Kementerian Kesehatan India menyebut, temuan kontaminasi itu berasal dari sampel yang diambil langsung di pabrik Sresan Pharma di Kanchipuram. Meski pengujian awal di negara bagian Madhya Pradesh sempat menunjukkan hasil negatif, penyelidikan lanjutan menemukan indikasi kuat adanya cemaran.
Hingga kini, pihak Sresan Pharma belum memberikan keterangan resmi. Pemerintah India telah memeriksa 19 produsen obat di enam negara bagian untuk memastikan standar mutu produksi dan mencegah insiden serupa.
Kasus ini menambah daftar panjang sorotan global terhadap kualitas obat asal India, setelah sebelumnya WHO menuding sirup batuk buatan produsen India lain menyebabkan kematian puluhan anak di Gambia pada 2022.
Sumber : CNBC
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar