Pajak 12 persen hanya berlaku untuk barang dan jasa mewah

Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen ke 12 persen untuk seluruh barang dan jasa batal dilakukan oleh Pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Sri Mulyani mengatakan, kenaikan PPN ke 12 persen ini hanya diperuntukan bagi jasa dan barang mewah yang selama ini sudah terkena Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM). 

"PPN yang naik dari 11 persen ke 12 persen hanya berlaku untuk barang dan jasa mewah yang selama ini sudah kena PPnBM itu kategorinya sangat sedikit yaitu private jet, kapal pesiar, yacht, rumah sangat mewah sudah diatur di PMK nomor 15/2023," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa, 31 Desember 2024.
By. adr
Share:

Dokumen yang di titipkan dan sudah dinotariskan di Rusia, bisa saja jadi bom waktu.

Connie Rahakundini Bakrie dikenal luas sebagai pakar militer yang memiliki segudang pengalaman di bidang keamanan dan pertahanan. Sosoknya yang berdarah campuran Gorontalo dan Tasikmalaya ini, lahir di Bandung pada 3 November 1964 dari pasangan Dr. Bakrie Arbie dan Nyi Raden Sekarningsih Ardiwinata.

Sebagai seorang akademisi dan pengamat, Connie memiliki peran penting dalam dunia keamanan Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pendidikan yang dijalani Connie mencerminkan dedikasinya dalam bidang militer dan keamanan. Setelah menyelesaikan studi sarjana di Universitas Birmingham, Inggris, dan Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston, Amerika Serikat. Kemudian, Connie melanjutkan pendidikan S3 di Universitas Indonesia.

Dia juga menambah wawasan melalui berbagai pendidikan spesialistik di institusi bergengsi, seperti APCSS Asia Pasifik Centre for Security Studies di Hawaii dan Chevening Executive Programme for Democracy and Security di Universitas Birmingham.

Karier Connie yang gemilang juga tercatat dalam kiprahnya sebagai peneliti senior di NSS Institute of National Security Studies Tel Aviv, Israel.

Dari berbagai pengalamannya tersebut, tidak mengherankan jika pandangan dan pemikirannya kerap menjadi referensi bagi pengambil kebijakan di berbagai lembaga pemerintah, termasuk Komisi 1 DPR, Kemenkopolhukam, Kemhan, hingga Badan Intelijen Negara (BIN).

Tidak hanya aktif di dalam negeri, Connie juga sering diundang sebagai pembicara dalam pertemuan internasional, seperti di National Defense University (NDU) di Washington D.C., The Delhi Dialogue Meetings, dan Milsatcom International Meetings di Inggris.

Dalam perjalanan kariernya, Connie juga dikenal sebagai salah satu dari 22 orang yang terpilih sebagai Future Leaders oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT) Batch 3. Ia bahkan dipercaya menduduki posisi penting, seperti Board of Trustee dan Presiden di Indonesia Institute For Maritime Studies (IIMS) serta Dewan Pembina di National Air Space and Power Centre of Indonesia (NAPSCI).

Karier Connie semakin cemerlang dengan peranannya sebagai Dewan Pengawas Industri Pertahanan Swasta Nasional. Selain kesibukannya di dunia pertahanan, Connie juga dikenal sebagai penulis buku berjudul “Aku adalah Peluru”, yang memperlihatkan sisi lain dari dirinya sebagai seorang intelektual dan pengamat.

Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie atau lebih dikenal dengan Connie Bakrie baru-baru ini mengungkap fakta mengejutkan mengenai dokumen penting yang dimiliki oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto.

Dalam unggahannya di media sosial, Connie menyebut dokumen tersebut telah ia amankan dan dinotariskan di Rusia, yang menurutnya bisa menjadi "bom waktu" bagi Hasto, terutama setelah mantan anggota DPR itu ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Melalui unggahan video pada Kamis (25/12/2024), Connie menjelaskan bahwa dokumen yang ia bawa tersebut sudah disimpan dengan aman di Rusia. Ia juga menyebutkan bahwa dokumen itu bisa menjadi sebuah kejutan besar yang akan terungkap di masa mendatang.

"Dokumen ini saya titipkan dan sudah dinotariskan di Rusia. Ya bisa saja ini jadi bom waktu. Kita lihat nanti," ujar Connie dalam video tersebut.

Connie Bakrie mengungkapkan bahwa dirinya menerima dokumen tersebut ketika kembali ke Jakarta dan bertemu dengan Hasto Kristiyanto.

Ia menduga bahwa Hasto, yang saat ini menjadi tersangka dalam kasus suap yang melibatkan anggota KPU, telah belajar dari pengalaman sebelumnya, termasuk penyitaan buku catatan partai PDIP saat ia diperiksa oleh KPK.


Connie juga memiliki hubungan dekat dengan Hasto Kristiyanto, bahkan keduanya pernah bersama dalam sebuah diskusi podcast bersama Akbar Faizal. Dalam podcast tersebut, isu mengenai penetapan Hasto sebagai tersangka sempat disinggung sebelum pengumuman resmi oleh KPK.

Menariknya, dalam unggahan tersebut, Connie juga menyoroti penetapan Hasto sebagai tersangka yang jatuh pada malam Natal 2024. Meskipun merasa ada kejanggalan, Connie mengaku tidak ingin terlalu mempermasalahkan hal itu. Ia hanya berharap KPK akan serius dalam menyelesaikan kasus-kasus besar lainnya yang juga menjadi perhatian publik.

"Kalau memang Mas Hasto ditetapkan sebagai tersangka pada malam Natal, saya cuma berharap KPK serius menyelesaikan kasus-kasus besar yang lebih besar," kata Connie, sembari menyoroti sejumlah kasus besar lainnya yang harus ditangani oleh KPK, termasuk dugaan korupsi dengan nilai mencapai Rp300 triliun.
By:adr
Share:

Masyarakat akan kesusahan karena kenaikan PPN menjadi 12%

"QRIS kemungkinan akan dikenai pajak PPN 12 persen. Dan kabarnya, untuk yang menanggung pajak QRIS itu kan dari penjualnya ya. Nah, jika ada kenaikan di PPN tersebut, kemungkinan penjual juga akan menaikkan harga (produk) yang dijualnya. Nah, otomatis pembeli juga yang terkena efek dampak domino dari kenaikan PPN tersebut. Itu sangat disayangkan.

Mahasiswa menyatakan menolak rencana kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen. Mahasiswa khawatir kenaikan PPN akan berdampak pada harga bahan pokok hingga makanan.
M Dibras, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ), mengatakan masyarakat akan kesusahan karena kenaikan PPN menjadi 12 persen turut memicu kenaikan harga makanan. Dia mengambil contoh harga makanan di kantin yang juga akan ikut mengalami kenaikan.
"Jadi mungkin harga-harga makanan yang dijual di kantin juga kalau jadi mahal mungkin gue nggak bisa dapet warteg Rp 10 ribu lagi sih. Itu cukup kena sih," kata Dibras saat ditemui di lokasi demonstrasi bersama BEM SI di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (27/12/2024).
Dia juga menduga harga bahan bakar minyak (BBM) akan ikut melonjak. Dia mengatakan pengeluaran mahasiswa yang punya mobilitas dalam berkegiatan akan turut terdampak jika nanti harga BBM ikutan naik bersama kenaikan PPN.
By: Adr

Share:

Berita Populer