Menurut kuasa hukumnya, EQ kerap menerima perlakuan tidak menyenangkan dari kakak kelas berinisial ANF. Bentuk perundungan yang dialami tidak hanya secara lisan, tetapi juga fisik, seperti dijambak hingga ditendang. Situasi ini disebut berlangsung cukup lama hingga akhirnya memuncak pada insiden yang terjadi pada 6 Februari 2026, saat jam istirahat di lingkungan sekolah.
Dalam kejadian tersebut, EQ diduga kembali mendapat perlakuan kasar dari ANF. Saat mencoba melepaskan diri, EQ yang sedang memegang ompreng dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara spontan memukul kepala ANF sebagai bentuk pembelaan diri.
Pasca kejadian, pihak sekolah sempat mengambil langkah mediasi melalui guru bimbingan konseling (BK). Kedua belah pihak mengakui kesalahan masing-masing dan sepakat berdamai, bahkan dituangkan dalam surat pernyataan.
Namun, situasi berubah ketika orang tua ANF melaporkan EQ ke Polres Metro Bekasi Kota atas dugaan kekerasan terhadap anak. Laporan tersebut terdaftar sejak 6 Februari 2026. Menanggapi hal itu, pihak keluarga EQ kemudian melaporkan balik ANF pada 8 April 2026 dengan dugaan pelanggaran perlindungan anak.
Dari keterangan yang dihimpun, perundungan yang dialami EQ diduga berkaitan dengan budaya senioritas di lingkungan sekolah. Bahkan, disebut ada unsur “balas dendam” dari kakak kelas yang sebelumnya juga pernah mengalami hal serupa.
Selama hampir satu tahun, EQ memilih bersikap pasif dan tidak melawan, mengikuti arahan dari pihak sekolah agar tidak memperkeruh situasi. Namun, kondisi tersebut justru membuat tekanan yang dirasakan semakin berat.
Dampak dari kejadian ini pun cukup serius. Secara psikologis, EQ mengalami penurunan kondisi mental. Ia merasa takut, malu, dan enggan kembali ke sekolah karena khawatir dengan stigma negatif serta proses hukum yang sedang berjalan. Bahkan, kondisi kesehatannya sempat terganggu hingga mengalami masalah lambung (GERD).
Selain itu, muncul pula informasi adanya permintaan sejumlah uang yang cukup besar, yakni sekitar Rp200 juta, sebagai bentuk penyelesaian. Hal ini semakin memperkeruh situasi yang sudah sensitif.
Pihak kepolisian membenarkan bahwa laporan terkait kasus ini telah diterima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan untuk mengungkap fakta secara menyeluruh.
Sumber : kompascom
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar