Wali Kota Bekasi Tegas, ASN yang Keluar Kota Saat WFH Terancam Sanksi Berat hingga Pemecatan

Babe News - Bekasi, 13/04/2026. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan disiplin.
Kebijakan yang mulai diberlakukan pada Jumat (10/4/2026) ini bukan berarti memberikan kebebasan bagi ASN untuk bekerja tanpa aturan. Justru, menurut Tri, sistem kerja dari rumah tetap memiliki pengawasan ketat agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Ia menekankan bahwa pelanggaran terhadap aturan WFH akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan kepegawaian yang berlaku. Sanksi tersebut dibagi menjadi tiga kategori, yakni ringan, sedang, dan berat.
Untuk pelanggaran berat, sanksinya tidak main-main. ASN bisa dikenai penundaan kenaikan pangkat, penurunan jabatan, hingga pemecatan.
Tri secara khusus menyoroti pelanggaran yang dilakukan saat WFH, seperti ASN yang justru keluar kota, tidak berada di rumah, atau melakukan aktivitas di luar kepentingan dinas—terlebih jika menggunakan kendaraan dinas. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut langsung masuk kategori pelanggaran berat.
Menurutnya, pemerintah sudah memberikan kelonggaran melalui kebijakan WFH sebagai bentuk fleksibilitas kerja. Namun, hal itu harus diimbangi dengan integritas dan kesadaran dari setiap ASN untuk tetap menjalankan tugasnya dengan baik.
“Intinya, meskipun bekerja dari rumah, tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat tetap harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemkot Bekasi juga melakukan penyesuaian kebijakan dengan mengubah jadwal WFH menjadi setiap hari Jumat. Langkah ini diambil untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan pemerintah pusat, khususnya dalam upaya efisiensi energi dan pengendalian mobilitas.
Sebelumnya, WFH sempat diterapkan setiap hari Rabu. Namun, perubahan ini dianggap penting agar kebijakan berjalan lebih seragam dan efektif secara nasional.
Tri menyebut, penyesuaian ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keselarasan kebijakan dengan pusat, sekaligus memastikan pelaksanaannya tetap optimal di lapangan.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Wagub Kalbar Cium Lutut KDM Jika Bisa Bangun Jalan Pakai APBD Rp6 T

Babe News - Bekasi, 13/04/2026. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memberikan respons tegas terkait perbandingan kondisi infrastruktur jalan di wilayahnya dengan Provinsi Jawa Barat yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam sebuah forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Sintang, ia menyampaikan pernyataan yang cukup menarik perhatian. Krisantus bahkan menyebut akan “mencium lutut” Dedi Mulyadi jika sang gubernur mampu membangun infrastruktur jalan di Kalimantan Barat dengan anggaran yang tersedia saat ini, yakni sekitar Rp6 triliun.
Pernyataan tersebut muncul sebagai tanggapan atas viralnya video warga di Kecamatan Sepauk yang membandingkan kondisi jalan rusak di daerah mereka dengan infrastruktur di Jawa Barat. Video tersebut memicu berbagai reaksi publik, termasuk permintaan agar Dedi Mulyadi “dipinjam” untuk memimpin Kalbar.
Krisantus mengaku telah melihat langsung video tersebut dan memahami keluhan masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa perbandingan tersebut tidak sepenuhnya tepat karena adanya perbedaan signifikan, baik dari sisi luas wilayah maupun kemampuan anggaran.
Ia menjelaskan bahwa Jawa Barat memiliki luas sekitar 43 ribu kilometer persegi dengan dukungan APBD lebih dari Rp30 triliun. Sementara itu, Kalimantan Barat memiliki wilayah yang jauh lebih luas, mencapai sekitar 171 ribu kilometer persegi, namun hanya ditopang anggaran sekitar Rp6 triliun.
Menurutnya, semakin luas suatu wilayah, maka kebutuhan anggaran untuk pembangunan infrastruktur juga akan semakin besar. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk memahami kondisi tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Meski begitu, Krisantus menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Ia memastikan bahwa perbaikan jalan, termasuk di wilayah yang sempat viral seperti Bedayan, sudah mulai dilakukan. Pemerintah daerah bahkan telah menurunkan alat berat untuk memperbaiki jalan yang rusak.
Sebelumnya, keluhan warga terkait jalan rusak mencuat setelah sebuah video yang diunggah di media sosial menjadi viral. Dalam video tersebut, warga menyuarakan kondisi jalan yang rusak parah dan berharap adanya perhatian dari pemerintah.

Sumber : CNN Indonesia
Editor : Tia
Share:

Angin Puting Beliung Terjang Bekasi, Pohon Tumbang dan Akses Jalan Sempat Lumpuh

Babe News - Bekasi, 13/04/2026. Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin puting beliung melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi pada Minggu (12/4/2026) sore. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan di berbagai titik, mulai dari pohon tumbang, rumah warga yang terdampak, hingga terganggunya akses lalu lintas.
Salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah adalah Perumahan Pesona Metropolitan, Rawalumbu. Di lokasi tersebut, kondisi terlihat semrawut dengan banyaknya pohon besar yang tumbang dan menutup jalan. Ranting serta daun berserakan hingga ke halaman rumah warga.
Sekretaris RW setempat, Emil, menyebutkan bahwa jalan utama di kawasan tersebut sempat tidak bisa dilalui. Kemacetan pun terjadi selama kurang lebih tiga jam karena proses evakuasi yang belum bisa dilakukan dengan cepat.
Ia menjelaskan, perubahan cuaca terjadi cukup tiba-tiba. Awalnya hanya hujan ringan sekitar pukul 16.15 WIB, namun dalam waktu singkat berubah menjadi hujan lebat yang disertai angin kencang bertiup secara bertubi-tubi.
Meski sebagian jalan sudah mulai bisa dilalui pada malam harinya, beberapa titik masih tertutup, khususnya di Jalan Raya Jamrud. Proses penanganan pun terkendala keterbatasan alat, karena hanya tersedia satu mesin pemotong kayu yang digunakan secara bergantian.
Warga lainnya, Supratman (43), mengungkapkan bahwa angin datang dari dua arah yang berbeda, yakni dari utara dan selatan. Hal ini membuat dampak kerusakan menjadi lebih parah. Ia juga menyebutkan bahwa kejadian serupa memang pernah terjadi sebelumnya, namun kali ini merupakan yang paling besar.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Bekasi, Dewi Sartika, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini terjadi di lima kecamatan, yakni Rawalumbu, Mustikajaya, Bantargebang, Jatiasih, dan Jatisampurna.
Di beberapa wilayah lain, dampaknya juga cukup signifikan. Di Jatisampurna, baliho roboh hingga menutup jalan. Di Mustikajaya, pohon tumbang menimpa rumah warga dan jaringan kabel. Bahkan, fasilitas umum seperti posyandu dan sekolah juga ikut terdampak.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Bantargebang, di mana sebuah sekolah mengalami kerusakan pada bagian atap akibat tertimpa pohon. Selain itu, gangguan listrik dan jaringan utilitas juga terjadi di sejumlah titik.
Meski menimbulkan kerusakan cukup luas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, pendataan kerugian material masih terus dilakukan.
Tim BPBD bersama instansi terkait telah bergerak melakukan penanganan, mulai dari evakuasi pohon tumbang, pembersihan jalan, hingga berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memperbaiki jaringan listrik yang terdampak.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Warga diminta menghindari area rawan seperti di bawah pohon besar atau baliho, serta segera melapor jika terjadi keadaan darurat.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer