Iran Kembali Luncurkan Serangan Rudal ke Israel, Gunakan Senjata Hipersonik

Babe News - Bekasi, 14/03/2026. Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah meluncurkan serangan rudal besar-besaran ke wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah. Serangan tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat (13/3) waktu setempat dan disebut sebagai gelombang serangan ke-44 yang dilakukan oleh Iran.
Menurut pernyataan resmi IRGC, sejumlah rudal balistik dengan berbagai jenis diluncurkan dalam serangan tersebut. Beberapa di antaranya merupakan rudal hipersonik yang dikenal memiliki kecepatan sangat tinggi serta kemampuan manuver yang sulit dideteksi sistem pertahanan udara.
Jenis rudal yang disebut digunakan dalam serangan ini antara lain Khorramshahr, Kheiber Shekan, dan Fattah yang termasuk kategori rudal hipersonik. Selain itu, rudal balistik lain seperti Imad dan Qadr juga dilaporkan ikut ditembakkan menuju sejumlah target.
Serangan rudal tersebut disebut menghantam beberapa wilayah di bagian utara Israel, termasuk kota Kiryat Shmona, Haifa, serta Hadera. Selain itu, rudal juga diarahkan ke sejumlah lokasi yang berkaitan dengan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
IRGC menyatakan bahwa serangan ini dilakukan sebagai bentuk peringatan atas wafatnya sejumlah tokoh penting di kawasan tersebut. Di antaranya adalah Jenderal militer Iran Qasem Soleimani, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, serta tokoh Palestina Yahya Sinwar.
Media Iran menyebut serangan ini sebagai bagian dari kelanjutan operasi militer yang mereka sebut sebagai Operation True Promise 4. Operasi tersebut sebelumnya juga diklaim berhasil menyerang sejumlah titik strategis militer Israel, termasuk di wilayah Tel Aviv, Eilat, dan kawasan barat Al-Quds (Jerusalem).
Dalam perkembangan lain, IRGC juga mengklaim telah berhasil menjatuhkan sebuah pesawat pengisian bahan bakar militer milik Amerika Serikat, yaitu Boeing KC-130 Stratotanker. Pesawat tersebut dilaporkan sedang menjalankan misi pengisian bahan bakar untuk jet tempur Israel ketika serangan terjadi.
Menurut klaim pihak Iran, insiden tersebut menyebabkan enam awak pesawat tewas. Namun hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait laporan tersebut.
Melalui pernyataan resminya, IRGC juga memberikan peringatan keras kepada militer Amerika Serikat yang berada di wilayah Timur Tengah. Mereka mendesak agar pasukan Amerika segera meninggalkan kawasan tersebut.
IRGC menyatakan bahwa jika pasukan Amerika tetap bertahan, maka mereka berpotensi menjadi target serangan di berbagai lokasi, termasuk di fasilitas militer maupun tempat-tempat strategis lainnya.
Sementara itu, ajudan senior IRGC, Ali Fadavi, sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer yang dijalankan Iran telah memberikan tekanan besar terhadap kekuatan militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut.
Menurutnya, sejak pelaksanaan Operation True Promise 4, keseimbangan kekuatan di Timur Tengah mulai berubah dan dinilai lebih menguntungkan kelompok yang mereka sebut sebagai “Front Perlawanan”.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Populer