Mahasiswa UBK Gelar Aksi di Istana Negara, Soroti Enam Isu Kebijakan Nasional


 Bekasi, 15 Juni 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah fakultas di Universitas Bung Karno (UBK) dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).


Aksi yang diperkirakan diikuti sekitar 200 mahasiswa tersebut melibatkan perwakilan dari Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, FISIP, serta Fakultas Ilmu Komputer UBK. Sejumlah organisasi mahasiswa dari kampus lain juga disebut telah berkoordinasi dan berpotensi bergabung.


Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa enam tuntutan, yakni evaluasi sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, peninjauan kembali Undang-Undang Kepolisian RI, penghentian praktik militerisme dan penguatan supremasi sipil, upaya menjaga stabilitas rupiah dan ekonomi nasional, pemenuhan hak pendidikan yang inklusif dan terjangkau, serta peninjauan kebijakan kenaikan harga BBM.


Massa aksi dijadwalkan berkumpul di Kampus UBK, Cikini, sekitar pukul 10.00 WIB sebelum bergerak menuju Istana Negara dan memulai demonstrasi pada pukul 11.00 WIB.


Penyelenggara menyatakan telah menyampaikan pemberitahuan aksi kepada Polda Metro Jaya. Kepolisian disebut mengimbau agar demonstrasi berlangsung secara tertib, aman, dan tidak mengandung unsur provokasi maupun tindakan anarkis.


Sumber: TribunBekasi.com

Editor: Rey

Share:

Gen Z Soroti Fasilitas Pejalan Kaki Jelang HUT ke-499 Jakarta


 Bekasi, 15 Juni 2026 – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta, sejumlah generasi muda menyoroti masih kurang optimalnya fasilitas bagi pejalan kaki di ibu kota. Salah satunya disampaikan Vienna (20), mahasiswi Universitas Indonesia, yang berharap Jakarta menjadi kota yang lebih aman dan nyaman untuk berjalan kaki.


Menurut Vienna, persoalan tidak hanya terletak pada keterbatasan jumlah trotoar, tetapi juga pada penggunaan fasilitas pedestrian yang kerap terganggu oleh aktivitas lain, seperti pedagang maupun kendaraan yang memasuki area pejalan kaki. Kondisi tersebut dinilai mengurangi kenyamanan dan keamanan masyarakat saat beraktivitas di ruang publik.


Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sejumlah program khusus dalam rangka perayaan HUT ke-499 Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan layanan transportasi umum akan digratiskan selama dua hari, yakni pada 27–28 Juni 2026.


Kebijakan tersebut bertujuan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang kini semakin terintegrasi, termasuk layanan MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta.


Selain transportasi umum, Pemprov DKI juga berencana menggratiskan akses ke sejumlah destinasi wisata dan fasilitas publik, seperti kawasan Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, serta museum yang dikelola pemerintah daerah.


Pemerintah berharap program tersebut dapat meningkatkan pemanfaatan fasilitas publik sekaligus menjadi bagian dari perayaan HUT ke-499 Jakarta yang mengusung semangat menuju kota global yang lebih inklusif dan nyaman bagi seluruh warga.


Sumber: Tribunnews.com

Editor: Rey

Share:

BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Soroti Kenaikan BBM dan Kebijakan Pemerintah


Bekasi, 12 Juni 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai fakultas di Universitas Indonesia dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026) pukul 10.00 WIB.


Aksi yang diperkirakan diikuti sekitar 1.500 mahasiswa tersebut merupakan hasil konsolidasi internal BEM seluruh fakultas UI. Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, menyatakan terdapat lima tuntutan utama yang akan disampaikan kepada pemerintah.


Lima tuntutan tersebut meliputi penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, penghentian praktik militerisme di ranah sipil, serta desakan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahan pemerintah dan tidak menghindari kritik publik.


Menurut Dimas, aksi tersebut terbuka bagi mahasiswa lintas kampus maupun masyarakat umum yang ingin bergabung. Ia juga menegaskan bahwa demonstrasi tidak terafiliasi dengan kelompok massa tertentu.


Aksi ini berlangsung di tengah penyesuaian harga BBM non-subsidi yang dilakukan oleh  Pertamina⁠ mulai 10 Juni 2026. Kenaikan harga sejumlah jenis BBM, termasuk Pertamax, menjadi salah satu isu yang mendapat sorotan dalam demonstrasi tersebut.


Editor: Rey

Sumber: TribunBekasi.com


 

Share:

Berita Populer