Dalam video yang beredar, terlihat cairan berwarna putih keluar dari tangki kendaraan. Cairan itu diduga merupakan bahan bakar yang telah tercampur air. Salah satu warganet menuturkan, motornya baru saja diisi bensin di SPBU tersebut. Namun, tak lama setelah keluar dari area pom bensin, kendaraannya mendadak mati mesin.
Awalnya ia mengira motornya mengalami kerusakan biasa. Namun, setelah melihat banyak pengendara lain mengalami hal serupa di sekitar lokasi, ia mulai curiga ada yang tidak beres dengan bahan bakar yang dibeli. Sejumlah pemilik kendaraan kemudian kembali ke SPBU secara berkelompok untuk meminta penjelasan.
Pengawas SPBU, Ragil Pambudi, membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen yang terdampak. Ia mengakui adanya campuran air dalam bahan bakar yang terjual saat itu.
Menurutnya, dugaan sementara air bisa saja berasal dari sumber air keran atau rembesan dari lingkungan sekitar, mengingat di samping lokasi terdapat bangunan dengan posisi lebih tinggi. Meski begitu, ia menegaskan bahwa penyebab pastinya masih dalam tahap penelusuran dan akan dijelaskan lebih lanjut oleh pihak Pertamina yang berwenang.
Menanggapi kejadian ini, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) langsung mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara penyaluran Pertalite di SPBU tersebut. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menyampaikan bahwa penghentian dilakukan setelah menerima laporan dari konsumen.
Selain itu, pihak SPBU diminta membuka posko pengaduan guna mendata dan menangani kendaraan yang terdampak. Total 25 kendaraan yang mengalami kendala telah mendapatkan penanganan. Sebagian sudah selesai diperbaiki dan bisa kembali digunakan, sementara sisanya masih dalam proses perbaikan hingga tuntas.
Biaya perbaikan seluruh kendaraan menjadi tanggung jawab pihak SPBU sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada konsumen.
Sumber : kompascom
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar