Babe News - Bekasi, 30/03/2026. Kabar positif datang dari pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Barat. Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar mencatat adanya penurunan signifikan angka kecelakaan selama Operasi Ketupat Lodaya dibandingkan tahun sebelumnya.
Dirlantas Polda Jabar, Raydian Kokrosono, mengungkapkan bahwa angka kecelakaan turun hingga 76 persen. Ia menilai capaian ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang semakin patuh terhadap aturan lalu lintas serta arahan petugas di lapangan.
Berdasarkan data kepolisian, jumlah kecelakaan pada tahun 2026 tercatat sebanyak 93 kejadian. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 383 kejadian.
Penurunan juga terlihat pada jumlah korban jiwa. Tingkat fatalitas mengalami penurunan hingga 89 persen, dari sebelumnya 121 orang menjadi hanya 13 orang. Selain itu, jumlah korban luka berat turun sekitar 46 persen, sementara luka ringan berkurang hingga 73 persen.
Sementara itu, kondisi arus balik Lebaran hingga Minggu malam (29/3) mulai menunjukkan tren yang lebih landai. Volume kendaraan dari arah Jawa Tengah tercatat menurun, dengan intensitas di bawah 2.500 kendaraan per jam.
Di jalur arteri, khususnya di wilayah Cirebon, sempat terjadi perlambatan arus lalu lintas. Hal ini dipengaruhi oleh penerapan sistem one way di jalan tol serta aktivitas masyarakat lokal di sekitar jalur tersebut. Meski demikian, petugas memastikan tidak terjadi kemacetan total berkat pengaturan lalu lintas yang dilakukan di titik-titik rawan seperti Simpang Buntet.
Pihak kepolisian juga terus mengingatkan pemudik untuk memanfaatkan fasilitas rest area yang tersedia. Berdasarkan pemantauan, kapasitas parkir di rest area jalur A dan B masih cukup untuk menampung kendaraan.
Pengendara diimbau untuk tidak memaksakan diri jika merasa lelah saat berkendara. Jika rest area penuh, petugas akan membantu mengatur kendaraan di bahu jalan demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Sumber : antara news
Editor : Tia



