Mobil Diparkir Saat Nonton Musik, Tas dan Laptop Raib Digondol Pencuri di Bekasi Selatan


Babe News - Bekasi, Aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil kembali terjadi di wilayah Kota Bekasi. Kali ini, seorang perempuan berinisial AD (32) menjadi korban saat memarkir kendaraannya di kawasan Bekasi Selatan, Rabu (14/1/2026) malam.
Peristiwa tersebut bermula ketika AD bersama sejumlah rekannya datang dari Cikarang ke Bekasi Selatan untuk menikmati pertunjukan live music di sebuah kafe interaksi yang berlokasi di Jalan Raya Pekayon. Karena area parkir kafe penuh, AD memutuskan memarkir mobilnya di pinggir jalan dekat Toko Baja Galaxy, sekitar 20 meter dari lokasi acara.
“Sekitar jam setengah sembilan malam sampai setengah dua belas saya di kafe. Pas mau pulang dan masuk mobil, baru sadar kacanya sudah pecah,” ujar AD saat ditemui, Kamis (15/1/2026).
Saat itu, kaca mobil bagian kursi penumpang sebelah kiri diketahui telah berlubang akibat pecahan. Setelah dicek, tas milik korban yang disimpan di dalam mobil sudah tidak ada. Di dalam tas tersebut terdapat laptop kantor serta dompet berisi sejumlah kartu penting.
“Di dalam tas ada laptop kerja dan dompet. Kalau ditotal, kerugian saya sekitar Rp5 juta sampai Rp10 juta, sudah termasuk biaya perbaikan mobil,” jelas AD.
Menyadari dirinya menjadi korban pencurian, AD langsung menghubungi pihak perbankan untuk memblokir kartu-kartu miliknya. Saat hendak melapor ke kantor polisi, ia justru bertemu petugas kepolisian yang tengah melakukan patroli rutin di sekitar lokasi.
“Kami langsung berhenti dan lapor ke polisi yang sedang patroli. Setelah itu kami balik lagi ke lokasi untuk melihat dan memperkirakan kejadian,” ungkapnya.
Tak lama kemudian, dompet milik korban ditemukan oleh seorang pedagang cilok di sekitar tempat kejadian dan diserahkan kepada petugas kepolisian. Dompet tersebut kemudian dikembalikan kepada AD, meski isinya tidak lagi lengkap.
“Dompet kembali, tapi beberapa kartu sudah hilang. Untuk tas dan laptop sampai sekarang belum ditemukan,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Bekasi Selatan, Kompol Dedi Herdiana, membenarkan adanya laporan pencurian dengan pemberatan tersebut. Menurutnya, kejadian diketahui saat korban dan temannya kembali ke lokasi parkir.
“Benar telah terjadi tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Korban kehilangan satu unit laptop merek Lenovo warna biru dongker,” ujar Dedi.
Ia menambahkan, peristiwa tersebut kini tengah ditangani oleh Polsek Bekasi Selatan. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku dan memastikan kronologi kejadian secara lengkap.

Sumber : Kompascom
Editor : Tia
Share:

Dendam Utang Diduga Jadi Motif Pembunuhan Pria di TPU Jakasampurna Bekasi

Babe News - Bekasi, Kepolisian Daerah Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kompleks Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua orang terduga pelaku pada Rabu (14/1/2026).
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Minggu (11/1/2026). Korban diketahui merupakan seorang pria berinisial MDT yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area pemakaman.
“Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan di wilayah Bekasi Barat dan mengamankan dua orang yang diduga terlibat langsung,” ujar Budi kepada wartawan, Rabu siang.
Dua terduga pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial JP dan G. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, keduanya diduga berperan sebagai pelaku utama dalam aksi penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Dari keterangan awal yang diperoleh penyidik, motif pembunuhan ini diduga dipicu oleh dendam lama yang berkaitan dengan persoalan utang-piutang antara korban dan para pelaku. Konflik tersebut disebut telah berlangsung sebelumnya dan berujung pada aksi kekerasan.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Beberapa di antaranya adalah ikat pinggang yang diduga digunakan untuk mencekik korban, beberapa unit telepon seluler, tas milik korban, serta pakaian yang diduga berkaitan dengan kejadian pembunuhan.
“Seluruh barang bukti sudah kami amankan. Saat ini para pelaku masih menjalani pemeriksaan secara intensif untuk mendalami kronologi kejadian dan melengkapi berkas penyidikan,” jelas Budi.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum terhadap para pelaku akan terus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, sambil menunggu hasil pendalaman lanjutan dari penyidik.

Sumber : sindo news
Editor : Tia
Share:

13 Desa di Empat Kecamatan Kabupaten Bekasi Masih Terendam Banjir

Babe News - Bekasi, Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Hingga Rabu siang (14/1/2026) pukul 13.00 WIB, tercatat sebanyak 13 desa yang tersebar di empat kecamatan masih tergenang air dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 100 sentimeter. Meski demikian, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut dibandingkan hari sebelumnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menyampaikan bahwa wilayah terdampak saat ini berada di Kecamatan Muaragembong, Tarumajaya, Babelan, dan Cabangbungin.
“Per hari ini, jumlah desa yang terdampak banjir ada 13 desa di empat kecamatan. Kondisinya sudah lebih baik dibanding kemarin,” ujar Dodi, Rabu.
Menurut Dodi, jumlah wilayah terdampak mengalami penurunan. Pada hari sebelumnya, banjir sempat meluas hingga enam kecamatan. Penyusutan genangan terjadi seiring berkurangnya intensitas hujan dan mulai surutnya debit air di beberapa titik.
Dodi juga mengungkapkan bahwa banjir berdampak pada sekitar 6.250 kepala keluarga (KK) hingga siang ini. BPBD Kabupaten Bekasi telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak serta terus berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
“Kami sudah menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada warga dan terus melakukan pemantauan di lapangan,” katanya.
Sebelumnya, pada Selasa (13/1/2026) pukul 18.00 WIB, BPBD mencatat sebanyak 6.840 KK terdampak banjir yang melanda 15 desa di enam kecamatan. Kecamatan yang sempat terdampak saat itu antara lain Muaragembong, Cabangbungin, Sukawangi, Babelan, Tarumajaya, dan Tambun Selatan.

Sumber : Metro TV
Editor : Tia
Share:

Berita Populer