Hamas juga meminta Presiden AS Donald Trump, selaku mediator, dan komunitas internasional untuk menekan Israel agar mematuhi perjanjian tersebut. “Kami menyerukan agar Israel menjalankan seluruh isi kesepakatan tanpa pelanggaran,” demikian pernyataan Hamas dikutip dari Al Jazeera.
Di pihak lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut kesepakatan ini sebagai “hari baik bagi Israel”. Kantornya mengonfirmasi Netanyahu dan Trump telah melakukan percakapan hangat untuk membahas perjanjian pembebasan seluruh sandera.
Trump sebelumnya mengumumkan kesepakatan itu melalui platform Truth Social, menyatakan bahwa Israel akan menarik pasukan ke garis yang telah disepakati dan semua sandera akan dibebaskan.
Sejak agresi Israel ke Gaza pada Oktober 2023, serangan udara dan darat telah menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina dan membuat jutaan lainnya mengungsi. Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju perdamaian permanen di kawasan tersebut.
Sumber : CNN Indonesia
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar