Ruas jalan yang berada di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor tersebut memiliki panjang sekitar dua kilometer. Berdasarkan hasil peninjauan, kerusakan jalan dipicu oleh tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas setiap hari, sehingga mempercepat penurunan kualitas jalan.
Menurut Asep, jalur ini memiliki peran penting sebagai penghubung antarwilayah, termasuk akses dari Karawang menuju Cariu, Bogor. Karena itu, perbaikannya menjadi prioritas agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang tidak terganggu.
Pemerintah Kabupaten Bekasi, lanjutnya, akan segera mengambil langkah konkret, mulai dari pengalokasian anggaran hingga mendorong keterlibatan pihak perusahaan yang juga menggunakan jalur tersebut agar ikut berkontribusi dalam perbaikan.
Selain perbaikan, Asep juga meminta adanya usulan tambahan anggaran untuk pelebaran jalan. Hal ini dinilai penting mengingat volume kendaraan yang terus meningkat dari waktu ke waktu.
Tak hanya infrastruktur jalan, sektor pendidikan juga menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Asep menemukan kondisi dua ruang kelas di SDN Bojongmangu 03 yang mengalami kerusakan berat dan tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Ia pun meminta pihak sekolah segera melengkapi administrasi yang dibutuhkan agar proses perbaikan bisa dipercepat. Menurutnya, kondisi ruang kelas yang tidak layak berpotensi membahayakan keselamatan siswa serta mengganggu kenyamanan proses belajar.
Sumber : bekasikab.go
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar