Pemkot Jakarta Utara Tingkatkan Pengawasan Pangan Segar di Sejumlah Pasar

Babe News - Jakarta, 07/03/2026. Pemerintah Kota Jakarta Utara (Pemkot Jakut) melakukan pengawasan terhadap berbagai bahan pangan segar yang dijual di sejumlah pasar tradisional maupun swalayan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahan makanan yang beredar di masyarakat aman, sehat, dan layak untuk dikonsumsi.
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara, Novy Christine Palit, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga kualitas pangan yang dijual kepada masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa pengawasan ini juga bertujuan memastikan pasokan bahan pangan tetap tersedia dan harga komoditas tetap stabil, terutama menjelang bulan Ramadan hingga mendekati Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Menurut Novy, kegiatan pengawasan pangan sebenarnya rutin dilakukan oleh pemerintah. Namun, intensitasnya biasanya ditingkatkan saat mendekati hari besar keagamaan karena pada periode tersebut kebutuhan masyarakat terhadap bahan makanan cenderung meningkat.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan di lima lokasi berbeda, yaitu Pasar Mandiri Kelapa Gading, Pasar Hibrida Kelapa Gading, Pasar Kalibaru Cilincing, Superindo Sport Mall Kelapa Gading, serta Daily Food Hall di Mall of Indonesia (MOI) Kelapa Gading.
Selain memeriksa kualitas pangan, petugas juga memantau kondisi ketersediaan bahan pokok di pasar serta perkembangan harga yang berlaku. Hal ini dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan bahan pangan dengan kualitas baik dan harga yang wajar.
Sementara itu, Kepala Seksi Pertanian dan Ketahanan Pangan Sudin KPKP Jakarta Utara, Gusti Arvianty, menjelaskan bahwa pengawasan difokuskan pada produk pangan segar yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, baik dari sektor pertanian maupun peternakan.
Beberapa produk peternakan yang diperiksa antara lain daging ayam, daging sapi, ati ampela, dan kikil. Selain itu, petugas juga mengambil sampel berbagai produk pertanian seperti beras, cabai, sayur-mayur, serta buah-buahan seperti apel dan anggur.
Setiap sampel yang diambil langsung diuji di lokasi menggunakan dua unit mobil laboratorium keliling milik Dinas KPKP DKI Jakarta. Dengan fasilitas tersebut, hasil pemeriksaan dapat diketahui secara cepat tanpa perlu menunggu lama.
Novy menjelaskan, di Pasar Mandiri Kelapa Gading terdapat 13 sampel yang diperiksa, terdiri dari sembilan produk pertanian dan empat produk peternakan. Di Pasar Hibrida Kelapa Gading, petugas memeriksa 11 sampel yang meliputi delapan produk pertanian dan tiga produk peternakan.
Sementara itu, di Pasar Kalibaru Cilincing dilakukan pemeriksaan terhadap 10 sampel, yakni tujuh produk pertanian dan tiga produk peternakan. Di Superindo Sport Mall Kelapa Gading, petugas menguji 12 sampel yang terdiri dari sembilan produk pertanian dan tiga produk peternakan.
Sedangkan di Daily Food Hall Mall of Indonesia (MOI) Kelapa Gading, terdapat 11 sampel yang diperiksa, yakni sembilan produk pertanian dan dua produk peternakan.
Secara keseluruhan, terdapat 57 sampel pangan yang diuji dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu terdiri dari 42 sampel produk pertanian dan 15 sampel produk peternakan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, seluruh sampel yang diuji menunjukkan hasil negatif dari kandungan bahan berbahaya. Artinya, produk pangan yang dijual di lokasi-lokasi tersebut dinyatakan aman dan layak untuk dikonsumsi masyarakat.


Sumber : metrotv
Editor : Tia
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Populer