Pantauan di Stasiun Bekasi sekitar pukul 09.00 WIB menunjukkan bahwa aktivitas penumpang yang hendak menaiki kereta tidak terlalu padat. Antrean menuju pintu masuk kereta juga terlihat lebih tertib tanpa penumpukan seperti yang biasanya terjadi pada jam-jam sibuk.
Ketika berada di dalam gerbong, sebagian besar penumpang bahkan bisa mendapatkan tempat duduk dengan mudah. Situasi yang biasanya identik dengan “war kursi” atau berebut tempat duduk hampir tidak terlihat pada pagi hari itu.
Hanya sebagian kecil penumpang yang masih harus berdiri selama perjalanan. Area di tengah gerbong pun tampak cukup lapang, berbeda dengan kondisi normal yang biasanya dipenuhi penumpang berdiri sambil berpegangan pada tiang atau pegangan tangan.
Salah satu penumpang bernama Ray (26) mengaku cukup menikmati suasana perjalanan yang lebih nyaman tersebut. Menurutnya, meskipun ia tetap harus berangkat bekerja di kantor saat sebagian orang menjalankan WFA, kondisi kereta yang tidak terlalu padat membuat perjalanan terasa lebih santai.
Ia mengatakan biasanya perjalanan menggunakan KRL pada jam kerja cukup padat dan sering kali membuat penumpang harus berdesakan. Namun pada hari itu, situasinya jauh lebih kondusif.
Diketahui, kebijakan Work From Anywhere diterapkan pemerintah menjelang periode libur panjang. Kebijakan ini mulai berlaku pada 16–17 Maret 2026 serta kembali diterapkan pada 25–27 Maret 2026.
Penerapan kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan aktivitas masyarakat menjelang dua momen penting, yakni perayaan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri.
Dengan adanya kebijakan WFA, sebagian pekerja diperbolehkan menjalankan tugasnya dari lokasi selain kantor, sehingga mobilitas masyarakat pada jam kerja menjadi lebih berkurang.
Sumber : kumparan
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar