Di Tengah Polemik Trans Beken, Dishub Bekasi Pertimbangkan Penataan Ulang Trayek Angkot

Babe News - Bekasi, 16/02/2026. Di tengah polemik operasional Trans Bekasi Keren (Trans Beken) yang memicu aksi protes dari para sopir angkutan kota (angkot), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mulai membuka opsi penataan ulang trayek angkot sebagai langkah penyesuaian sistem transportasi di wilayah tersebut.
Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menyampaikan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pengembangan angkot agar tetap bisa berjalan seiring hadirnya moda transportasi baru.
Menurutnya, langkah pengembangan itu dapat dilakukan melalui peremajaan armada hingga penataan ulang rute atau re-routing.
“Pengembangan angkot tentu memungkinkan. Bisa melalui peremajaan kendaraan, lalu juga dilakukan penataan ulang trayek,” kata Zeno saat dikonfirmasi pada Minggu (15/2/2026).
Trayek Bisa Dipendekkan, Diperpanjang, Sampai Dihapus
Zeno menjelaskan bahwa penataan ulang trayek bukan hanya sekadar mengganti jalur, namun dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Dishub bisa saja memperpendek rute tertentu, memperpanjang jalur ke wilayah baru, menggabungkan trayek yang dinilai tumpang tindih, hingga menghilangkan trayek yang sudah tidak efektif.
Langkah tersebut dinilai realistis karena perkembangan Kota Bekasi saat ini sangat cepat. Banyak kawasan baru yang tumbuh menjadi pusat aktivitas masyarakat, baik dari segi pemukiman maupun ekonomi.
“Bekasi berkembang pesat. Ada banyak titik baru yang kini menjadi pusat kegiatan ekonomi, sehingga sangat terbuka kemungkinan daerah-daerah itu bisa dilayani kembali oleh angkutan kota,” jelasnya.
Angkot Berpeluang Jadi Feeder Transportasi Massal
Selain penataan rute, Dishub juga membuka peluang agar angkot bisa mengambil peran baru sebagai transportasi pengumpan (feeder) yang terintegrasi dengan transportasi massal seperti LRT dan moda lainnya.
Menurut Zeno, keberadaan angkot tetap penting untuk menjangkau wilayah-wilayah yang belum terlayani bus besar atau transportasi modern.
“Sangat memungkinkan angkot difungsikan sebagai feeder, termasuk untuk mendukung akses masyarakat menuju transportasi massal seperti LRT dan lainnya,” ujarnya.
Dengan konsep tersebut, Pemkot Bekasi diharapkan dapat membangun sistem transportasi yang lebih teratur dan saling terhubung, tanpa menghilangkan peran angkot sebagai moda transportasi masyarakat.
Sopir Angkot Minta Pemerintah Merangkul
Di sisi lain, para sopir angkot berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pengembangan Trans Beken, tetapi juga ikut memperhatikan keberlangsungan angkot yang sudah lama menjadi transportasi warga Bekasi.
Salah satu sopir angkot, Eri (45), menyampaikan bahwa para pengemudi ingin dirangkul dan dibantu agar bisa beradaptasi dengan sistem transportasi baru.
“Kalau bisa kami para sopir angkot ini dirangkul. Kalau perlu ada subsidi supaya transportasi umum yang layak tetap hidup,” ujar Eri.
Menurutnya, angkot adalah bagian dari transportasi perkotaan yang sudah ada sejak lama dan seharusnya tidak ditinggalkan begitu saja. Ia bahkan mengaku mendukung jika pemerintah mau membina dan meningkatkan kualitas angkot.
“Harusnya dibina biar lebih kreatif. Saya sangat mendukung kalau pemkot mau meningkatkan angkot,” katanya.
Aksi Demonstrasi Sopir Angkot Masih Jadi Sorotan
Sebelumnya, ratusan sopir angkot di Kota Bekasi melakukan aksi demonstrasi dengan memblokade Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, pada Selasa (10/2/2026) dan kembali terjadi pada Kamis (12/2/2026).
Aksi tersebut dipicu oleh kebijakan tarif gratis Trans Beken pada masa awal operasional, serta rencana jalur baru yang dinilai akan mengganggu trayek angkot yang sudah ada.
Para sopir menilai kebijakan itu dapat mengancam pendapatan dan keberlangsungan pekerjaan mereka.
Wakil Ketua Organda Kota Bekasi, Rm Purwadi, mengatakan bahwa salah satu masalah utama adalah kurangnya sosialisasi kepada pihak angkot yang terdampak.
“Penyebabnya karena ada jalur baru, tetapi belum ada sosialisasi ke trayek yang terdampak sehingga teman-teman angkot merasa keberatan,” ujarnya.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Warga Ungkap Alasan Lebih Memilih Naik Trans Beken: Nyaman, Ber-AC, dan Lebih Teratur Dibanding Angkot

Babe News - Bekasi, 14/02/2026. Kehadiran bus Trans Bekasi Keren (Trans Beken) milik Pemerintah Kota Bekasi mulai mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah warga mengaku merasa lebih terbantu dengan layanan transportasi publik baru tersebut yang resmi mulai beroperasi sejak Selasa (10/2/2026).
Salah satu penumpang, Iman (40), mengatakan Trans Beken menjadi pilihan yang memudahkan aktivitas harian warga karena aksesnya yang cukup luas dan mudah ditemukan.
“Menurut saya ini sangat membantu masyarakat buat transportasi sehari-hari. Aksesnya gampang, dan titiknya ada di mana-mana,” ujar Iman saat ditemui pada Jumat (13/2/2026).
Iman mengungkapkan, salah satu alasan utama ia memilih Trans Beken adalah karena kenyamanan yang jauh lebih baik dibanding angkutan kota (angkot). Selain lebih tertib, bus ini juga sudah dilengkapi pendingin ruangan.
“Yang paling terasa ya kenyamanan. Busnya ber-AC, jalannya juga lebih teratur, enggak kayak angkot,” katanya.
Ia mengaku cukup puas saat pertama kali mencoba Trans Beken. Bahkan menurutnya, kualitas layanan bus ini lebih baik dibanding moda transportasi lain yang sebelumnya sudah ada di Kota Bekasi, seperti Trans Patriot.
“Saya sebelumnya sering naik Trans Patriot juga. Itu sebenarnya sudah enak buat saya. Tapi setelah coba Trans Beken, ternyata ini lebih bagus,” ungkapnya.
Tetap Akan Naik Meski Nanti Berbayar
Iman juga menyinggung soal kebijakan tarif Trans Beken yang saat ini masih gratis. Ia mendengar informasi bahwa layanan tersebut akan mulai diberlakukan tarif berbayar pada 1 Maret 2026, namun ia memastikan tetap akan menggunakan bus tersebut.
“Alhamdulillah sekarang masih gratis. Katanya nanti mau mulai berbayar. Tapi walaupun bayar, saya tetap pilih naik ini karena lebih nyaman daripada angkot,” jelasnya.
Sempat Khawatir Karena Ada Aksi Sopir Angkot
Terkait aksi unjuk rasa sopir angkot yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, termasuk insiden pemaksaan penumpang turun dari bus, Iman mengaku sempat merasa khawatir. Namun ia menilai masyarakat tetap berhak menentukan transportasi yang paling nyaman bagi mereka.
“Kalau rasa khawatir pasti ada, takutnya ribut atau ada apa-apa. Tapi kalau saya, tetap lebih nyaman Trans Beken dibanding angkot,” ujarnya.
Ia berharap layanan Trans Beken dapat terus berjalan secara konsisten dan tidak berhenti di tengah jalan, karena masyarakat sudah mulai merasakan manfaatnya.
“Harapan saya sih bus ini terus berlanjut. Karena ini bagus dan membantu,” tambahnya.
Trans Beken Punya 47 Titik Pemberhentian
Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan bahwa Trans Bekasi Keren melayani rute utama yang menghubungkan Terminal Bekasi hingga Harapan Indah dengan total 47 titik pemberhentian.
“Untuk rute Terminal Bekasi menuju Harapan Indah tersedia 31 titik pemberhentian, sedangkan rute Harapan Indah menuju Terminal Bekasi ada 16 titik pemberhentian,” kata Tri saat dikonfirmasi pada Rabu (11/2/2026).
Menurut Tri, titik-titik pemberhentian tersebut sudah disesuaikan dengan kebutuhan warga. Lokasinya mencakup area permukiman, pusat aktivitas masyarakat, hingga jalan utama yang sering dilalui pengguna transportasi umum.
Rute dan Jalur Perjalanan
Tri menjelaskan, rute dari Terminal Bekasi menuju Harapan Indah melintasi sejumlah ruas jalan utama, seperti:
Terminal Bekasi – Bulak Kapal – Jalan Chairil Anwar – Cut Mutia – Ahmad Yani – Sudirman – Sultan Agung – Harapan Indah.
Sementara untuk arah sebaliknya, rute Harapan Indah menuju Terminal Bekasi melewati jalur:
Jalan Sultan Agung – Pemkot Bekasi – Stasiun Bekasi – Lapangan Multiguna – Terminal Bekasi.
Total Jarak 30,1 Kilometer dengan Waktu Tempuh Sekitar 1 Jam
Untuk perjalanan pulang pergi (PP), lintasan Terminal Bekasi hingga Harapan Indah memiliki total jarak sekitar 30,1 kilometer, dengan estimasi waktu perjalanan kurang lebih 1 jam 5 menit.
Tri juga merinci estimasi jarak dan waktu tempuh masing-masing arah, yakni:
Harapan Indah ke Terminal Bekasi: sekitar 11,4 km, estimasi 24 menit
Terminal Bekasi ke Harapan Indah: sekitar 18,7 km, estimasi 41 menit
Masih Gratis Agar Warga Bisa Mencoba
Pada tahap awal operasional, Pemerintah Kota Bekasi masih menggratiskan layanan Trans Beken. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa mencoba langsung dan merasakan manfaatnya sebelum nantinya diterapkan tarif resmi.
“Di masa awal operasional, layanan ini kami gratiskan agar masyarakat dapat mencoba dan merasakan langsung manfaat transportasi publik,” ujar Tri.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Warga Ungkap Alasan Lebih Memilih Naik Trans Beken: Nyaman, Ber-AC, dan Lebih Teratur Dibanding Angkot

Babe News - Bekasi, 14/02/2026. Kehadiran bus Trans Bekasi Keren (Trans Beken) milik Pemerintah Kota Bekasi mulai mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah warga mengaku merasa lebih terbantu dengan layanan transportasi publik baru tersebut yang resmi mulai beroperasi sejak Selasa (10/2/2026).
Salah satu penumpang, Iman (40), mengatakan Trans Beken menjadi pilihan yang memudahkan aktivitas harian warga karena aksesnya yang cukup luas dan mudah ditemukan.
“Menurut saya ini sangat membantu masyarakat buat transportasi sehari-hari. Aksesnya gampang, dan titiknya ada di mana-mana,” ujar Iman saat ditemui pada Jumat (13/2/2026).
Iman mengungkapkan, salah satu alasan utama ia memilih Trans Beken adalah karena kenyamanan yang jauh lebih baik dibanding angkutan kota (angkot). Selain lebih tertib, bus ini juga sudah dilengkapi pendingin ruangan.
“Yang paling terasa ya kenyamanan. Busnya ber-AC, jalannya juga lebih teratur, enggak kayak angkot,” katanya.
Ia mengaku cukup puas saat pertama kali mencoba Trans Beken. Bahkan menurutnya, kualitas layanan bus ini lebih baik dibanding moda transportasi lain yang sebelumnya sudah ada di Kota Bekasi, seperti Trans Patriot.
“Saya sebelumnya sering naik Trans Patriot juga. Itu sebenarnya sudah enak buat saya. Tapi setelah coba Trans Beken, ternyata ini lebih bagus,” ungkapnya.
Tetap Akan Naik Meski Nanti Berbayar
Iman juga menyinggung soal kebijakan tarif Trans Beken yang saat ini masih gratis. Ia mendengar informasi bahwa layanan tersebut akan mulai diberlakukan tarif berbayar pada 1 Maret 2026, namun ia memastikan tetap akan menggunakan bus tersebut.
“Alhamdulillah sekarang masih gratis. Katanya nanti mau mulai berbayar. Tapi walaupun bayar, saya tetap pilih naik ini karena lebih nyaman daripada angkot,” jelasnya.
Sempat Khawatir Karena Ada Aksi Sopir Angkot
Terkait aksi unjuk rasa sopir angkot yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, termasuk insiden pemaksaan penumpang turun dari bus, Iman mengaku sempat merasa khawatir. Namun ia menilai masyarakat tetap berhak menentukan transportasi yang paling nyaman bagi mereka.
“Kalau rasa khawatir pasti ada, takutnya ribut atau ada apa-apa. Tapi kalau saya, tetap lebih nyaman Trans Beken dibanding angkot,” ujarnya.
Ia berharap layanan Trans Beken dapat terus berjalan secara konsisten dan tidak berhenti di tengah jalan, karena masyarakat sudah mulai merasakan manfaatnya.
“Harapan saya sih bus ini terus berlanjut. Karena ini bagus dan membantu,” tambahnya.
Trans Beken Punya 47 Titik Pemberhentian
Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan bahwa Trans Bekasi Keren melayani rute utama yang menghubungkan Terminal Bekasi hingga Harapan Indah dengan total 47 titik pemberhentian.
“Untuk rute Terminal Bekasi menuju Harapan Indah tersedia 31 titik pemberhentian, sedangkan rute Harapan Indah menuju Terminal Bekasi ada 16 titik pemberhentian,” kata Tri saat dikonfirmasi pada Rabu (11/2/2026).
Menurut Tri, titik-titik pemberhentian tersebut sudah disesuaikan dengan kebutuhan warga. Lokasinya mencakup area permukiman, pusat aktivitas masyarakat, hingga jalan utama yang sering dilalui pengguna transportasi umum.
Rute dan Jalur Perjalanan
Tri menjelaskan, rute dari Terminal Bekasi menuju Harapan Indah melintasi sejumlah ruas jalan utama, seperti:
Terminal Bekasi – Bulak Kapal – Jalan Chairil Anwar – Cut Mutia – Ahmad Yani – Sudirman – Sultan Agung – Harapan Indah.
Sementara untuk arah sebaliknya, rute Harapan Indah menuju Terminal Bekasi melewati jalur:
Jalan Sultan Agung – Pemkot Bekasi – Stasiun Bekasi – Lapangan Multiguna – Terminal Bekasi.
Total Jarak 30,1 Kilometer dengan Waktu Tempuh Sekitar 1 Jam
Untuk perjalanan pulang pergi (PP), lintasan Terminal Bekasi hingga Harapan Indah memiliki total jarak sekitar 30,1 kilometer, dengan estimasi waktu perjalanan kurang lebih 1 jam 5 menit.
Tri juga merinci estimasi jarak dan waktu tempuh masing-masing arah, yakni:
Harapan Indah ke Terminal Bekasi: sekitar 11,4 km, estimasi 24 menit
Terminal Bekasi ke Harapan Indah: sekitar 18,7 km, estimasi 41 menit
Masih Gratis Agar Warga Bisa Mencoba
Pada tahap awal operasional, Pemerintah Kota Bekasi masih menggratiskan layanan Trans Beken. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa mencoba langsung dan merasakan manfaatnya sebelum nantinya diterapkan tarif resmi.
“Di masa awal operasional, layanan ini kami gratiskan agar masyarakat dapat mencoba dan merasakan langsung manfaat transportasi publik,” ujar Tri.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer