Driver Ojol Tewas Tertabrak Truk Usai Pindah Jalur di Jakarta Utara

Babe News - Bekasi, 04/04/2026. Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Jakarta Utara dan merenggut nyawa seorang pengemudi ojek online. Insiden tragis ini berlangsung di Jalan Raya Sulawesi, Kecamatan Koja, pada Jumat (3/4/2026) pagi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.20 WIB saat kondisi lalu lintas mulai ramai oleh aktivitas masyarakat. Korban berinisial M saat itu tengah mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi B-3236-UGY, melaju dari arah utara menuju selatan. Ia juga diketahui sedang membawa seorang penumpang berinisial AR.
Ketika mendekati area Pos IX, korban berusaha berpindah dari lajur kiri ke lajur kanan atau jalur cepat. Namun nahas, dari arah belakang melaju sebuah dump truck bernomor polisi B-9253-TIS yang dikemudikan oleh DS.
Diduga jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari. Truk yang melaju searah langsung menghantam sepeda motor korban saat proses perpindahan jalur tersebut berlangsung.
Menurut keterangan pihak kepolisian, benturan yang terjadi cukup keras hingga menyebabkan korban pengemudi motor meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, penumpang yang dibonceng mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan ini juga menyebabkan kerusakan pada kendaraan yang terlibat.
Pihak kepolisian mengimbau para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, terutama saat berpindah jalur. Pengendara diingatkan untuk memastikan kondisi sekitar aman serta memperhatikan kendaraan lain yang melaju dari belakang guna menghindari kejadian serupa.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Kronologi Penyiraman Air Keras di Bekasi, Ternyata Dipicu Dendam Lama

Babe News - Bekasi, 04/04/2026. Kasus penyiraman air keras yang menimpa seorang pria berinisial TW (54) di Kabupaten Bekasi akhirnya mulai terungkap. Peristiwa ini diketahui bukan aksi spontan, melainkan sudah direncanakan dengan matang dan dilatarbelakangi oleh dendam pribadi yang telah lama dipendam.
Korban mengalami luka bakar cukup serius di bagian wajah, dada, hingga perut setelah disiram cairan kimia berbahaya yang diduga kuat merupakan asam sulfat. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kapolres Metro Bekasi, Komisaris Besar Polisi Sumarni, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 04.51 WIB di kawasan Jalan Bumi Sani Permai, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan.
Setelah menerima laporan, tim gabungan dari Satreskrim Polres Metro Bekasi bersama Unit Reskrim Polsek Tambun Selatan langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Berbekal keterangan saksi serta rekaman CCTV di sekitar lokasi, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi dan menangkap para pelaku.
“Tiga tersangka berhasil diamankan pada 2 April 2026 di lokasi berbeda, termasuk di wilayah Jatiasih, Kota Bekasi,” jelas Sumarni.
Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa aksi ini sudah dirancang jauh hari sebelumnya. Para pelaku bahkan sempat melakukan survei lokasi dan menentukan waktu pelaksanaan agar rencana berjalan lancar.
Dalam kasus ini, tersangka berinisial PBU berperan sebagai otak di balik aksi kejahatan tersebut. Ia menyusun rencana, menyiapkan alat, serta merekrut dua orang lainnya dengan imbalan sebesar Rp9 juta. Sementara itu, MS bertindak sebagai pelaku utama yang menyiramkan cairan berbahaya ke korban, dan SR berperan sebagai pengendara motor yang membantu pelarian.
Polisi mengungkap bahwa motif utama dari aksi ini adalah dendam pribadi PBU terhadap korban yang telah berlangsung cukup lama.
Saat ini, ketiga tersangka telah ditahan dan dijerat dengan pasal penganiayaan berat berencana. Mereka terancam hukuman maksimal hingga 12 tahun penjara, dengan kemungkinan pemberatan karena menggunakan bahan kimia berbahaya dalam aksinya.

Sumber : liputan 6
Editor : Tia
Share:

Sampah Menumpuk di Kolong Tol Tanjung Priok, Warga Keluhkan Bau hingga Ganggu Aktivitas

Babe News - Jakarta, 02/04/2026. Tumpukan sampah dengan ketinggian mencapai sekitar dua meter kembali terlihat di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Kencana yang berada di kolong tol, wilayah Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (1/4/2026). Kondisi ini membuat warga sekitar resah karena bau menyengat yang menyebar hingga ke permukiman dan area usaha.
Letak TPS yang sangat dekat dengan rumah warga serta tempat usaha membuat dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Bau tak sedap yang terus muncul dinilai sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi pelaku usaha kuliner di sekitar lokasi.
Salah satu warga, Sigit Setyono, mengaku usahanya mengalami penurunan omzet akibat kondisi tersebut. Ia mengatakan banyak pelanggan merasa tidak nyaman karena aroma sampah yang cukup menyengat. Menurutnya, masalah ini sudah berlangsung sekitar dua bulan terakhir. Ia menduga terbatasnya armada pengangkut menjadi salah satu penyebab utama penumpukan sampah yang tak kunjung teratasi.
Warga pun berharap ada langkah konkret dari pemerintah, termasuk kemungkinan memindahkan lokasi TPS yang dinilai terlalu dekat dengan kawasan permukiman.
Di sisi lain, petugas TPS Kencana dari Dinas Lingkungan Hidup, Trisno Edy, menjelaskan bahwa penumpukan sampah ini merupakan dampak dari longsor yang sempat terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Akibat kejadian tersebut, proses pengangkutan sampah sempat terhambat, sehingga volume sampah menumpuk di sejumlah TPS, termasuk di lokasi ini.
Diperkirakan, volume sampah yang ada saat ini mencapai lebih dari 100 meter kubik, yang berasal dari wilayah Sungai Bambu, Papanggo, dan sekitarnya. Untuk mengatasi kondisi tersebut, petugas kini melakukan pengangkutan sampah setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 15.00 WIB dengan menggunakan dua unit truk kompaktor.
Selain itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup juga mengimbau masyarakat agar mulai memilah sampah sejak dari rumah guna membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPS.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer