Pemda-Polisi Fasilitasi Balap Lari Jalanan di Pakansari Hingga Cakung

Babe News - Jakarta, 02/03/2026. Dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak masa pandemi Covid-19 pada 2020, balap lari jalanan menjadi tren tersendiri di kalangan anak muda saat bulan Ramadan. Kegiatan ini biasanya digelar pada malam hari, memanfaatkan ruas jalan sebagai lintasan dadakan.
Para peserta, yang mayoritas remaja, berlari tanpa alas kaki dan saling adu cepat untuk menjadi yang tercepat mencapai garis akhir. Di sisi jalan, teman-teman mereka turut meramaikan suasana dengan sorakan dan dukungan. Bagi sebagian anak muda, momen ini bukan sekadar lomba, tetapi juga ajang berkumpul dan mengisi waktu setelah sahur atau menjelang subuh.
Memasuki Ramadan tahun ini, fenomena tersebut kembali marak di sejumlah kota. Namun, demi menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat, beberapa pemerintah daerah bersama aparat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memilih mengambil langkah berbeda: memfasilitasi kegiatan itu secara resmi.
Difasilitasi di Stadion Pakansari, Bogor
Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kegiatan balap lari difokuskan di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong. Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyampaikan bahwa lomba digelar setiap malam Minggu selama Ramadan, dengan melibatkan sekitar 200 pelari dari berbagai kecamatan.
Konsepnya dibuat seperti kompetisi sungguhan, dimulai dari babak penyisihan, sistem gugur, hingga final yang direncanakan berlangsung sampai pertengahan Ramadan. Dengan adanya arena resmi, para peserta tetap bisa menyalurkan hobi tanpa harus menutup jalan umum atau mengganggu warga.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa menjaga ketertiban Ramadan tidak melulu soal penertiban atau pembubaran, tetapi juga menyediakan ruang kegiatan positif bagi generasi muda. Pendekatan ini diharapkan membuat suasana Ramadan tetap aman dan kondusif.
Lomba Resmi di Cakung, Jakarta Timur
Langkah serupa juga dilakukan di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Aparat kepolisian setempat memfasilitasi lomba lari malam bertajuk “Cak Affan Cup 2026” dengan tema Cakung Aman Faedah Ramadan Cup.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurizzal menyebut kegiatan ini sebagai bentuk inisiatif untuk mengalihkan potensi aktivitas negatif di malam hari menjadi kegiatan yang lebih bermanfaat. Menurutnya, lomba lari tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mempererat kebersamaan warga serta membantu menjaga keamanan wilayah selama Ramadan.
Masih Ada yang Dibubarkan
Meski sejumlah daerah sudah menyediakan wadah resmi, balap lari jalanan liar tetap ditemukan di beberapa lokasi. Di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, serta kawasan Puspemkab Tangerang, kegiatan serupa sempat dibubarkan aparat karena dinilai mengganggu ketertiban dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Sumber : CNN Indonesia
Editor : Tia
Share:

Pemda-Polisi Fasilitasi Balap Lari Jalanan di Pakansari Hingga Cakung

Babe News - Jakarta, 02/03/2026. Dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak masa pandemi Covid-19 pada 2020, balap lari jalanan menjadi tren tersendiri di kalangan anak muda saat bulan Ramadan. Kegiatan ini biasanya digelar pada malam hari, memanfaatkan ruas jalan sebagai lintasan dadakan.
Para peserta, yang mayoritas remaja, berlari tanpa alas kaki dan saling adu cepat untuk menjadi yang tercepat mencapai garis akhir. Di sisi jalan, teman-teman mereka turut meramaikan suasana dengan sorakan dan dukungan. Bagi sebagian anak muda, momen ini bukan sekadar lomba, tetapi juga ajang berkumpul dan mengisi waktu setelah sahur atau menjelang subuh.
Memasuki Ramadan tahun ini, fenomena tersebut kembali marak di sejumlah kota. Namun, demi menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat, beberapa pemerintah daerah bersama aparat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memilih mengambil langkah berbeda: memfasilitasi kegiatan itu secara resmi.
Difasilitasi di Stadion Pakansari, Bogor
Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kegiatan balap lari difokuskan di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong. Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyampaikan bahwa lomba digelar setiap malam Minggu selama Ramadan, dengan melibatkan sekitar 200 pelari dari berbagai kecamatan.
Konsepnya dibuat seperti kompetisi sungguhan, dimulai dari babak penyisihan, sistem gugur, hingga final yang direncanakan berlangsung sampai pertengahan Ramadan. Dengan adanya arena resmi, para peserta tetap bisa menyalurkan hobi tanpa harus menutup jalan umum atau mengganggu warga.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa menjaga ketertiban Ramadan tidak melulu soal penertiban atau pembubaran, tetapi juga menyediakan ruang kegiatan positif bagi generasi muda. Pendekatan ini diharapkan membuat suasana Ramadan tetap aman dan kondusif.
Lomba Resmi di Cakung, Jakarta Timur
Langkah serupa juga dilakukan di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Aparat kepolisian setempat memfasilitasi lomba lari malam bertajuk “Cak Affan Cup 2026” dengan tema Cakung Aman Faedah Ramadan Cup.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurizzal menyebut kegiatan ini sebagai bentuk inisiatif untuk mengalihkan potensi aktivitas negatif di malam hari menjadi kegiatan yang lebih bermanfaat. Menurutnya, lomba lari tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mempererat kebersamaan warga serta membantu menjaga keamanan wilayah selama Ramadan.
Masih Ada yang Dibubarkan
Meski sejumlah daerah sudah menyediakan wadah resmi, balap lari jalanan liar tetap ditemukan di beberapa lokasi. Di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, serta kawasan Puspemkab Tangerang, kegiatan serupa sempat dibubarkan aparat karena dinilai mengganggu ketertiban dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Sumber : CNN Indonesia
Editor : Tia
Share:

Lika-liku UMKM Mi Ayam di Bekasi: Sudah Bayar Endorse, Konten Tak Kunjung Tayang

Babe News - Bekasi, 02/03/2026. Di tengah ramainya pembahasan soal dugaan kerja sama promosi bermasalah yang melibatkan seorang influencer berinisial PB atau PS, muncul cerita dari pelaku UMKM di Bekasi yang merasa dirugikan. Ia mengaku telah membayar jasa endorsement, namun konten promosi yang dijanjikan tak kunjung diunggah sesuai kesepakatan awal.
Anggi Pamungkas (26), pemilik usaha mi ayam dan bakso di Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, menuturkan bahwa dirinya mengeluarkan dana Rp 1 juta untuk promosi grand opening warungnya. Usaha tersebut sebenarnya bukan baru pertama kali berdiri. Sebelumnya, warung miliknya sempat tutup selama tiga bulan akibat kondisi ekonomi dan persaingan yang ketat.
Pada akhir Januari 2026, Anggi dan istrinya memberanikan diri membuka kembali usaha mereka. Belajar dari pengalaman sebelumnya, ia menilai promosi menjadi kunci agar warungnya lebih dikenal. Karena itu, ia mencoba menggandeng influencer yang memiliki banyak pengikut di wilayah Cikarang dan sekitarnya.
Awalnya, tarif promosi yang ditawarkan disebut mencapai Rp 15 juta. Anggi yang kaget dengan angka tersebut mencoba menawar dengan alasan keterbatasan dana sebagai pelaku UMKM. Setelah melalui proses negosiasi, tarif sempat turun menjadi Rp 5 juta, lalu Rp 3 juta, hingga akhirnya disepakati di angka Rp 1 juta untuk satu konten TikTok.
Kesepakatan dibuat pada 23 Januari 2026, dengan jadwal pengambilan video dan penayangan konten pada 29 Januari 2026, bertepatan dengan grand opening warungnya. Menurut Anggi, proses awal berjalan lancar. Influencer tersebut datang ke lokasi dan sempat membuat video.
Namun, setelah pembayaran dilakukan secara penuh, komunikasi disebut mulai melambat. Respons yang sebelumnya cepat berubah menjadi singkat dan jarang. Hingga malam setelah kunjungan, konten promosi yang dijanjikan tak juga tayang. Justru, akun influencer tersebut mengunggah konten lain.
Dua hari kemudian, pihak influencer menyampaikan sedang sakit dan menawarkan pengembalian dana. Anggi menyetujui opsi refund karena merasa tidak ada kepastian. Namun, proses pengembalian dana tak kunjung terealisasi. Ia mengaku sempat mendatangi rumah influencer tersebut hingga lima kali untuk meminta kejelasan. Pada kunjungan terakhir, ia mengaku diminta pergi oleh keluarga yang bersangkutan.
Merasa bingung, Anggi kemudian membagikan pengalamannya melalui media sosial Threads. Tak disangka, unggahan tersebut viral dan menuai banyak respons. Di tengah rencana mediasi, konten promosi warungnya justru tiba-tiba diunggah tanpa konfirmasi, padahal menurutnya masa kerja sama sudah lewat dan sebelumnya disepakati refund.
Meski video telah tayang, Anggi tetap meminta uangnya dikembalikan. Ia beralasan momen promosi sudah terlewat dan reputasi influencer tersebut sedang menjadi sorotan. Ia juga menyebut tidak ada permintaan maaf atau komunikasi sebelum konten diunggah. Bahkan, akun media sosialnya diklaim telah diblokir sehingga ia tak bisa melihat unggahan tersebut dari akunnya sendiri.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polres Metro Bekasi menyatakan hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk. Namun, rencana mediasi antara pihak-pihak yang merasa dirugikan dan influencer terkait tengah disiapkan atas permintaan korban.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak influencer meski sudah dihubungi melalui pesan langsung dan WhatsApp.

Sumber : Kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer