Beban Utang RSUD Kota Bekasi Membesar, Karyawan Terpaksa Terima Gaji di Bawah UMK

Babe News - Bekasi, Kondisi keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi berdampak langsung pada kesejahteraan karyawannya. Sejumlah pegawai mengaku harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari setelah gaji dan remunerasi bulanan mereka dipangkas secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Toni (nama samaran), salah satu karyawan RSUD Kota Bekasi, menuturkan bahwa sejak akhir 2025 penghasilan yang ia terima jauh dari nominal normal. Ia mengaku saat ini hanya menerima gaji di bawah Rp1,6 juta per bulan, padahal sebelumnya take home pay-nya bisa mencapai lebih dari Rp5 juta.
“Sekarang buat makan saja sudah susah. Ada teman yang sampai pinjam Rp300 ribu cuma buat beli beras. Bahkan ada juga yang terpaksa pinjam ke aplikasi pinjol karena benar-benar kepepet,” ujar Toni saat ditemui di Bekasi, Jumat sore (16/1/2026).
Menurutnya, pembayaran gaji belum diterima secara penuh sejak November 2025 hingga Januari 2026. Hingga saat ini, RSUD masih memiliki tunggakan pembayaran kepada para karyawan.
“Pembayaran baru sampai bulan November, sementara sekarang sudah Januari. Artinya masih ada hak kami yang belum dibayarkan,” katanya.
Lebih memprihatinkan, besaran gaji yang diterima karyawan saat ini berada di bawah Upah Minimum Kota (UMK) Bekasi. Toni menyebut kondisi ini terasa tidak adil, terutama bagi karyawan yang telah bekerja cukup lama.
“Saya sudah lebih dari tujuh tahun bekerja di sini. Tapi tidak ada kenaikan berkala seperti di pabrik. Sekarang gaji malah di bawah UMK,” ungkapnya.
Selain soal penghasilan, Toni juga menyoroti ketidakjelasan status kepegawaian yang dialami dirinya dan rekan-rekan. Ia menyebut tidak adanya kontrak kerja yang jelas, baik PKWT maupun PKWTT.
“Kami hanya punya SK sebagai pegawai BLUD non-ASN. Di BPJS Kesehatan kami tercatat sebagai pegawai swasta. Status kami ini jadi serba tidak jelas,” ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjut Toni, berpengaruh terhadap semangat kerja dan kualitas pelayanan kepada pasien. Ia menilai tuntutan pelayanan prima seharusnya diimbangi dengan kesejahteraan karyawan yang memadai.
“Kalau hak dibayar penuh dan tepat waktu, tentu semangat kerja juga lebih baik. Sekarang ini jujur saja, mental dan motivasi banyak yang turun,” katanya.
Ia berharap manajemen RSUD Kota Bekasi segera melakukan pembenahan, mulai dari penyesuaian gaji sesuai UMK, keterbukaan pengelolaan keuangan, kejelasan status kepegawaian, hingga menahan perekrutan pegawai baru sebelum kesejahteraan pegawai lama terpenuhi.
Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Yuli Swastiawati, membenarkan adanya kewajiban keuangan yang masih harus diselesaikan. Ia menjelaskan bahwa utang senilai sekitar Rp70 miliar merupakan akumulasi kewajiban administratif dari tahun-tahun sebelumnya.
“Saat ini seluruh kewajiban tersebut sedang dalam proses penyelesaian dan ditangani sesuai mekanisme pengelolaan keuangan yang berlaku,” ujar Yuli dalam keterangannya.

Sumber : Metro TV
Editor : Tia
Share:

Terseret Arus Kali Jambe, Bocah 7 Tahun Ditemukan Meninggal di Pesisir Muaragembong

Babe News - Bekasi, Setelah tiga hari dilakukan pencarian, seorang bocah laki-laki berinisial MA (7) yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Kali Jambe, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Korban ditemukan di kawasan pesisir Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, pada Jumat (16/1).
Koordinator Unit Siaga SAR Bekasi, Erdi Jatmiko, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan cukup jauh dari lokasi awal kejadian. Berdasarkan perhitungan tim, jarak antara titik korban dilaporkan hanyut dengan lokasi penemuan mencapai sekitar 45 kilometer.
“Jika dihitung dari lokasi awal korban terseret arus, jarak penemuan kurang lebih sekitar 45 kilometer,” ujar Erdi di Cikarang, Jumat (16/1).
Setelah ditemukan, tim SAR gabungan segera melakukan proses evakuasi. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk dilakukan penanganan dan pemeriksaan awal sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
“Evakuasi ke RSUD Kabupaten Bekasi dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah proses di rumah sakit selesai, jenazah langsung kami serahkan kepada keluarga,” tambahnya.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tragis ini bermula pada Selasa (13/1) sore. Saat itu, MA dilaporkan hilang setelah terseret arus Kali Jambe ketika tengah bermain di sekitar bantaran sungai. Menurut keterangan yang dihimpun tim SAR, korban diduga terpeleset saat bermain kayu di tepi sungai.
“Korban kemungkinan kehilangan keseimbangan, lalu jatuh ke sungai dan terbawa derasnya arus,” jelas Erdi.
Sejak laporan diterima, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian intensif. Upaya tersebut melibatkan penyisiran sepanjang aliran sungai menggunakan perahu karet dan kano. Meski pencarian dilakukan sejak hari pertama, korban baru berhasil ditemukan beberapa hari kemudian di wilayah pesisir Muaragembong.

Sumber : Liputan6
Editor : Tia
Share:

Warga Bekasi Raup Untung dari Parkir Motor di Sekitar Stasiun, Lebih Menjanjikan dari Usaha Kos-kosan

Babe News - Bekasi, Ramainya aktivitas penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi ternyata membawa peluang ekonomi tersendiri bagi warga sekitar. Salah satunya dirasakan Surya (48), warga yang memanfaatkan lahan milik keluarganya untuk usaha parkir sepeda motor di luar area stasiun.
Surya mengungkapkan, bisnis parkir motor dinilai lebih menguntungkan dibandingkan usaha kos-kosan. Selain perputaran uang yang cepat, pengelolaannya juga dianggap tidak terlalu merepotkan.
“Kalau dibandingkan dengan kos-kosan, parkiran motor itu jauh lebih menjanjikan. Enggak ribet dan hasilnya lebih terasa. Sekarang saja banyak kos-kosan yang malah dialihfungsikan jadi lahan parkir,” ujar Surya saat ditemui, Jumat (16/1/2026).
Dengan tarif parkir Rp6.000 per motor, Surya mengaku bisa mengantongi pendapatan hingga sekitar Rp600.000 per hari, khususnya pada hari kerja. Ia menyebut, mayoritas pengguna jasa parkir adalah pekerja yang menggunakan KRL untuk beraktivitas setiap hari.
“Kalau Senin sampai Jumat bisa tembus Rp600.000 sehari. Tapi kalau akhir pekan biasanya lebih sepi karena kebanyakan yang parkir itu orang kerja,” jelasnya.
Lahan parkir yang dikelola Surya berasal dari halaman rumah orang tuanya dengan luas sekitar 90 meter persegi. Sementara bagian depan rumah tetap digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Menurutnya, jika lahan tersebut disewakan sebagai ruko, hasilnya tidak akan sebesar usaha parkir.
“Kalau ruko, setahun paling dapat Rp20 juta sampai Rp30 juta. Sementara parkiran motor bisa lebih dari itu,” katanya.
Meski menjanjikan, Surya mengakui usaha parkir motor juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah mengatur kendaraan saat pemilik motor datang pulang di waktu yang tidak menentu.
“Kadang suka repot kalau ada yang pulang siang atau tengah malam, harus bongkar susunan motor. Risikonya di situ,” ungkapnya.
Namun demikian, Surya menegaskan bahwa aspek keamanan menjadi perhatian utama. Selama menjalankan usaha tersebut, ia mengklaim belum pernah mengalami kasus kehilangan kendaraan.
“Alhamdulillah belum pernah ada motor hilang. Paling cuma ada yang lupa posisi parkir karena capek,” ujarnya.
Untuk menunjang keamanan, area parkir dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV) dan dijaga oleh petugas yang selalu siaga. Surya juga membedakan pengelolaan parkirnya dengan parkir liar yang tidak terkontrol.
“Kalau parkiran penitipan itu kita jaga terus, standby sampai jam kerja selesai,” katanya.
Dalam operasional sehari-hari, Surya mempekerjakan satu orang petugas parkir pada hari kerja. Sementara pada akhir pekan, sistem penjagaan dilakukan secara bergantian. Ia menambahkan, lonjakan jumlah kendaraan biasanya terjadi saat momen tertentu.
“Kalau libur panjang, apalagi Idul Fitri, itu paling ramai. Waktu ada PRJ di JIExpo juga, Sabtu-Minggu bisa seramai hari kerja,” tuturnya.
Saat kapasitas parkir mulai penuh, Surya mengaku tetap memprioritaskan pelanggan tetap yang sudah lama menggunakan jasanya.
“Kalau sudah langganan dan nyaman, biasanya enggak mau pindah. Jadi tetap kita atur supaya mereka dapat tempat,” ujarnya.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer