Sebanyak 22 titik pelaksanaan telah disiapkan dan akan digunakan secara serentak pada pukul 06.30 hingga 07.30 WIB. Lokasi-lokasi ini dipilih agar mudah diakses oleh masyarakat, sehingga jemaah tidak perlu menempuh jarak jauh untuk melaksanakan ibadah di hari kemenangan.
Sekretaris Panitia Syiar Ramadan dan Idain PDM Kota Bekasi, Andre Wijayanto, menjelaskan bahwa penentuan titik salat sudah melalui koordinasi dengan tingkat cabang hingga ranting. Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi lokasi merata dan mampu menampung jemaah dengan nyaman.
Sejumlah lokasi yang disiapkan tersebar di berbagai kecamatan, di antaranya di wilayah Bekasi Timur seperti halaman Perguruan Muhammadiyah, Masjid Al-Fattah UNISMA/UM Indonesia, hingga Masjid Al-Mu’minun. Di Bekasi Utara tersedia titik seperti Lapangan Golden City/Villa Indah Permai, Masjid Namiroh, SDN Kaliabang Tengah III, serta Masjid Al-Manar.
Sementara di Bekasi Selatan, jemaah dapat melaksanakan salat di area Bekasi Cyber Park atau Hotel Aston. Lokasi lainnya juga tersebar di Medan Satria, Jatiasih, Bekasi Barat, Pondok Melati, Mustika Jaya, hingga Jatisampurna, termasuk di area lapangan terbuka, masjid, hingga pusat perbelanjaan.
Penetapan tanggal Idulfitri oleh Muhammadiyah sendiri menggunakan metode hisab melalui sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sistem ini memandang seluruh dunia sebagai satu kesatuan dalam menentukan awal bulan Hijriah, dengan harapan ke depan dapat menyatukan kalender Islam secara global.
Meski demikian, perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah di berbagai negara masih menjadi faktor utama terjadinya perbedaan hari raya. Oleh karena itu, penyatuan kalender Hijriah secara global hingga kini masih terus menjadi wacana.
Dengan banyaknya titik pelaksanaan yang disediakan, Muhammadiyah berharap masyarakat dapat menjalankan Salat Id dengan lebih nyaman, tertib, dan mudah dijangkau di wilayah masing-masing.
Sumber : kompascom
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar