Kepala DSDABMBK Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, menjelaskan bahwa tahun 2026 menjadi periode yang cukup menantang karena adanya penyesuaian fiskal, termasuk berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Dampaknya, alokasi belanja infrastruktur—terutama untuk sektor jalan—mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Henri, kondisi tersebut membuat pihaknya harus melakukan rasionalisasi anggaran dan menyusun ulang skala prioritas. Langkah ini dilakukan agar program yang sudah direncanakan tetap bisa terlaksana secara efektif dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ia juga menerangkan bahwa pelaksanaan proyek fisik akan disesuaikan dengan kemampuan kas daerah. Pada triwulan pertama, kegiatan lebih difokuskan pada proses administrasi dan persiapan teknis. Sementara pekerjaan fisik akan dimulai secara bertahap sejak triwulan kedua hingga akhir tahun.
Dalam menentukan prioritas, DSDABMBK melakukan evaluasi ulang berdasarkan hasil survei lapangan terbaru. Perhatian khusus diberikan pada ruas-ruas jalan yang terdampak genangan maupun banjir. Meski ada penyesuaian lokasi, Henri memastikan tidak ada perubahan pada substansi perencanaan. Penyesuaian dilakukan semata-mata agar manfaat pembangunan bisa langsung dirasakan masyarakat.
Selain itu, proses pengadaan barang dan jasa dipercepat melalui sistem e-purchasing. Tujuannya agar pekerjaan bisa segera dimulai begitu anggaran tersedia.
Untuk tahun 2026, sejumlah program infrastruktur tetap masuk dalam agenda, di antaranya pembangunan jalan di delapan titik, pembangunan drainase di 21 titik, pelebaran jalan menuju standar di 11 titik, pemeliharaan berkala di tujuh titik, serta rekonstruksi jalan yang tersebar di 1.660 titik.
Henri menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur sangat bergantung pada ketersediaan anggaran. Karena itu, dinas akan mengoptimalkan dana yang ada dengan memprioritaskan titik-titik yang membutuhkan penanganan segera. Di sisi lain, koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat terus dilakukan guna membuka peluang tambahan pendanaan.
Sumber : Bekasi go
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar