Prabowo Instruksikan Perbaikan Tata Kelola Program MBG Usai Kasus Keracunan

Jakarta, 28 September 2025 – Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyusul maraknya kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan empat instruksi untuk memperkuat tata kelola program.

Dadan melaporkan saat ini terdapat 9.615 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekitar 31 juta penerima manfaat. Namun, sejak 6 Januari hingga 27 September 2025 tercatat 71 kasus keracunan, mayoritas terjadi di SPPG yang baru beroperasi karena SDM kurang berpengalaman. Faktor lain pemicu insiden adalah kualitas bahan baku, kondisi air, serta pelanggaran prosedur standar di dapur MBG.

Empat Instruksi Presiden Prabowo

1. Peningkatan Tata Kelola – SPPG diminta memperkuat sistem pengawasan dan manajemen agar kasus keracunan tidak terulang.
2. Koki Terlatih & Alat Rapid Test – Setiap dapur MBG wajib memiliki koki terlatih serta alat uji cepat untuk memeriksa kualitas makanan. 
3. Sterilisasi dan Kualitas Air – SPPG diwajibkan menyediakan alat sterilisasi food tray dan memasang filter air untuk menjamin higienitas.
4. Pemasangan CCTV – Seluruh SPPG akan dilengkapi CCTV yang terhubung langsung ke pusat untuk meningkatkan pengawasan dan akuntabilitas.

Prabowo menegaskan langkah-langkah ini harus segera dijalankan agar program pemenuhan gizi nasional tetap aman dan terpercaya bagi puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Populer