Realisasi Investasi Jawa Barat Tertinggi Nasional Sepanjang 2025, Ini Tanggapan Gubernur Dedi Mulyadi


Babe News - Jawa Barat, Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan posisinya sebagai daerah tujuan investasi paling diminati di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di Jawa Barat tercatat sebagai yang tertinggi secara nasional berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM RI.
Total investasi yang masuk ke Jawa Barat mencapai Rp296,8 triliun atau sekitar 109,9 persen dari target yang telah ditetapkan. Angka ini menempatkan Jawa Barat di peringkat pertama nasional, mengungguli sejumlah provinsi lain seperti DKI Jakarta dengan realisasi Rp270,9 triliun, Jawa Timur Rp145 triliun, Banten Rp139,2 triliun, dan Sulawesi Tengah Rp127 triliun.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga iklim investasi di wilayahnya tetap kondusif. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan dunia usaha, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, terhadap Jawa Barat.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap Jawa Barat masih sangat kuat. Pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus menghadirkan kepastian hukum, kemudahan perizinan, dan rasa aman bagi para pelaku usaha,” ujar Dedi, Kamis (15/1/2025).
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, realisasi investasi Jawa Barat pada 2025 mengalami lonjakan signifikan. Pada 2024, nilai investasi tercatat sebesar Rp251,14 triliun. Artinya, terjadi peningkatan sekitar 18,21 persen dalam satu tahun.
Dedi menilai peningkatan tersebut menandakan geliat ekonomi yang semakin aktif, sekaligus meningkatnya minat investasi di berbagai sektor strategis di Jawa Barat. Dari total realisasi investasi, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp147,02 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp149,8 triliun.
Komposisi yang relatif seimbang antara modal asing dan domestik ini, menurut Dedi, menjadi indikator positif. Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi Jawa Barat tidak semata-mata bertumpu pada investasi luar negeri, tetapi juga ditopang oleh pelaku usaha nasional.
“Kami ingin investasi yang masuk benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Bukan hanya besar secara angka, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, serta mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah,” tegasnya.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan birokrasi, mempercepat proses perizinan, serta memperkuat infrastruktur pendukung investasi. Upaya tersebut meliputi pengembangan kawasan industri hingga peningkatan konektivitas antarwilayah.
Realisasi investasi yang melampaui target ini dinilai menjadi sinyal positif bagi perekonomian Jawa Barat, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan. Dengan capaian tersebut, Jawa Barat diharapkan tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.
“Jawa Barat terbuka untuk investasi, namun tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan, kelestarian lingkungan, dan kearifan lokal. Semua investasi harus berpihak pada kepentingan rakyat,” pungkas Dedi.

Sumber : Kompascom
Editor : Tia
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Populer