Diduga Hindari Jalan Berlubang, Pemotor di Tanjung Priok Tewas Usai Terserempet Truk

Babe News - Jakarta, 26/02/2026. Kecelakaan tragis terjadi di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 09.20 WIB. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terlibat insiden dengan sebuah truk trailer.
Korban diketahui berinisial DR, yang saat itu mengendarai sepeda motor Yamaha Gear. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, peristiwa bermula ketika korban melaju dari arah timur menuju barat. Sesampainya di dekat Stasiun Pompa Air Ancol, motor yang dikendarainya menghantam lubang di jalan.
Benturan tersebut membuat korban kehilangan kendali. Sepeda motor oleng ke arah kiri hingga akhirnya korban terjatuh ke badan jalan. Di saat bersamaan, sebuah truk trailer yang melintas dari arah yang sama tidak sempat menghindar dan menyerempet korban.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka lecet di bagian tangan, mulut, dan telinga. Namun nahas, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Sementara itu, sepeda motor korban mengalami kerusakan pada bagian bodi sisi kiri serta bagian depan.
Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Metro Jakarta Utara telah melakukan penanganan di lokasi serta mengumpulkan keterangan guna memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Anggaran Disesuaikan, Proyek Infrastruktur Kabupaten Bekasi Tetap Berjalan di 2026

Babe News - Bekasi, 26/02/2026. Meski menghadapi penyesuaian anggaran akibat kondisi fiskal daerah, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di Kabupaten Bekasi dipastikan tetap berjalan pada tahun 2026. Hal ini ditegaskan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi.
Kepala DSDABMBK Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, menjelaskan bahwa tahun 2026 menjadi periode yang cukup menantang karena adanya penyesuaian fiskal, termasuk berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Dampaknya, alokasi belanja infrastruktur—terutama untuk sektor jalan—mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Henri, kondisi tersebut membuat pihaknya harus melakukan rasionalisasi anggaran dan menyusun ulang skala prioritas. Langkah ini dilakukan agar program yang sudah direncanakan tetap bisa terlaksana secara efektif dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ia juga menerangkan bahwa pelaksanaan proyek fisik akan disesuaikan dengan kemampuan kas daerah. Pada triwulan pertama, kegiatan lebih difokuskan pada proses administrasi dan persiapan teknis. Sementara pekerjaan fisik akan dimulai secara bertahap sejak triwulan kedua hingga akhir tahun.
Dalam menentukan prioritas, DSDABMBK melakukan evaluasi ulang berdasarkan hasil survei lapangan terbaru. Perhatian khusus diberikan pada ruas-ruas jalan yang terdampak genangan maupun banjir. Meski ada penyesuaian lokasi, Henri memastikan tidak ada perubahan pada substansi perencanaan. Penyesuaian dilakukan semata-mata agar manfaat pembangunan bisa langsung dirasakan masyarakat.
Selain itu, proses pengadaan barang dan jasa dipercepat melalui sistem e-purchasing. Tujuannya agar pekerjaan bisa segera dimulai begitu anggaran tersedia.
Untuk tahun 2026, sejumlah program infrastruktur tetap masuk dalam agenda, di antaranya pembangunan jalan di delapan titik, pembangunan drainase di 21 titik, pelebaran jalan menuju standar di 11 titik, pemeliharaan berkala di tujuh titik, serta rekonstruksi jalan yang tersebar di 1.660 titik.
Henri menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur sangat bergantung pada ketersediaan anggaran. Karena itu, dinas akan mengoptimalkan dana yang ada dengan memprioritaskan titik-titik yang membutuhkan penanganan segera. Di sisi lain, koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat terus dilakukan guna membuka peluang tambahan pendanaan.

Sumber : Bekasi go
Editor : Tia
Share:

Anggaran Disesuaikan, Proyek Infrastruktur Kabupaten Bekasi Tetap Berjalan di 2026

Babe News - Bekasi, 26/02/2026. Meski menghadapi penyesuaian anggaran akibat kondisi fiskal daerah, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di Kabupaten Bekasi dipastikan tetap berjalan pada tahun 2026. Hal ini ditegaskan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi.
Kepala DSDABMBK Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, menjelaskan bahwa tahun 2026 menjadi periode yang cukup menantang karena adanya penyesuaian fiskal, termasuk berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Dampaknya, alokasi belanja infrastruktur—terutama untuk sektor jalan—mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Henri, kondisi tersebut membuat pihaknya harus melakukan rasionalisasi anggaran dan menyusun ulang skala prioritas. Langkah ini dilakukan agar program yang sudah direncanakan tetap bisa terlaksana secara efektif dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ia juga menerangkan bahwa pelaksanaan proyek fisik akan disesuaikan dengan kemampuan kas daerah. Pada triwulan pertama, kegiatan lebih difokuskan pada proses administrasi dan persiapan teknis. Sementara pekerjaan fisik akan dimulai secara bertahap sejak triwulan kedua hingga akhir tahun.
Dalam menentukan prioritas, DSDABMBK melakukan evaluasi ulang berdasarkan hasil survei lapangan terbaru. Perhatian khusus diberikan pada ruas-ruas jalan yang terdampak genangan maupun banjir. Meski ada penyesuaian lokasi, Henri memastikan tidak ada perubahan pada substansi perencanaan. Penyesuaian dilakukan semata-mata agar manfaat pembangunan bisa langsung dirasakan masyarakat.
Selain itu, proses pengadaan barang dan jasa dipercepat melalui sistem e-purchasing. Tujuannya agar pekerjaan bisa segera dimulai begitu anggaran tersedia.
Untuk tahun 2026, sejumlah program infrastruktur tetap masuk dalam agenda, di antaranya pembangunan jalan di delapan titik, pembangunan drainase di 21 titik, pelebaran jalan menuju standar di 11 titik, pemeliharaan berkala di tujuh titik, serta rekonstruksi jalan yang tersebar di 1.660 titik.
Henri menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur sangat bergantung pada ketersediaan anggaran. Karena itu, dinas akan mengoptimalkan dana yang ada dengan memprioritaskan titik-titik yang membutuhkan penanganan segera. Di sisi lain, koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat terus dilakukan guna membuka peluang tambahan pendanaan.

Sumber : Bekasi go
Editor : Tia
Share:

Berita Populer