa aturan tersebut berlaku untuk semua, tanpa melihat jarak tempuh.
Pemerintah Kota Bekasi juga memastikan akan melakukan pengawasan terhadap penggunaan kendaraan dinas selama periode mudik. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi tegas akan diberikan kepada pegawai yang bersangkutan. Bahkan, pada tahun sebelumnya, sudah ada ASN yang ditindak karena melanggar aturan tersebut.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kedisiplinan serta memastikan aset negara digunakan sesuai fungsinya.

Sumber : kabar bekasi
Editor : Tia
Share:

Sisa 10 Persen, Rumah Murah di Bekasi Rp 127 Jutaan Jadi Rebutan

Babe News, Bekasi, 23/03/2026. Minat masyarakat terhadap rumah subsidi di Kabupaten Bekasi masih tergolong sangat tinggi. Di tengah meningkatnya harga properti, hunian dengan harga terjangkau di bawah Rp 200 juta justru menjadi incaran utama, terutama bagi para pencari rumah pertama. Data terbaru dari Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (Sikumbang) menunjukkan bahwa ketersediaan unit kini semakin terbatas, bahkan rata-rata hanya tersisa sekitar 10 persen dari total yang dipasarkan.
Beberapa kawasan seperti Tambun Utara, Cibitung, hingga Sukatani masih menjadi titik favorit karena lokasinya yang strategis dan dekat dengan kawasan industri maupun akses transportasi menuju Jakarta. Hal ini membuat rumah subsidi di wilayah tersebut cepat terserap pasar.
Salah satu proyek yang paling diminati adalah Suropati Residence di Tambun Utara. Perumahan ini menawarkan harga sekitar Rp 127 jutaan dengan tipe 22/60. Dari total ratusan unit yang tersedia, kini hanya tersisa puluhan unit saja karena tingginya minat pembeli, khususnya para pekerja komuter.
Di kawasan Cibitung, Grand Kertamukti Residences juga mengalami kondisi serupa. Dengan harga mulai Rp 134 jutaan, stok unitnya hampir habis dan hanya menyisakan sekitar 20 unit. Faktor konektivitas yang semakin baik, terutama dengan hadirnya akses tol, menjadi daya tarik utama kawasan ini.
Sementara itu, di Sukatani, terdapat dua pilihan menarik. Puri Cikarang Asri menawarkan unit yang masih sepenuhnya tersedia, cocok bagi pembeli yang ingin memilih lokasi rumah secara leluasa. Berbeda dengan Griya Mahakarya Residence yang justru sudah hampir sold out, dengan sisa unit yang sangat terbatas.
Bagi keluarga yang membutuhkan ruang lebih luas, Graha Cipta 5 di Tambun Utara bisa menjadi alternatif. Dengan tipe bangunan 36/60 dan harga sekitar Rp 140 jutaan, perumahan ini tetap diminati meskipun harganya sedikit lebih tinggi dibanding tipe standar.
Melihat kondisi saat ini, pergerakan pasar rumah subsidi di Bekasi terbilang sangat cepat. Banyak proyek yang sudah terjual lebih dari 90 persen, menandakan tingginya kebutuhan masyarakat akan hunian terjangkau. Selain itu, kenaikan harga bahan bangunan juga menjadi faktor yang mendorong calon pembeli untuk segera mengambil keputusan sebelum harga semakin naik.
Keberadaan platform seperti Sikumbang turut membantu masyarakat dalam mengecek ketersediaan unit serta memastikan legalitas pengembang, sehingga proses pembelian menjadi lebih transparan dan aman.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer