PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui Daop 1 Jakarta menjelaskan bahwa kejadian bermula saat KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi bersinggungan dengan rangkaian KRL di jalur tersebut. Insiden ini langsung berdampak pada operasional perjalanan kereta api di lintas Bekasi Timur dan sekitarnya.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas gangguan yang terjadi. Ia memastikan bahwa saat ini petugas KAI bersama aparat kepolisian sudah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi rangkaian kereta serta penanganan korban.
Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik atas (LAA) di jalur Cibitung hingga Bekasi Timur untuk sementara dimatikan. Hal ini dilakukan agar proses evakuasi dapat berjalan dengan aman dan lancar. Selain itu, petugas juga terus berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan perjalanan kereta agar dapat kembali normal secepat mungkin.
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan. Begitu pula dengan jumlah perjalanan kereta yang terdampak, masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
KAI juga mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati dan mematuhi aturan keselamatan, terutama saat berada di sekitar jalur rel dan perlintasan, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Sumber : CNBC Indonesia
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar