Balita di Tarumajaya Bekasi Diserang Monyet Liar, Korban Alami Luka Serius dan Jalani 26 Jahitan

Babe News - Bekasi, 13/03/2026. Peristiwa mengejutkan terjadi di kawasan Perumahan Bali Indah, Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Seorang balita berusia dua tahun mengalami luka serius setelah diserang oleh seekor monyet liar pada Selasa (10/3/2026). Akibat serangan tersebut, korban harus mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit.
Balita tersebut mengalami sejumlah luka gigitan dan cakaran di bagian tubuhnya, terutama di bagian punggung. Luka yang cukup dalam membuat tim medis harus melakukan tindakan penjahitan sebanyak 26 jahitan untuk menutup luka yang dialami korban.
Bibi korban, Uut Supriati (38), menceritakan bahwa kejadian itu berlangsung sangat cepat. Saat itu ia baru saja selesai memandikan keponakannya dan mengganti pakaiannya. Setelah itu, ia menutup pintu rumah dan mengingatkan anak tersebut agar tidak keluar ke teras karena mainannya berada di luar rumah.
Namun tanpa disadari, balita tersebut membuka kembali pintu rumah dan keluar ke teras. Di sana ia duduk sambil memainkan mobil-mobilan miliknya.
Tidak lama kemudian, Uut mendengar suara tangisan keras dari arah luar rumah. Mendengar hal itu, ia segera keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Ketika tiba di teras, ia mendapati keponakannya sudah dalam kondisi terluka dan terbaring miring. Ia juga melihat darah yang menetes hingga mengenai lantai keramik.
Saat diperiksa lebih dekat, luka terlihat di bagian belakang tubuh anak tersebut. Uut pun langsung panik dan segera membawa korban untuk mendapatkan pertolongan medis.
Menurut Uut, kejadian tersebut ternyata bukan yang pertama kali terjadi di lingkungan perumahan tersebut. Ia menyebut sebelumnya sudah ada dua anak lain yang juga menjadi korban serangan monyet liar.
Dari tiga kejadian tersebut, salah satu korban bahkan mengalami luka cukup parah di bagian kepala akibat serangan hewan tersebut.
Kemunculan monyet liar di kawasan perumahan ini membuat warga sekitar merasa khawatir dan resah. Mereka takut serangan serupa kembali terjadi, terutama karena banyak anak kecil yang sering bermain di area perumahan.
Warga juga mengaku cukup terkejut karena sebelumnya tidak pernah ada monyet yang terlihat di kawasan tersebut. Kejadian ini menjadi pengalaman pertama bagi warga setempat menghadapi ancaman hewan liar di lingkungan tempat tinggal mereka.
Warga pun berharap pihak berwenang segera mengambil langkah untuk menangkap monyet liar tersebut agar tidak kembali membahayakan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak.
Menanggapi kejadian tersebut, petugas penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi telah turun ke lokasi untuk melakukan pencarian dan upaya penangkapan.
Petugas rescue Damkar Kabupaten Bekasi, Adhi Nugroho, mengatakan bahwa timnya sudah melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Namun, proses penangkapan cukup sulit karena monyet tersebut terus berpindah-pindah tempat.
Pihaknya bersama warga setempat masih terus berupaya menangkap hewan tersebut agar situasi kembali aman.

Sumber : tribunnews
Editor : Tia
Share:

Balita di Tarumajaya Bekasi Diserang Monyet Liar, Korban Alami Luka Serius dan Jalani 26 Jahitan

Babe News - Bekasi, 13/03/2026. Peristiwa mengejutkan terjadi di kawasan Perumahan Bali Indah, Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Seorang balita berusia dua tahun mengalami luka serius setelah diserang oleh seekor monyet liar pada Selasa (10/3/2026). Akibat serangan tersebut, korban harus mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit.
Balita tersebut mengalami sejumlah luka gigitan dan cakaran di bagian tubuhnya, terutama di bagian punggung. Luka yang cukup dalam membuat tim medis harus melakukan tindakan penjahitan sebanyak 26 jahitan untuk menutup luka yang dialami korban.
Bibi korban, Uut Supriati (38), menceritakan bahwa kejadian itu berlangsung sangat cepat. Saat itu ia baru saja selesai memandikan keponakannya dan mengganti pakaiannya. Setelah itu, ia menutup pintu rumah dan mengingatkan anak tersebut agar tidak keluar ke teras karena mainannya berada di luar rumah.
Namun tanpa disadari, balita tersebut membuka kembali pintu rumah dan keluar ke teras. Di sana ia duduk sambil memainkan mobil-mobilan miliknya.
Tidak lama kemudian, Uut mendengar suara tangisan keras dari arah luar rumah. Mendengar hal itu, ia segera keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Ketika tiba di teras, ia mendapati keponakannya sudah dalam kondisi terluka dan terbaring miring. Ia juga melihat darah yang menetes hingga mengenai lantai keramik.
Saat diperiksa lebih dekat, luka terlihat di bagian belakang tubuh anak tersebut. Uut pun langsung panik dan segera membawa korban untuk mendapatkan pertolongan medis.
Menurut Uut, kejadian tersebut ternyata bukan yang pertama kali terjadi di lingkungan perumahan tersebut. Ia menyebut sebelumnya sudah ada dua anak lain yang juga menjadi korban serangan monyet liar.
Dari tiga kejadian tersebut, salah satu korban bahkan mengalami luka cukup parah di bagian kepala akibat serangan hewan tersebut.
Kemunculan monyet liar di kawasan perumahan ini membuat warga sekitar merasa khawatir dan resah. Mereka takut serangan serupa kembali terjadi, terutama karena banyak anak kecil yang sering bermain di area perumahan.
Warga juga mengaku cukup terkejut karena sebelumnya tidak pernah ada monyet yang terlihat di kawasan tersebut. Kejadian ini menjadi pengalaman pertama bagi warga setempat menghadapi ancaman hewan liar di lingkungan tempat tinggal mereka.
Warga pun berharap pihak berwenang segera mengambil langkah untuk menangkap monyet liar tersebut agar tidak kembali membahayakan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak.
Menanggapi kejadian tersebut, petugas penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi telah turun ke lokasi untuk melakukan pencarian dan upaya penangkapan.
Petugas rescue Damkar Kabupaten Bekasi, Adhi Nugroho, mengatakan bahwa timnya sudah melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Namun, proses penangkapan cukup sulit karena monyet tersebut terus berpindah-pindah tempat.
Pihaknya bersama warga setempat masih terus berupaya menangkap hewan tersebut agar situasi kembali aman.

Sumber : tribunnews
Editor : Tia
Share:

Pemkot Bekasi Targetkan Perbaikan Jalan Rusak Selesai Sebelum Arus Mudik Lebaran 2026

Babe News - Bekasi, 13/03/2026. Wali Kota Tri Adhianto memastikan bahwa perbaikan sejumlah jalan rusak di wilayah Bekasi akan terus dipercepat menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Pemerintah Kota Bekasi menargetkan seluruh jalur utama yang akan dilalui para pemudik sudah berada dalam kondisi layak dan aman sebelum musim mudik tiba.
Tri menjelaskan bahwa proses pengadaan material yang dibutuhkan untuk perbaikan jalan saat ini masih berlangsung dan diperkirakan baru akan selesai dalam beberapa hari ke depan. Setelah material tersedia, pekerjaan perbaikan akan langsung dimaksimalkan hingga awal pekan depan.
Hal tersebut disampaikan Tri saat ditemui di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, pada Kamis (12/3/2026). Ia mengatakan bahwa keterlambatan perbaikan di beberapa titik salah satunya disebabkan oleh proses pengadaan barang yang baru dapat rampung pada awal pekan.
Meski demikian, pemerintah daerah tidak tinggal diam jika ditemukan jalan berlubang yang berpotensi membahayakan pengendara. Dinas terkait tetap melakukan penanganan sementara agar kondisi jalan tetap aman dilalui.
Menurut Tri, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi masih memiliki cadangan material berupa aspal dingin yang dapat digunakan sebagai solusi sementara untuk menutup lubang di jalan.
Penggunaan aspal dingin tersebut bersifat darurat, namun cukup efektif untuk menjaga kondisi jalan agar tetap aman selama satu hingga dua minggu ke depan, terutama menjelang meningkatnya aktivitas kendaraan saat mudik Lebaran.
Tri juga mengakui bahwa masih ada beberapa ruas jalan yang belum dapat diperbaiki secara menyeluruh. Hal ini terjadi karena keterbatasan waktu dalam proses lelang proyek perbaikan yang sebelumnya telah dilakukan oleh pemerintah daerah.
Walaupun demikian, pihaknya tetap memprioritaskan langkah penanganan cepat agar kerusakan jalan tidak membahayakan para pengguna jalan, khususnya para pemudik yang akan melintasi wilayah Bekasi.
Salah satu contoh penanganan yang sedang dilakukan adalah di ruas Jalan KH Noer Ali. Di lokasi tersebut, pemerintah kota telah memerintahkan agar dilakukan proses pemadatan jalan untuk mengurangi risiko kecelakaan bagi para pengendara.
Langkah tersebut diambil agar kondisi jalan tetap aman dilalui meskipun belum dilakukan perbaikan secara permanen.
Pemkot Bekasi menegaskan bahwa seluruh upaya ini dilakukan agar jalur-jalur utama yang menjadi akses perjalanan mudik dapat digunakan dengan nyaman oleh masyarakat.

Sumber : tribunnews
Editor : Tia
Share:

Berita Populer