Mudahkan Ibadah Penumpang, 69 Halte Transjakarta Kini Punya Mushalla Nyaman

Babe News - Jakarta, 19/02/2026. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memastikan penumpang tetap bisa menjalankan ibadah dengan nyaman selama perjalanan, khususnya di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyediakan fasilitas mushalla di sejumlah halte utama.
Transjakarta mengumumkan bahwa saat ini sudah ada 69 halte yang dilengkapi mushalla, tersebar di berbagai koridor serta titik-titik integrasi penting di wilayah Jakarta. Kebijakan ini disampaikan pada Kamis (19/2/2026) sebagai bentuk komitmen pelayanan yang lebih ramah bagi masyarakat, terutama pengguna transportasi umum yang memiliki aktivitas padat.
Langkah ini diharapkan dapat membantu pelanggan Muslim tetap bisa menunaikan shalat tepat waktu meski sedang berada di perjalanan, khususnya saat jam-jam sibuk atau menjelang waktu berbuka puasa.
Transjakarta: Penumpang Tetap Bisa Produktif dan Khusyuk
Kepala Departemen Hubungan Masyarakat dan CSR PT Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa fasilitas mushalla di halte menjadi solusi bagi penumpang yang masih berada di jalan saat waktu shalat tiba.
Menurutnya, Ramadan bukan hanya momen meningkatkan pelayanan transportasi, tetapi juga kesempatan menghadirkan layanan publik yang memperhatikan kenyamanan spiritual masyarakat.
“Mushalla di halte kami harapkan dapat membantu pelanggan tetap produktif sekaligus khusyuk selama bulan suci. Ramadan menjadi momentum bagi kami untuk memperkuat layanan publik yang tidak hanya mengutamakan aspek transportasi, tetapi juga kenyamanan spiritual pelanggan,” ujar Ayu dalam keterangan resminya.
Tak Sekadar Ruang Shalat, Mushalla Dilengkapi Sarana Pendukung
Transjakarta menegaskan bahwa mushalla yang disediakan tidak hanya sekadar ruang untuk shalat. Sejumlah fasilitas pendukung juga tersedia agar penumpang dapat beribadah dengan lebih nyaman.
Beberapa fasilitas yang disiapkan antara lain:
Area wudhu
Sajadah
Penunjuk arah kiblat
Ruang yang bersih dan tertata
Selain itu, pihak Transjakarta memastikan kebersihan mushalla akan dijaga secara berkala oleh petugas lapangan agar tetap nyaman digunakan setiap hari.
Halte Besar dan Titik Integrasi Jadi Prioritas
Fasilitas mushalla ini diprioritaskan berada di halte-halte besar dan halte integrasi yang memiliki volume penumpang tinggi. Dengan begitu, akses ibadah di kawasan perkotaan tetap terjamin, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas dari pagi hingga malam.
Keberadaan mushalla di halte juga dinilai bisa menjadi nilai tambah bagi layanan Transjakarta, terutama di bulan Ramadan ketika banyak warga membutuhkan tempat shalat yang mudah dijangkau.
Daftar 69 Halte Transjakarta yang Dilengkapi Mushalla
Berikut daftar halte Transjakarta yang saat ini sudah dilengkapi mushalla:
Koridor 1 (Blok M–Kota)
Blok M
Bundaran Senayan
Senayan Bank Jakarta
Bendungan Hilir
Karet
Dukuh Atas
Tosari
Bundaran HI Astra
MH Thamrin
Monumen Nasional
Harmoni
Sawah Besar
Mangga Besar
Glodok
Koridor 2 (Pulogadung–Monas) 15. Pulo Gadung
16. Pulo Mas
17. Senen Toyota Rangga
18. Senen Raya
19. Juanda
20. Balai Kota
21. Kwitang
Koridor 3 22. Kalideres
23. Jembatan Baru
24. Jembatan Gantung
25. Damai
Koridor 4 (Pulo Gadung–Galunggung) 26. Pemuda Rawamangun
27. FO Pramuka
28. Manggarai
29. Pasar Rumput
30. Halimun
31. Galunggung
Koridor 5 (Kampung Melayu–Ancol) 32. Kampung Melayu
33. Matraman Baru
34. Senen Sentral
35. Ancol
Koridor 6 (Ragunan–Dukuh Atas) 36. Ragunan
37. Jati Padang
38. Underpass Kuningan
39. Patra Kuningan
40. Kuningan
41. Rasuna Said
42. Karet Kuningan
43. Kuningan Madya
44. Setiabudi
Koridor 7 (Kampung Rambutan–Kampung Melayu) 45. Cililitan
46. Cawang Sentral
47. BNN LRT
Koridor 8 (Lebak Bulus–Pasar Baru) 48. Kebayoran
Koridor 9 (Pinang Ranti–Pluit) 49. Cikoko arah Pinang Ranti
50. Pancoran Tugu
51. Simpang Kuningan
52. Semanggi
53. Petamburan
54. Grogol Reformasi
55. Pluit
Koridor 10 (Tanjung Priok–PGC) 56. Plumpang
Koridor 11 (Pulo Gebang–Kampung Melayu) 57. Pulo Gebang
58. Walikota Jakarta Timur
59. Stasiun Jatinegara
Koridor 12 (Pluit–Tanjung Priok) 60. Sunter Boulevard Barat
Koridor 13 (CBD Ciledug–Tendean/Integrasi CSW) 61. Tegal Mampang
62. Pasar Santa
63. Velbak
64. Cipulir
65. Puri Beta 2
66. CSW Lt 3
Koridor 14 (Senen–JIS) 67. Jembatan Item
68. Danau Sunter
69. Kemayoran


Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Target H-10 Lebaran Rampung, Tri Adhianto Pantau Langsung Perbaikan Jalan Rusak di Bekasi

Babe News - Bekasi, 19/02/2026. Pemerintah Kota Bekasi terus bergerak cepat memperbaiki kondisi jalan rusak di sejumlah wilayah. Upaya percepatan ini dilakukan demi memastikan aktivitas warga tetap lancar sekaligus mempersiapkan kondisi jalan yang aman dan nyaman menjelang arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Pada Rabu (18/2/2026), Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turun langsung memantau progres perbaikan jalan yang saat ini sedang dikebut di beberapa titik strategis. Pemkot Bekasi sendiri menyiapkan anggaran besar untuk mendukung program tersebut, yakni lebih dari Rp200 miliar.
Tri menyampaikan bahwa anggaran jumbo ini dialokasikan khusus untuk percepatan pemulihan atau recovery jalan, mengingat banyak ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat cuaca ekstrem serta tingginya aktivitas kendaraan.
Fokus Perbaikan Jalan Utama, Dilakukan Bertahap Sesuai Prioritas
Tri menjelaskan, pengerjaan perbaikan jalan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas, menyesuaikan kebutuhan masyarakat serta kemampuan anggaran daerah. Beberapa ruas jalan utama yang kini masuk dalam tahap pengerjaan di antaranya adalah:
Jalan I Gusti Ngurah Rai
Jalan Swatantra
Sejumlah titik di kawasan Bekasi Utara
Sementara itu, Tri menyebut salah satu jalan yang sudah selesai diperbaiki adalah Jalan Nonon Sonthanie, yang sebelumnya menjadi sorotan karena kerusakan cukup mengganggu pengguna jalan.
“Anggaran yang kita siapkan tahun ini di atas Rp200 miliar untuk recovery jalan. Pengerjaannya dilakukan bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran yang kita miliki,” kata Tri saat dikonfirmasi awak media.
Target Pemkot: Jalan Milik Kota Selesai Sebelum H-10 Lebaran
Pemkot Bekasi menargetkan perbaikan sejumlah ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kota dapat rampung sebelum H-10 Lebaran. Target ini dibuat agar kondisi jalan lebih siap digunakan masyarakat saat aktivitas meningkat menjelang Hari Raya.
Tri menegaskan, program percepatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memberikan rasa aman bagi pengendara, baik warga lokal maupun masyarakat luar daerah yang melintas di Kota Bekasi.
Jalan Nasional Jadi Tanggung Jawab Pemerintah Pusat
Dalam keterangannya, Tri juga menyinggung sejumlah jalan protokol yang berstatus jalan nasional, seperti:
Jalan Ahmad Yani
Jalan Sultan Agung
Jalan Sudirman
Menurut Tri, ruas-ruas jalan tersebut tidak berada dalam kewenangan Pemerintah Kota Bekasi karena merupakan tanggung jawab pemerintah pusat.
Meski begitu, Tri memastikan pihaknya tetap melakukan koordinasi aktif dengan pemerintah provinsi dan kementerian terkait. Dari hasil komunikasi tersebut, pemerintah pusat disebut sudah menyatakan komitmen untuk menyelesaikan perbaikan jalan nasional paling lambat H-10 sebelum Lebaran.
Tri menyebut koordinasi tersebut dilakukan bersama Penjabat Gubernur, sehingga diharapkan proses perbaikan bisa berjalan serentak antara jalan kota dan jalan nasional.
Jalan Siliwangi yang Longsor Masih Jadi Perhatian
Selain perbaikan jalan rusak, Pemkot Bekasi juga memberikan perhatian khusus pada kondisi Jalan Siliwangi yang sempat mengalami longsor. Tri menyatakan pihaknya terus mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar segera melakukan penanganan teknis secara maksimal karena ruas tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat.
Tri menilai, perbaikan Jalan Siliwangi tidak bisa ditunda terlalu lama karena berpotensi mengganggu mobilitas warga serta meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak segera ditangani.

Sumber : bekasi terkini
Editor : Tia
Share:

Trans Beken Jadi Favorit Warga Bekasi, Hampir 5 Ribu Penumpang Terangkut di Pekan Pertama

Babe News - Bekasi, 19/02/2026. Layanan bus Trans Bekasi Keren (Trans Beken) mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan sejak resmi beroperasi di Kota Bekasi. Dalam minggu pertama peluncurannya, jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi ini tercatat cukup tinggi dan terus mengalami peningkatan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mencatat, bus Trans Beken pada rute Terminal Induk Bekasi–Harapan Indah telah mengangkut total 4.968 penumpang. Data tersebut dihitung sejak layanan mulai diluncurkan pada Selasa (10/2/2026) hingga Selasa (17/2/2026).
Angka ini sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran Trans Beken mulai menjadi pilihan baru bagi masyarakat Bekasi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Okupansi Naik 43,8 Persen, Dishub: Ini Sinyal Positif
Dishub Kota Bekasi juga menyebut terjadi peningkatan okupansi penumpang hingga 43,8 persen dalam periode tersebut. Lonjakan ini menjadi bukti bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi umum yang nyaman, teratur, dan terintegrasi memang sangat besar.
Sistem pencatatan penumpang yang digunakan pun sudah berbasis pemantauan laporan secara real-time, sehingga Dishub dapat memonitor kondisi penumpang secara langsung setiap harinya.
Dishub Bekasi: Antusias Warga Tinggi, Tapi Tidak Boleh Cepat Puas
Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, mengatakan tren peningkatan jumlah penumpang ini menjadi sinyal baik bagi pengembangan transportasi publik di Kota Bekasi. Namun, ia menegaskan capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri.
Menurutnya, data penumpang justru harus dijadikan acuan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar Trans Beken tetap diminati masyarakat.
“Tren ini sangat baik, tetapi kita tidak boleh berpuas diri. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap Trans Beken, dan kami akan menjadikannya pijakan untuk evaluasi pelayanan lebih lanjut,” ujar Zeno, Rabu (18/2/2026).
Layanan Akan Terus Dioptimalkan, Fokus pada Ketepatan Waktu dan Kebersihan
Zeno menambahkan, Dishub akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan sesuai arahan Wali Kota Bekasi. Upaya ini dilakukan agar Trans Beken bisa menjadi transportasi publik yang benar-benar aman, nyaman, serta dapat diandalkan dalam jangka panjang.
Beberapa aspek yang menjadi fokus evaluasi di antaranya adalah:
Ketepatan waktu kedatangan bus (headway)
Kebersihan armada
Kenyamanan penumpang selama perjalanan
Konsistensi layanan agar penumpang tetap loyal
Dishub berharap dengan evaluasi rutin dan perbaikan bertahap, Trans Beken dapat menjadi salah satu solusi nyata untuk mengurangi ketergantungan warga pada kendaraan pribadi sekaligus mengurangi kemacetan di sejumlah titik Kota Bekasi.

Sumber : bekasiterkini
Editor : Tia
Share:

Berita Populer