Hari ke-9 Penanganan Longsor Cisarua, Polda Jabar Evakuasi 76 Kantong Jenazah

Babe News - Bekasi, 02/02/2026. Memasuki hari kesembilan operasi kemanusiaan pascabencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Polda Jawa Barat melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) terus mengintensifkan proses evakuasi dan identifikasi korban. Hingga Minggu malam (1/2/2026), puluhan jenazah berhasil dievakuasi dan sebagian besar telah dikembalikan kepada keluarga masing-masing.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa berdasarkan data terakhir hingga pukul 19.30 WIB, Pos DVI menerima sebanyak 76 kantong jenazah dari lokasi bencana.
Proses Identifikasi Terus Berjalan
Dari jumlah tersebut, Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 58 korban. Dalam proses pemeriksaan, petugas menemukan fakta bahwa dua kantong jenazah yang sebelumnya terdata terpisah ternyata berasal dari satu individu yang sama, setelah dilakukan pencocokan data secara menyeluruh.
“Seluruh korban yang telah teridentifikasi sudah kami serahkan kepada pihak keluarga. Termasuk satu kantong jenazah yang berisi kerangka. Sore hari ini, kami juga menyerahkan jenazah almarhum Angga setelah proses identifikasi lanjutan dinyatakan tuntas,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.
Belasan Jenazah Masih Menunggu Kepastian Identitas
Meski capaian identifikasi menunjukkan perkembangan positif, proses masih terus berlanjut. Saat ini, terdapat 17 jenazah yang belum teridentifikasi. Jenazah tersebut tersebar di beberapa lokasi, yakni 11 jenazah berada di RS Sartika Asih, 2 jenazah di RSUD Cibabat Cimahi, dan 4 jenazah masih berada di Pos DVI lapangan untuk pemeriksaan lanjutan.
Tim medis dan forensik tetap bekerja maksimal dengan mengedepankan ketelitian dan ketepatan agar setiap korban dapat dikenali secara sah dan diserahkan kepada keluarga.
Imbauan kepada Keluarga Korban
Polda Jabar juga mencatat adanya perbedaan jumlah antara laporan warga yang kehilangan anggota keluarga dengan jumlah kantong jenazah yang berhasil dievakuasi. Hingga saat ini, laporan orang hilang tercatat sebanyak 108 orang, sementara jumlah kantong jenazah berjumlah 76.
Terkait hal tersebut, Kombes Pol. Hendra mengimbau masyarakat agar melaporkan kehilangan anggota keluarga secara langsung ke Pos DVI, tidak hanya melalui pos kelurahan atau aparat setempat.
“Kami sangat membutuhkan data pendukung dari keluarga, seperti rekam medis, ciri fisik khusus, atau identitas lain yang relevan. Pelaporan langsung ke Pos DVI penting untuk memastikan data antemortem dapat kami cocokkan secara akurat,” tegasnya.

Sumber : jabar.Polri.Go
Editor : Tia
Share:

Hari ke-9 Penanganan Longsor Cisarua, Polda Jabar Evakuasi 76 Kantong Jenazah

Babe News - Bekasi, 02/02/2026. Memasuki hari kesembilan operasi kemanusiaan pascabencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Polda Jawa Barat melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) terus mengintensifkan proses evakuasi dan identifikasi korban. Hingga Minggu malam (1/2/2026), puluhan jenazah berhasil dievakuasi dan sebagian besar telah dikembalikan kepada keluarga masing-masing.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa berdasarkan data terakhir hingga pukul 19.30 WIB, Pos DVI menerima sebanyak 76 kantong jenazah dari lokasi bencana.
Proses Identifikasi Terus Berjalan
Dari jumlah tersebut, Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 58 korban. Dalam proses pemeriksaan, petugas menemukan fakta bahwa dua kantong jenazah yang sebelumnya terdata terpisah ternyata berasal dari satu individu yang sama, setelah dilakukan pencocokan data secara menyeluruh.
“Seluruh korban yang telah teridentifikasi sudah kami serahkan kepada pihak keluarga. Termasuk satu kantong jenazah yang berisi kerangka. Sore hari ini, kami juga menyerahkan jenazah almarhum Angga setelah proses identifikasi lanjutan dinyatakan tuntas,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.
Belasan Jenazah Masih Menunggu Kepastian Identitas
Meski capaian identifikasi menunjukkan perkembangan positif, proses masih terus berlanjut. Saat ini, terdapat 17 jenazah yang belum teridentifikasi. Jenazah tersebut tersebar di beberapa lokasi, yakni 11 jenazah berada di RS Sartika Asih, 2 jenazah di RSUD Cibabat Cimahi, dan 4 jenazah masih berada di Pos DVI lapangan untuk pemeriksaan lanjutan.
Tim medis dan forensik tetap bekerja maksimal dengan mengedepankan ketelitian dan ketepatan agar setiap korban dapat dikenali secara sah dan diserahkan kepada keluarga.
Imbauan kepada Keluarga Korban
Polda Jabar juga mencatat adanya perbedaan jumlah antara laporan warga yang kehilangan anggota keluarga dengan jumlah kantong jenazah yang berhasil dievakuasi. Hingga saat ini, laporan orang hilang tercatat sebanyak 108 orang, sementara jumlah kantong jenazah berjumlah 76.
Terkait hal tersebut, Kombes Pol. Hendra mengimbau masyarakat agar melaporkan kehilangan anggota keluarga secara langsung ke Pos DVI, tidak hanya melalui pos kelurahan atau aparat setempat.
“Kami sangat membutuhkan data pendukung dari keluarga, seperti rekam medis, ciri fisik khusus, atau identitas lain yang relevan. Pelaporan langsung ke Pos DVI penting untuk memastikan data antemortem dapat kami cocokkan secara akurat,” tegasnya.

Sumber : jabar.Polri.Go
Editor : Tia
Share:

Pria Terjatuh ke Kali Bekasi, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Intensif

Babe News - Bekasi, 02/02/2026. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap seorang pria yang dilaporkan terjatuh ke aliran Kali Bekasi. Kejadian tersebut berlangsung di wilayah Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, setelah adanya laporan dari warga setempat.
Kepala Kantor SAR Jakarta sekaligus Koordinator Operasi SAR, Desiana Kartika Bahari, menyampaikan bahwa pihaknya langsung menurunkan personel rescue dari Unit Siaga SAR Bekasi begitu menerima laporan kejadian tersebut. Langkah cepat ini dilakukan untuk meningkatkan peluang menemukan korban.
Menurut informasi yang dihimpun, korban diketahui berinisial G (25). Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat kejadian, korban disebut sedang melakukan aktivitas menebang pohon di sekitar bantaran kali dengan menggunakan perahu. Namun, secara tiba-tiba korban terjatuh ke aliran Kali Bekasi dengan penyebab yang hingga kini masih belum dapat dipastikan.
Usai menerima laporan, tim SAR gabungan segera melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu karet menyusuri aliran kali, sekaligus pemantauan secara visual melalui jalur darat di sepanjang bantaran Kali Bekasi hingga radius kurang lebih satu kilometer dari titik awal korban dilaporkan jatuh.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilanjutkan. Tim di lapangan tetap bersiaga dengan memperhatikan kondisi arus air dan faktor keselamatan personel.
Dalam operasi pencarian ini, sejumlah unsur turut dilibatkan, di antaranya Unit Siaga SAR Bekasi, Polsek Tambelang, Babinsa, RTB, Senkom, Semut Rescue, LAI, Saka SAR, serta dukungan dari warga sekitar yang ikut membantu pemantauan di lapangan.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer