Sejak pagi hari, warga keturunan Tionghoa terlihat berdatangan untuk melakukan sembahyang dan memanjatkan doa di klenteng. Mereka datang bersama keluarga, membawa perlengkapan ibadah seperti dupa dan sesaji sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan untuk keberkahan di tahun baru.
Tak hanya ritual sembahyang, sejumlah tradisi menarik juga menjadi perhatian. Salah satunya adalah pelepasan burung yang dilakukan sebagian warga di sekitar klenteng. Tradisi ini diyakini sebagai simbol doa dan harapan, agar tahun yang baru membawa kedamaian, kesehatan, serta keberuntungan.
Di area depan klenteng, tampak pula warga sekitar yang ikut meramaikan suasana. Beberapa di antaranya membungkuk sebagai bentuk penghormatan dan ikut menunggu pembagian angpao. Tradisi angpao sendiri merupakan salah satu ciri khas Imlek, berupa amplop merah berisi uang yang dibagikan sebagai tanda berkah dan doa rezeki.
Antusias Warga Terlihat Sejak Malam Hari
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan bahwa semangat perayaan Imlek tahun ini sudah terasa sejak malam sebelumnya, Senin (16/2/2026). Ia menilai antusiasme masyarakat sangat tinggi karena momen Imlek kali ini juga berdekatan dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Menurut Tri, kondisi tersebut membuat aktivitas warga semakin padat, termasuk tradisi ziarah yang turut dilakukan masyarakat.
“Karena tahun ini berbarengan dengan umat muslim yang kemudian hari ini melaksanakan perayaan Ramadhan, saya juga melihat makam-makam penuh, mereka ziarah dan sebagainya,” ujar Tri saat ditemui di Bekasi, Selasa (17/2/2026).
Harapan Wali Kota: Bekasi Lebih Nyaman dan Sejahtera
Tri berharap perayaan Imlek ini membawa semangat positif bagi masyarakat Kota Bekasi, khususnya dalam menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera dan nyaman.
Ia juga menyinggung harapan agar cuaca dan kondisi kota semakin membaik, sehingga proses perbaikan fasilitas umum seperti jalan dapat berjalan lebih maksimal.
“Mudah-mudahan cuaca dengan selesainya Gong Xi Fa Cai ini akan menjadi lebih cerah, memberikan ruang bagi teman-teman untuk melakukan rehabilitasi terkait jalan-jalan yang hari ini tentu membuat suasana menjadi kurang baik,” tambahnya.
Warga Rayakan Bersama Keluarga dan Siapkan Angpao
Sementara itu, salah seorang warga bernama Felix (30) mengaku sangat menikmati perayaan Imlek tahun ini. Ia merayakan bersama keluarga dengan berbagai kegiatan khas, seperti berkumpul, makan bersama, hingga menyiapkan angpao untuk dibagikan kepada sanak saudara.
“Kita siapkan banyak angpao, terus untuk keluarga segala macam, makan bersama dengan keluarga, terus juga kita pergi-pergi, kumpul-kumpul,” ungkap Felix.
Felix menilai momen Imlek bukan hanya sekadar perayaan, namun juga kesempatan untuk mempererat hubungan keluarga yang jarang bertemu karena kesibukan.
Sumber : Metro TV
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar