Salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah adalah Perumahan Pesona Metropolitan, Rawalumbu. Di lokasi tersebut, kondisi terlihat semrawut dengan banyaknya pohon besar yang tumbang dan menutup jalan. Ranting serta daun berserakan hingga ke halaman rumah warga.
Sekretaris RW setempat, Emil, menyebutkan bahwa jalan utama di kawasan tersebut sempat tidak bisa dilalui. Kemacetan pun terjadi selama kurang lebih tiga jam karena proses evakuasi yang belum bisa dilakukan dengan cepat.
Ia menjelaskan, perubahan cuaca terjadi cukup tiba-tiba. Awalnya hanya hujan ringan sekitar pukul 16.15 WIB, namun dalam waktu singkat berubah menjadi hujan lebat yang disertai angin kencang bertiup secara bertubi-tubi.
Meski sebagian jalan sudah mulai bisa dilalui pada malam harinya, beberapa titik masih tertutup, khususnya di Jalan Raya Jamrud. Proses penanganan pun terkendala keterbatasan alat, karena hanya tersedia satu mesin pemotong kayu yang digunakan secara bergantian.
Warga lainnya, Supratman (43), mengungkapkan bahwa angin datang dari dua arah yang berbeda, yakni dari utara dan selatan. Hal ini membuat dampak kerusakan menjadi lebih parah. Ia juga menyebutkan bahwa kejadian serupa memang pernah terjadi sebelumnya, namun kali ini merupakan yang paling besar.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Bekasi, Dewi Sartika, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini terjadi di lima kecamatan, yakni Rawalumbu, Mustikajaya, Bantargebang, Jatiasih, dan Jatisampurna.
Di beberapa wilayah lain, dampaknya juga cukup signifikan. Di Jatisampurna, baliho roboh hingga menutup jalan. Di Mustikajaya, pohon tumbang menimpa rumah warga dan jaringan kabel. Bahkan, fasilitas umum seperti posyandu dan sekolah juga ikut terdampak.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Bantargebang, di mana sebuah sekolah mengalami kerusakan pada bagian atap akibat tertimpa pohon. Selain itu, gangguan listrik dan jaringan utilitas juga terjadi di sejumlah titik.
Meski menimbulkan kerusakan cukup luas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, pendataan kerugian material masih terus dilakukan.
Tim BPBD bersama instansi terkait telah bergerak melakukan penanganan, mulai dari evakuasi pohon tumbang, pembersihan jalan, hingga berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memperbaiki jaringan listrik yang terdampak.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Warga diminta menghindari area rawan seperti di bawah pohon besar atau baliho, serta segera melapor jika terjadi keadaan darurat.
Sumber : kompascom
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar