Wanita di Bekasi Jadi Korban Kekerasan Seksual Selama 7 Tahun, Paman Ditangkap

 

Bekasi, 22 juli 2026 - Kasus kekerasan seksual terhadap seorang wanita berusia 21 tahun di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terungkap setelah korban diduga mengalami tindakan tersebut selama sekitar tujuh tahun.


Pelaksana Harian Kapolres Metro Bekasi, Kombes Ikhlas Putro Wasono, menjelaskan bahwa dugaan pelecehan pertama terjadi pada 2017 saat korban masih duduk di bangku kelas 6 SD. Saat itu, tindakan yang dialami korban masih berupa pelecehan seksual.


Menurut polisi, dugaan persetubuhan pertama terjadi pada Juli 2019 dan berlanjut hingga Februari 2024. Selama kurun waktu tersebut, korban diduga mengalami kekerasan seksual secara berulang.


Dalam penyelidikan, polisi telah menangkap seorang pria berinisial W (42) yang merupakan paman korban. Dari penangkapan tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa satu potong daster berwarna hijau, satu unit telepon genggam, dan tisu.


Sementara itu, dua terduga pelaku lainnya, termasuk ayah kandung korban, masih dalam pengejaran. Kepolisian belum mengungkap identitas kedua orang tersebut demi kepentingan penyidikan.


Saat ini, Satreskrim Polres Metro Bekasi masih mendalami kasus tersebut untuk mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat serta melengkapi proses hukum.


Sumber: PojokBekasi.

Share:

Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung


 Bekasi, 22 Juli 2026 – Nanik S Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjalani pengobatan penyakit jantung.


Kabar tersebut disampaikan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyebut Nanik telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (22/7/2026).


“Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” tulis Dirgayuza.


Dalam unggahannya, Dirgayuza juga mengenang dedikasi Nanik selama bertahun-tahun. Menurutnya, Nanik dikenal sebagai sosok yang selalu peduli terhadap masyarakat dan tidak tinggal diam melihat ketidakadilan.


Ia juga mengungkap peran Nanik dalam menyampaikan kasus Wilfrida Soik, pekerja migran Indonesia yang sempat terancam hukuman mati di Malaysia, kepada Presiden Prabowo sehingga mendapat perhatian dan pembelaan. Selain itu, Nanik disebut sebagai pengusul program becak listrik bagi para pengayuh becak lanjut usia.


Sumber: detik.com

Share:

Prabowo Minta BGN Evaluasi Penerima MBG, Jumlah Penerima Diperkirakan Berkurang

 Bekasi, 22 Juli 2026 – Presiden Prabowo Subianto memberikan waktu satu bulan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyisir ulang data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih tepat sasaran.


Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan jumlah penerima manfaat yang saat ini mencapai sekitar 62,7 juta orang berpotensi berkurang setelah proses evaluasi selesai dilakukan.


“Bahwa angkanya sekarang sebenarnya sudah ada gambarannya, kita akan turun dari itu (62,7 juta). Tapi angka finalnya nanti tunggu saja sampai benar-benar final,” ujar Agustina dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa.


Menurut Agustina, Presiden Prabowo menekankan agar BGN tidak lagi berfokus pada pencapaian jumlah penerima, melainkan memastikan kualitas program dan ketepatan sasaran.


“Pak Presiden sudah pesan, beliau tidak lagi menargetkan angka tertentu, tapi memperbaiki kualitas. Benar-benar yang memang tepat sasaran,” katanya.


Presiden juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, termasuk mencegah kembali terjadinya kasus keracunan makanan yang sempat terjadi, serta melakukan peninjauan terhadap distribusi susu dalam program MBG.


Sementara itu, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Prima Yosephine, menyampaikan bahwa pihaknya masih berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk meninjau ulang seluruh data penerima manfaat. Evaluasi tersebut akan menjadi dasar penetapan target baru beserta indikator yang dinilai paling tepat agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif dan mencapai sasaran yang diharapkan.


Sumber: Detik.com

Share:

Berita Populer