Sopir Avanza yang Sempat Diamuk Massa Usai Kecelakaan di Bekasi Meninggal Dunia

Babe News - Bekasi, 28/02/2026. Mulyadi (55), pengemudi mobil Toyota Avanza yang sebelumnya menjadi sorotan setelah terlibat kecelakaan dan sempat diamuk massa di kawasan Ruko Bekasi Mas, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, dikabarkan meninggal dunia. Kabar tersebut dibenarkan oleh Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali.
Menurut Rojali, korban mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Sebelumnya, Mulyadi dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak napas pasca insiden kecelakaan dan kericuhan yang terjadi di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan keluarga, Mulyadi sempat dibawa pulang untuk dirawat di rumah pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, kondisi kesehatannya kembali menurun sehingga pada pukul 10.00 WIB di hari yang sama ia dibawa lagi ke rumah sakit. Sekitar pukul 13.35 WIB, pihak medis menyatakan Mulyadi meninggal dunia.
Kecelakaan bermula saat mobil Avanza yang dikemudikan Mulyadi melaju dari arah Islamic Centre menuju Kantor Pemerintah Kota Bekasi. Setibanya di dekat Ruko Bekasi Mas, kendaraan tiba-tiba oleng ke kiri hingga menabrak seorang juru parkir bernama Jumi (56) serta menghantam pembatas beton. Sebagian badan mobil bahkan sempat naik ke atas trotoar.
Saat hendak memundurkan kendaraan, mobil tersebut kembali menabrak dua sepeda motor, yakni Honda Supra 125 yang dikendarai Suyatno dan Honda Vario 160 milik Aditya Heri Pratama. Mobil kemudian kembali bergerak maju, namun kembali kehilangan kendali ke arah kanan dan menabrak sepeda motor milik Fandi Satia Engge serta Honda Beat yang dikendarai Firman Afala.
Akibat kejadian itu, Jumi mengalami luka berat dan dilarikan ke RS Hermina Kota Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara empat sepeda motor yang terlibat mengalami kerusakan cukup parah dan sempat diamankan ke Polres Metro Bekasi Kota untuk proses pendataan.
Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial setelah video kejadian beredar luas. Dalam rekaman yang beredar, terlihat warga memadati lokasi dan sebagian di antaranya meluapkan emosi dengan merusak mobil Avanza milik Mulyadi, mulai dari mematahkan wiper, merusak spion, hingga melempari kendaraan dengan batu.
Meski sempat menimbulkan kericuhan, kasus kecelakaan ini tidak berlanjut ke proses hukum. Seluruh pihak yang terlibat sepakat menyelesaikan persoalan secara musyawarah dan kekeluargaan tanpa membuat laporan polisi.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Sopir Avanza yang Sempat Diamuk Massa Usai Kecelakaan di Bekasi Meninggal Dunia

Babe News - Bekasi, 28/02/2026. Mulyadi (55), pengemudi mobil Toyota Avanza yang sebelumnya menjadi sorotan setelah terlibat kecelakaan dan sempat diamuk massa di kawasan Ruko Bekasi Mas, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, dikabarkan meninggal dunia. Kabar tersebut dibenarkan oleh Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali.
Menurut Rojali, korban mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Sebelumnya, Mulyadi dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak napas pasca insiden kecelakaan dan kericuhan yang terjadi di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan keluarga, Mulyadi sempat dibawa pulang untuk dirawat di rumah pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, kondisi kesehatannya kembali menurun sehingga pada pukul 10.00 WIB di hari yang sama ia dibawa lagi ke rumah sakit. Sekitar pukul 13.35 WIB, pihak medis menyatakan Mulyadi meninggal dunia.
Kecelakaan bermula saat mobil Avanza yang dikemudikan Mulyadi melaju dari arah Islamic Centre menuju Kantor Pemerintah Kota Bekasi. Setibanya di dekat Ruko Bekasi Mas, kendaraan tiba-tiba oleng ke kiri hingga menabrak seorang juru parkir bernama Jumi (56) serta menghantam pembatas beton. Sebagian badan mobil bahkan sempat naik ke atas trotoar.
Saat hendak memundurkan kendaraan, mobil tersebut kembali menabrak dua sepeda motor, yakni Honda Supra 125 yang dikendarai Suyatno dan Honda Vario 160 milik Aditya Heri Pratama. Mobil kemudian kembali bergerak maju, namun kembali kehilangan kendali ke arah kanan dan menabrak sepeda motor milik Fandi Satia Engge serta Honda Beat yang dikendarai Firman Afala.
Akibat kejadian itu, Jumi mengalami luka berat dan dilarikan ke RS Hermina Kota Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara empat sepeda motor yang terlibat mengalami kerusakan cukup parah dan sempat diamankan ke Polres Metro Bekasi Kota untuk proses pendataan.
Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial setelah video kejadian beredar luas. Dalam rekaman yang beredar, terlihat warga memadati lokasi dan sebagian di antaranya meluapkan emosi dengan merusak mobil Avanza milik Mulyadi, mulai dari mematahkan wiper, merusak spion, hingga melempari kendaraan dengan batu.
Meski sempat menimbulkan kericuhan, kasus kecelakaan ini tidak berlanjut ke proses hukum. Seluruh pihak yang terlibat sepakat menyelesaikan persoalan secara musyawarah dan kekeluargaan tanpa membuat laporan polisi.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Revitalisasi 4.000 Hektare Tambak di Muaragembong Disiapkan, Dongkrak Ekonomi Pesisir Bekasi

Babe News - Bekasi, 23/02/2026. Pemerintah Kabupaten Bekasi menyatakan dukungan penuh terhadap program Revitalisasi Tambak Pantura Jawa Barat yang digagas pemerintah pusat. Program ini dinilai berpotensi besar mendorong peningkatan produksi perikanan sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat pesisir.
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri rapat koordinasi percepatan program revitalisasi bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, serta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Jumat (20/2/2026).
Potensi Besar, Produktivitas Perlu Ditingkatkan
Asep menjelaskan, Kabupaten Bekasi khususnya Kecamatan Muaragembong memiliki potensi tambak yang cukup luas. Secara historis, kawasan ini pernah memiliki sekitar 7.000 hektare lahan tambak. Namun saat ini, luas tambak yang masih aktif diperkirakan tinggal sekitar 4.000 hektare.
Lahan seluas 4.000 hektare itulah yang direncanakan masuk dalam tahap awal program revitalisasi. Pemerintah berharap, melalui penataan ulang dan perbaikan sistem budidaya, produktivitas tambak bisa meningkat secara signifikan.
Menurut Asep, jika produksi naik dan kegiatan usaha perikanan semakin berkembang, maka peluang kerja bagi masyarakat sekitar juga akan bertambah. Dampaknya diharapkan mampu menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga pesisir, terutama di Muaragembong.
Penataan Modern dan Terintegrasi
Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Ida Mayani, menambahkan bahwa sebagian besar tambak yang ada saat ini masih dikelola secara konvensional dengan sistem tradisional. Penataan lahan pun dinilai belum optimal.
Melalui program revitalisasi, kawasan tambak akan ditata ulang dengan pendekatan yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis perencanaan teknis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tahap pertama difokuskan di Kecamatan Muaragembong, sebelum nantinya diperluas ke wilayah lain sesuai kesiapan lahan.
Selain sektor tambak, sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mencakup rencana pembangunan rumah pesisir. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hunian nelayan sekaligus menunjang aktivitas ekonomi mereka.
Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal
Revitalisasi tambak ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pendapatan nelayan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan berbasis perikanan budidaya. Dengan tata kelola yang lebih baik serta dukungan infrastruktur memadai, kawasan pesisir Bekasi diharapkan berkembang menjadi sentra produksi yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Sumber : jabarprov
Editor : Tia
Share:

Berita Populer