Banjir di Harapan Mulya Disorot, Rizki Topananda Usulkan Normalisasi Sungai dan Kolam Retensi

Babe News - Bekasi, 25/03/2026. Permasalahan banjir yang kerap melanda wilayah Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, kembali menjadi perhatian. Kawasan ini memang dikenal rawan tergenang, terutama saat terjadi luapan air dari Sungai Bekasi.
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi, Rizki Topananda, menilai penanganan banjir di wilayah tersebut perlu dilakukan secara lebih serius dan terencana. Ia pun mengajukan sejumlah usulan kepada Pemerintah Kota Bekasi sebagai langkah konkret dalam mengatasi persoalan tersebut.
Salah satu solusi yang diusulkan adalah normalisasi Sungai Bekasi, yakni dengan melakukan pengerukan sedimen agar kapasitas tampung air meningkat. Selain itu, ia juga mendorong pembangunan kolam retensi atau polder di lahan milik Perum Jasa Tirta (PJT) sebagai penampung air sementara.
Menurut Rizki, langkah tersebut penting karena banyak wilayah di Harapan Mulya yang berbatasan langsung dengan aliran sungai. Hal ini membuat kawasan tersebut tetap berisiko banjir, meskipun tidak turun hujan di lokasi, karena adanya kiriman air dari daerah lain.
Ia menjelaskan, dengan adanya kolam retensi, air yang meluap dapat ditampung sementara sehingga tidak langsung menggenangi permukiman warga. Upaya ini dinilai efektif untuk mengurangi dampak banjir kiriman yang sering terjadi.
Tak hanya itu, Rizki juga menyoroti pentingnya pengerukan sungai untuk mencegah potensi longsor di bantaran, yang bisa mengancam rumah warga maupun area pemakaman di sekitar sungai.
Rencananya, usulan pembangunan kolam retensi tersebut akan diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun ini. Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi akan fokus pada penyelarasan program serta kesiapan administrasi.
Di sisi lain, Rizki juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam upaya pencegahan banjir secara mandiri, seperti membuat lubang biopori agar air hujan dapat lebih cepat meresap ke dalam tanah.

Sumber : info bekasi
Editor : Tia
Share:

Ibu dan Bayi Diturunkan di Rest Area Jatibening, Polisi Sigap Beri Bantuan Hingga Pulang

Babe News - Bekasi, 25/03/2026. Seorang ibu muda bernama Sintia, warga Kranji, Bekasi Barat, mengalami kejadian tak menyenangkan saat perjalanan pulang usai mudik Lebaran. Ia bersama bayinya diturunkan di rest area kawasan Jatibening, Pondok Gede, pada Selasa (24/3/2026).
Peristiwa tersebut diduga terjadi karena sopir travel melewati titik tujuan yang seharusnya menjadi lokasi turun Sintia. Akibatnya, ia diminta untuk turun lebih awal dan diarahkan untuk melanjutkan perjalanan dengan kendaraan lain menuju rumahnya di Kranji.
Namun, situasi tersebut membuat Sintia merasa bingung, cemas, dan tidak aman, terlebih karena ia membawa bayi. Dalam kondisi tersebut, ia kemudian memutuskan mencari bantuan dengan mendatangi pos polisi yang berada di area rest area.
Petugas kepolisian yang menerima laporan tersebut langsung merespons dengan sigap. Setelah mendengar penjelasan Sintia, mereka memberikan bantuan dengan mengantarkannya hingga sampai ke rumahnya di wilayah Kranji, Bekasi Barat.
Sesampainya di rumah, rasa haru tak terbendung. Sintia pun menangis lega setelah akhirnya bisa kembali dengan selamat bersama bayinya.

Sumber : info bekasi
Editor : Tia
Share:

Libur Lebaran, Polisi Awasi 28 Tempat Wisata di Kabupaten Bekasi

Babe News - Bekasi, 25/03/2026. Selama masa libur Lebaran, aparat kepolisian meningkatkan pengawasan di sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Bekasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan para pengunjung dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman di tengah meningkatnya jumlah wisatawan.
Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, menyampaikan bahwa ada sebanyak 28 objek wisata yang menjadi fokus pemantauan. Bersama jajarannya, ia juga turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi di beberapa lokasi favorit, seperti Go! Wet Waterpark dan Transera Waterpark yang dikenal ramai saat musim liburan.
Dalam kunjungannya, Sumarni tak hanya melakukan pengecekan keamanan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pengunjung. Bahkan, ia sempat membagikan makanan ringan sebagai bentuk pendekatan humanis agar suasana tetap hangat dan kondusif.
Ia menjelaskan bahwa pihak pengelola tempat wisata juga telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung. Mulai dari menambah petugas keamanan, meningkatkan kebersihan area, hingga menyediakan tenaga medis lengkap dengan ambulans yang siap siaga jika terjadi kondisi darurat.
Salah satu pengelola wisata menyebutkan bahwa jumlah pengunjung dalam satu hari sudah mencapai sekitar seribu orang. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan, terutama saat memasuki puncak libur Lebaran.

Sumber : Radar Bekasi
Editor : Tia
Share:

Berita Populer