Promo Menggiurkan Berujung Penipuan, Owner WO Marwah Diduga Rugikan 58 Pasangan Rp2,6 Miliar

Bekasi, 2 Juni 2026 – Polisi mengungkap modus yang digunakan pemilik wedding organizer (WO) Marwah dalam kasus dugaan penipuan yang merugikan puluhan calon pengantin hingga miliaran rupiah. Melalui berbagai promo menarik, seperti subsidi biaya gedung hingga Rp20 juta dan bonus kambing guling gratis, pelaku berhasil menarik banyak pelanggan.


Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Bayu Kurniawan mengatakan, promo-promo tersebut menjadi daya tarik utama yang membuat banyak pasangan mempercayakan persiapan pernikahan mereka kepada WO Marwah.


Berdasarkan hasil penyelidikan, sebanyak 58 pasangan calon pengantin diduga menjadi korban dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp2,6 miliar. Polisi menemukan bahwa dana yang dibayarkan pelanggan tidak digunakan sebagaimana mestinya, melainkan diputar untuk membiayai acara pernikahan klien lain dengan skema “gali lubang tutup lubang”.


Menurut Bayu, uang dari pelanggan baru digunakan untuk menutupi kebutuhan penyelenggaraan pesta pernikahan pelanggan sebelumnya. Pola tersebut terus berulang hingga akhirnya perusahaan tidak mampu memenuhi kewajibannya kepada sejumlah klien.


Dalam kasus ini, pasangan suami istri pemilik WO Marwah berinisial RM dan ER telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh pihak kepolisian. Keduanya dijerat Pasal 486 dan Pasal 492 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.


Polisi juga mengungkap bahwa kedua tersangka sempat berupaya melarikan diri dan bersembunyi setelah kasus tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, petugas berhasil mengidentifikasi lokasi persembunyian mereka dan melakukan penangkapan.


Kasus ini terungkap setelah salah satu korban, pasangan Aldi (32) dan Feny (32), melaporkan dugaan penipuan yang mereka alami. Keduanya mengaku mengalami kerugian sebesar Rp85,5 juta setelah menggunakan jasa WO Marwah untuk penyelenggaraan pernikahan mereka.


Feny mengaku mengenal WO tersebut melalui promosi di Instagram. Setelah tertarik dengan paket yang ditawarkan, pasangan itu melakukan pembayaran secara bertahap hingga lunas pada awal April 2026. Sebelum pembayaran selesai, mereka sempat mengikuti sesi test food, melihat contoh dekorasi, serta melakukan fitting busana pengantin di kantor WO.


Namun, sejumlah kejanggalan mulai dirasakan menjelang hari pelaksanaan acara. Salah satunya saat technical meeting yang berlangsung singkat dan tidak membahas detail penting terkait jalannya acara.


Kecurigaan semakin menguat ketika pihak Islamic Center Bekasi menghubungi pasangan tersebut sekitar 10 hari sebelum acara. Dari informasi yang diterima, diketahui pembayaran sewa gedung belum dilunasi oleh pihak WO. Padahal, pasangan tersebut telah menyelesaikan seluruh pembayaran sesuai kesepakatan.


Upaya Aldi dan Feny untuk meminta penjelasan kepada pihak WO tidak membuahkan hasil. Saat mendatangi kantor WO di kawasan Jakarta Garden City sehari sebelum acara berlangsung, mereka mendapati kantor tersebut sudah kosong. Warga sekitar menyebut lokasi usaha tersebut telah berpindah ke wilayah Rorotan.


Saat ini, polisi masih terus mendalami kasus tersebut dan membuka kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor. Masyarakat yang merasa dirugikan diminta segera melapor kepada pihak berwajib guna membantu proses penyelidikan lebih lanjut.


Sumber : Detik.com

Editor : Rey 


Share:

Kebakaran Hebat di Pasar Jiung Kemayoran, 3 Orang Terluka dan 250 Bangunan Terdampak

 Bekasi, 2 juni 2026 – Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang mengalami luka dan harus menjalani perawatan medis, sementara sekitar 250 bangunan semi permanen terdampak.


Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Ardiansyah mengatakan, dua korban bernama Puput dan Dika dirawat di RS Hermina Kemayoran, sedangkan Suparno dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Kebakaran terjadi di kawasan Kemayoran Gempol, belakang Pasar Jiung, RT 002 RW 04, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran. Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat sekitar pukul 21.00 WIB dari dua rumah di belakang permukiman warga dan diduga dipicu korsleting listrik.


Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan tiga alat pemadam api ringan (APAR) milik Sekretariat RW 04. Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain yang berada di kawasan padat penduduk tersebut.


Mendapat laporan kejadian, personel Polsek Kemayoran langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan mengumpulkan keterangan saksi. Sementara itu, petugas pemadam kebakaran dari Sektor III Kemayoran bergerak cepat ke lokasi dan melakukan upaya lokalisasi api.


Besarnya skala kebakaran membuat petugas mengerahkan puluhan armada dan sekitar 100 personel untuk menjinakkan si jago merah. Hingga larut malam, petugas masih melakukan proses pemadaman dan pendinginan di tengah kepulan asap tebal.


Data sementara mencatat sekitar 300 kepala keluarga (KK) atau sekitar 500 jiwa terdampak akibat kebakaran tersebut. Namun hingga kini, jumlah pasti kerugian materiil masih dalam pendataan.


Selain menimbulkan kerusakan pada permukiman warga, kebakaran juga berdampak pada layanan transportasi umum


. Transjakarta melakukan pengalihan operasional Koridor 14 rute Jakarta International Stadium (JIS)–Senen mulai pukul 21.20 WIB karena lokasi kebakaran berada dekat dengan jalur bus.


Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyatakan pengalihan rute dilakukan demi keselamatan penumpang dan operasional layanan. Akibatnya, Halte Toyota Rangga, Halte Tanah Tinggi, dan Halte Kemayoran untuk sementara tidak melayani penumpang.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Polisi juga masih mendata jumlah kerugian materiil serta dampak keseluruhan yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut.


Sumber : wartakotalive.com

Editor : rey 

Share:

Krisis Timur Tengah Picu Lonjakan Investasi Batu Bara Global, China dan India Jadi Penggerak Utama

 Bekasi, 30 Mei 2026 - Krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah mendorong banyak negara kembali mengandalkan batu bara sebagai sumber energi yang dinilai lebih mudah diakses dan tersedia dalam jangka pendek. Laporan World Energy Investment 2026 dari International Energy Agency (IEA) menunjukkan investasi pasokan batu bara global diperkirakan mencapai 180 miliar dollar AS pada 2026.


Gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz membuat isu keamanan energi kembali menjadi perhatian utama. Kondisi ini mendorong negara-negara untuk memanfaatkan sumber energi domestik, termasuk batu bara, di samping energi terbarukan dan nuklir.


China menjadi penyumbang terbesar investasi batu bara dunia dengan porsi hampir 70 persen dari total investasi global. Sementara itu, India menempati posisi kedua dengan peningkatan investasi hingga tiga kali lipat dalam satu dekade terakhir.


IEA memperkirakan krisis energi saat ini akan memperkuat penggunaan batu bara di pasar-pasar utama Asia dalam jangka pendek, terutama untuk mempertahankan operasional pembangkit listrik tenaga batu bara yang sudah ada guna menjaga ketahanan pasokan energi.


Sumber:Kompas.com

Editor : rey 


Share:

Berita Populer