Adik di Kelapa Gading Tega Habisi Nyawa Kakak Kandung dengan Palu

Babe News - Jakarta, 26/02/2026. Peristiwa tragis terjadi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (25/2/2026). Seorang pria muda berinisial MAR (21) meninggal dunia setelah kepalanya dipukul menggunakan palu oleh adik kandungnya sendiri, MAH (16).
Insiden berdarah ini sontak menggegerkan warga sekitar. Korban mengalami luka parah di bagian kepala akibat hantaman benda tumpul tersebut dan dinyatakan meninggal dunia.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap latar belakang kejadian. Kasat PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Ni Luh Sri Arsini, menjelaskan bahwa penyidik tengah mendalami motif pelaku hingga tega melakukan tindakan fatal terhadap kakaknya sendiri.
Menurut dugaan sementara, aksi tersebut dipicu persoalan keluarga yang telah lama terpendam. Polisi mendapati indikasi bahwa pelaku menyimpan rasa cemburu terhadap korban, yang dianggap lebih sering mendapatkan perhatian dari orang tua mereka. Kondisi keluarga yang tidak sepenuhnya utuh juga disebut menjadi salah satu faktor. Sang ibu diketahui berjualan di luar rumah, sementara ayah mereka tinggal terpisah.
Meski demikian, aparat menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan berbagai kemungkinan motif masih terus dikaji untuk memastikan penyebab pasti terjadinya tragedi ini.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

4 Fakta Pria Ngaku Aparat dan Pukul Petugas SPBU, Berakhir Ditangkap Polisi

Babe News - Jakarta, 25/02/2026. Seorang pria yang mengaku sebagai aparat membuat keributan di sebuah SPBU kawasan Cipinang, Jakarta Timur. Insiden itu terjadi setelah dirinya ditolak saat hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) subsidi karena nomor polisi (nopol) kendaraan yang digunakan tidak sesuai dengan data yang terdaftar. Tak terima ditegur, pria tersebut justru melakukan aksi kekerasan terhadap petugas SPBU.
Peristiwa ini terekam kamera pengawas (CCTV) dan dengan cepat menyebar di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat pria tersebut awalnya turun dari mobil dan menghampiri petugas SPBU untuk berbicara. Percakapan yang semula terlihat biasa berubah menjadi tegang. Pelaku tampak menunjuk-nunjuk wajah petugas sebelum akhirnya melayangkan pukulan.
Setelah melakukan pemukulan, pria itu sempat masuk kembali ke mobilnya. Tak lama kemudian, ia keluar sambil membawa tas dan kembali mendatangi petugas. Ia terlihat terus menunjuk dan mengejar korban di area SPBU. Situasi semakin memanas sebelum akhirnya pelaku meninggalkan lokasi, bahkan sempat meninggalkan mobilnya. Ketika kembali ke area tersebut, ia kembali menunjuk-nunjuk orang lain sebelum akhirnya pergi.
Berikut sejumlah fakta terkait kejadian tersebut:
1. Dipicu Penolakan Pengisian BBM Subsidi
Keributan bermula saat pelaku hendak mengisi BBM subsidi. Namun, permintaan itu ditolak oleh petugas karena nomor polisi kendaraan yang digunakan tidak sesuai dengan data sistem. Penolakan inilah yang diduga memicu emosi pelaku.
2. Aksi Terekam CCTV dan Viral
Seluruh rangkaian kejadian terekam jelas oleh kamera pengawas SPBU. Video tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan menuai beragam reaksi dari warganet.
3. Korban Melapor ke Polisi
Kasus ini dilaporkan oleh korban pada Senin (23/2/2026). Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.
4. Pelaku Berhasil Diamankan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyampaikan bahwa pelaku berinisial JMH berhasil ditangkap pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Ia diamankan oleh tim gabungan Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur dan Unit Reskrim Polsek Pulogadung di kawasan Rawalumbu, Bekasi Timur. Setelah ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Wali Kota Bekasi Tegur Keras Penggali Kabel Optik di Kaliabang, Soroti Soal Izin dan Dampak Lingkungan

Babe News - Bekasi, 24/02/2026. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, angkat bicara terkait kemarahannya kepada petugas penggali kabel optik saat meninjau Jalan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Senin (23/2/2026). Ia menegaskan, kekecewaannya dipicu oleh adanya penyedia layanan (provider) yang bekerja tanpa izin resmi.
Menurut Tri, aktivitas penggalian yang tidak melalui prosedur perizinan berpotensi merugikan masyarakat. Selain mengganggu lalu lintas dan memicu kemacetan, pekerjaan tersebut juga dinilai bisa merusak infrastruktur jalan yang baru saja diperbaiki.
Jalan Baru Diperbaiki, Kembali Digali
Tri menjelaskan, Pemerintah Kota Bekasi telah berulang kali melakukan perbaikan jalan dengan kualitas yang ditingkatkan, termasuk pengaspalan hingga ketebalan 20 sentimeter. Namun, upaya tersebut menjadi sia-sia ketika jalan kembali dibongkar tanpa koordinasi dan pengawasan yang jelas.
Ia menyoroti keluhan warga terkait bekas galian yang tidak dikembalikan seperti kondisi semula. Akibatnya, masyarakat sering kali harus memperbaiki sendiri jalan yang rusak atau tambalan yang tidak rapi.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan perlunya aturan yang lebih tegas dan sistem perizinan yang lebih ketat dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Soroti Penggunaan Saluran Air
Tak hanya soal jalan, Tri juga mengkritik praktik pemasangan kabel optik yang memanfaatkan saluran air. Ia menilai langkah tersebut berisiko menghambat aliran air dan dapat memperparah potensi banjir di wilayah tersebut.
Ia menegaskan bahwa investasi tetap diperlukan untuk mendukung perkembangan kota, termasuk penyediaan jaringan telekomunikasi. Namun, semua pihak wajib mematuhi aturan yang berlaku dan tidak bertindak semena-mena.
Tindakan Penertiban
Sebelumnya, Tri sempat memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan penertiban, termasuk memotong kabel optik yang terpasang tanpa prosedur yang jelas. Ia juga meminta agar proyek dihentikan sementara dan peralatan kerja diamankan di Kantor Kecamatan Bekasi Utara hingga seluruh administrasi dan legalitas dinyatakan lengkap.
Meski telah ada larangan sementara, Tri mengaku masih menemukan aktivitas penggalian saat melakukan peninjauan langsung di lokasi.

Sumber : Kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer